Entah sudah berapa lama aku tidak mengunjungi Lawson dimana
mbak Noella dan mbak Viny bekerja..
sebenarnya setelah kejadian saat itu, aku sudah biasa melakukan hubungan
intim lebih lanjut dengan Noella. Tapi kesibukan kami selalu menghalangi kami
untuk bertemu satu sama lain. Pada akhirnya, kami lost contact untuk waktu yang
cukup lama. Saat ini, no hp nya sudah tidak bisa dihubungi, mungkin dia sudah
mengganti nomernya. Jadi, hari ini aku ingin menemuinya di tempat dimana ia
bekerja.
Jam 8 pagi, aku tiba di Lawson. Tak sabar rasanya ingin
bertemu dengan Noella. Buru-buru aku masuk ke dalam toko. Lalu aku disambut
dengan baik di tempat itu. “selamat datang, eh si mas.. kemana aja mas? kok
baru kelihatan lagi di sini?” Tanya seseorang yang tak asing lagi bagiku di
tempat ini, dia adalah Viny.
“yaa namanya juga orang sibuk vin. Hehe maaf deh kalau emang
jarang dateng ke sini, padahal rumah deket tapi sibuknya itu yang bikin jauh.”
Jawabku ramah, sembari celingak-celinguk cari Noella
“hmm celingak-celinguk kenapa mas? Nyariin Noella ya? aku
kasih tau mas, Noella udah nggak kerja di sini lagi. Dia dipindah tugaskan ke
cabang lain. Sekarang yang kerja bareng aku di sini sih ada pegawai baru
namanya rona, tapi hari ini dia lagi sakit. Jadi aku jaga sendiri deh hari ini”
jelas Viny.
“ooh gitu ya, hmm makasih ya vin infonya. Duh sendiri hari
ini? Mau aku temenin jaga nggak? Yaa mumpung hari ini lagi kosong jadwal sih.
Hehe” jawabku, iseng aja sih ngomong
gitu.
“wah boleh tuh mas, makasih banget kalau mas mau nemenin aku
jaga. Bener nih nggak ngerepotin kan mas?” Tanya-nya kepadaku.
“ya nggak ngerepotin lah. Kan aku yang nawarin diri buat
nemenin kamu jaga tempat ini. Yaa sambil cerita-cerita aja nanti jaganya, biar
nggak kaku gitu kesannya” jawabku santai.
Diapun menyetujuinya. Dan kamipun berbincang-bincang cukup
lama. Tidak menentu apa yang kami bahas saat itu..
“hmm maaf nih mas, ada yang mau aku Tanya ke mas.” Dia
berkata demikian di tengah perbincangan kami.
“hmm mau Tanya apa emangnya vin? Kok serius gitu?” tanyaku
balik.
“mas inget? Hari pertama aku sama noella ketemu mas di
sini?” Tanya dia kembali.
“hmm inget kok.. emang kenapa vin?” jawabku balik bertanya.
Mulai merasakan sesuatu yang kurang berkenan nih.
“hmm gini mas, maaf nih sebelumnya ya. waktu itu.. aku tau
apa yang kalian lakukan. Sebenarnya noella nggak lagi bersihin WC saat itu,
tapi dia lagi “main” bareng mas di toilet kan?” pertanyaannya cukup membuatku
terpojok. Mau bagaimana lagi? Akhirnya akupun mengakui kejadian itu.
“hmm.. justru aku yang harusnya minta maaf, udah nggak sopan
juga melakukan itu di tempat umum. Maaf yah, tapi tolong.. tentang ini jangan
dibahas lagi” jawabku pasrah, sambil menaruh jari telunjukku di depan bibirnya
tanda untuk diam.
“tenang aja, aku nggak bakal bilang siapa-siapa kok.” Dia
tersenyum menjawabnya. Aku tak percaya apa yang terjadi, ia mulai menjilati
jariku, dan mengemut jariku. Jariku dipermainkan lidahnya di dalam mulutnya
itu. Kulihat wajahnya, ternyata dia menikmati jariku itu. Matanya terpejam, ekspresinya
menggambarkan sebuah kenikmatan.
“vin, jangan-jangan.. kamu juga mau ya kayak waktu itu aku
sama noella?” tanyaku. Dia menjawab pertanyaanku dengan menganggukkan kepalanya
sambil terus mengemut telunjukku itu. Wajahnya seolah olah memohon dengan
sangat. Nggak kuasa aku untuk menolak permohonannya itu. Selang beberapa saat,
ia melepas emutannya itu lalu pergi ke sakelar listrik Lawson itu. Dia
mematikan listriknya dan lalu pergi ke pintu, memutar sign yang tadinya “open”
menjadi “closed”, serta tak lupa mengunci pintunya.
“eh serius ini vin? Nggak sebaiknya kamu kerja dulu.. bisa
lah kita lakukan nanti kalau emang kamu mau mah.” Kataku kepadanya..
“ssst udah ah nggak apa-apa kok sehari aja telat buka
tokonya. Sekarang mau buka-buka yang lain dulu hehe” jawabnya manja dengan
senyum yang sangat menggoda. Sungguh, nggak nyangka kalau dia seagresif ini.
Astaga kenapa nggak dari dulu aja ya? cewek cakep model dia ini menawarkan
diri. Tau gini mah mending dia aja yang waktu itu aku kerjain, bukan noella.
“Hey!! Kok diem aja?
Respon dong” tegurnya.
“eh? Iya maaf, yaudah sekarang gima…. “ ucapanku belum
selesai, bibirnya sudah mencium bibirku terlebih dahulu. Aku terdiam sesaat,
lalu mulai merasakan sesuatu berusaha masuk ke sela bibirku.ya.. lidahnya..
kubiarkan masuk, dan kubiarkan lidah kami bertemu dan beradu.
Cukup lama kami bercumbu lidah dalam keadaan berdiri. Lalu
aku sedikit memaksa untuk berhenti sejenak. Dan diapun bertanya kenapa. “jangan
di sini juga vin, masa iya persis di depan pintu kyk gini? Toilet aja yuk, atau
nggak di ruang staff aja gimana?” tanyaku.
“ih kaku banget sih, di toilet kan sempit mas, nggak
leluasa. Ruang staff juga nggak luas. mending di sini, kan luas. jadi bisa
bervariasi deh gaya kita nanti. “ jawabnya, seraya menarikku ke celah – celah
rak dagangan.
“nah kan kalau di tempat ini lumayan, ruang renggang. Terus
nggak terlihat dari luar karena ketutupan dagangan. Hehe lanjut yuk sayaaang”
katanya sambil mencium bibirku kembali. Badannya kini sudah benar-benar rapat
dengan badanku, yah sudah dipastikan dia merasakan bahwa si dedek udah keras.
Capek berdiri, kubaringkan dia di lantai sambil terus
kucumbu bibirnya. Kini kuberanikan tanganku untuk menyentuh payudaranya.
Kusentuh, kumudian kuremas remas payudaranya yang kurang besar itu. Hanya
terdengar desahan dari dirinya.
Kucoba untuk melepas seragam kerjanya itu. Saat kulepas 1
kancingnya, “mau dibuka aja? Memang ya.. seragam ini sangat mengganggu, kuingin
bermain lebih bebas lagi, aku lepas aja deh ya.” dia berkata demikian. Aku
hanya mengangguk aja. Lalu menyaksikan aksinya membuka seragam itu, di balik
seragam itu, dia memakai kaos extra ketat berwarna kuning. Tercetak pula bh nya
di kaos itu. Tak tahan melihat itu, kembali kugerayangi payudaranya. Kali ini
berirama lebih cepat saking gemesnya. Ekspresinya saat itu sangat menggambarkan
dia menikmati permainanku ini.
Akupun tidak bisa merasa puas, kuselipkan tanganku ke bagian
belakang tubuhnya, kulepas pengait bhnya. Dan kukeluarkan bhnya dari kaos
ketatnya itu. Sehingga kali ini benar-benar tercetak jelas kedua payudaranya
dibalik kaos ketatnya itu. Akupun langsung kembali meremas payudaranya. Memilin
puting nya. Dia tak bisa menahan desahannya. Dan akupun melanjutkan aksiku
dengan mengemut puting payudaranya sekaligus dengan kaosnya. Yang otomatis
membuat desahannya terdengar lebih nikmat.
“kak, gantian dong. Sekarang giliran aku ya” tiba tiba dia
berkata demikian. Akupun mengabulkan permintaannya itu. Kini dia pun membalikkan posisi kami, sehingga
sekarang aku yang terlentang di lantai. Dan dia berada di atasku, mulai melucuti
pakaianku. Begitu terlihat kulit di balik pakaianku, dengan agresif langsung
diciumi dan dijilati olehnya..
Sekarang, tubuhku tinggal terbaluti oleh celana boxer dan
celana dalamku saja. badanku sudah banyak titik kemerahan hasil jamah dari
mulutnya. Sekarang dia menurunkan jilatannya kearah boxerku. Dan yang benar
saja, dia menjilati boxer dibagian kemaluanku. Boxerku yang sudah menggembung
itu dijilatinya, diemut-emut. Dibalik
semua penampilannya yang menggambarkan kekalemannya dia itu, ternyata dia
sangat agresif. Dia sudah seperti orang yang sudah beberapa hari tidak makan..
nafsu meen..
Tak puas seperti itu, viny merogoh rogoh tangannya ke dalam
boxerku sekaligus dengan celana dalamnya. Sehingga kini, kontolku benar benar
berada di genggamannya.. kontolku kini dielus penuh kasih sayang. Perlahan
lahan dikocok. Dan ternyata dia sudah tidak sabar untuk segera melihat apa yang
sedang digenggamnya itu. Diturunkan saja boxer dan celana dalamku itu. Sehingga
kini dia benar benar bisa melihat benda impiannya itu.
“ seperti yang aku duga. Menarik.. pantes aja wewel bisa
kamu dapetin.. susah loh buat deketin wewel.” Ucapnya.
“hmm.. berarti buat dapetin kamu gampang ya vin?” jawabku
remeh..
“dih enak aja kalau ngomong.. kamu tuh yang gampang..
gampang didapetin sama cewe.. “ ledeknya
“dih ngeselin juga ya kamu.. udah ga usah pegang pegang
lagi.” Jawabku kesal, sambil mencoba melepaskan tangannya dari kontolku.
“eeeh jangan gitu.. maaf aku Cuma bercanda kok.. jangan
marah ya..” katanya, tangannya tidak mau dilepaskan oleh tanganku dari
kontolku. Justru dia mengelus elus kontolku, yang malah bikin kontolku semakin
tegang..
“tuuhkaaan.. kamunya gamau aku pegang pegang. Tapi punyamu
itu minta lebih” katanya sambil mencoba melepaskan tanganku dengan lembut. Entah,
akupun luluh. Kulepaskan tanganku itu sehingga kontolku kembali dikendali penuh
olehnya.
Ia kembali mengelus kontolku itu.. dipijat pijat.. dan lalu
mulai dikocok perlahan.. jujur saja aku benar” menikmati irama kocokannya pada
kontolku.. aku mulai memejamkan mata saking nikmatnya.
Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang basah menyentuh kepala
kontolku.. saat kulihat, ternyata.. ia mulai menjilati kontolku.. ia menjilat
seluruh bagian kontolku itu mulai dari kepala, batang , hingga bijinya..
Setelah kontolku sudah basah oleh air ludahnya.. kini ia
mulai membuka mulutnya, memasukan kepala kontolku, hingga sebagian batang
kontolku.. dan ia mulai mengocok kontolku dengan mulutnya itu..
“aaah vin.. kamu… luar biasa vin…. “ aku hanya bisa meracau
keenakan menerima perlakuannya itu..
Sekitar 3 menit aku diperlakukan demikian.. “engh… vin,
boleh nggak? Aku… engh.. juga mau jilat-jilat.”
Tanyaku sambil tetap mendesah..
Dia melepas kulumannya. “boleh kok.” Jawabnya.. lalu ia
melepas seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya.. aku hanya bisa terkagum
kagum akan kemulusan tubuhnya itu.. hanya saja yaaa… bagian dadanya kurang
tumbuh :p
“vin, kamu emang cantik.. cantik luar dalam. Luar pakaian
dan dalam pakaian.. hehe.. “ ucapku
“ih kamu bisa aja.. hehe makasih ya..” jawabnya malu malu.
Lalu ia kembali meraih kontolku, dan kembali mengulumnya. Kali ini posisi
tubuhnya terbalik. Sehingga kini wajahku sudah berhadapan dengan memeknya.
Merah merekah sangat menggoda.. langsung saja. kulibas permukaan terluar
memeknya oleh lidahku ini.. “slurrrp, slurrrp. “
“emmph,, emmph.” Hanya suara itu yg terdengar darinya..
menerima perlakuanku seperti itu.. hisapannya pada kontolku pun semakin
kencang.. irama kocokannya pun semakin cepat..
Setelah puas menjilati permukaan memeknya. Sekarang kucoba
untuk membuka lubang memeknya itu dengan kedua tanganku.. dan saat lubang
surgawi itu terbuka, lidahku langsung kumasukkan, dan kubiarkan menari nari di
dalamnya.. kubiarkan lidahku itu menemui samsak memeknya.. atau lebih biasa
disebut dengan klitoris.. saat klitorisnya tersentuh, badan viny pun tersentak
sentak.. “aaah,, disitu kak… enak banget.. aah” erangnya, sehingga kini kontoku
terlepas dari mulutnya..
Sudah menemukan titik lemahnya, akupun bersemangat untuk
membantainya pada sesi ini. Kusedot sedot memeknya itu, kubiarkan lidahku
bermain dengan klitorisnya. Kubiarkan ia mengerang erang keenakan di ruangan
yang hanya ada kami berdua itu. Di antara semua produk dagangan yang menjadi
saksi bisu kegiatan pagi kami berdua. Dia hanya bisa mengerang erang keenakan
sambil mengocok kontolku dengan kencang..
Tiba-tiba tubuh dia mengejang. Ia mengerang keras, “kaaaaak,
aku duluaaan” … “serr” terasa semburan cairan dari dalam memeknya itu. Cukup
gelagapan aku menyambutnya. Cukup banyak dan terasa asin. Biar asin begitu,
kubiarkan untuk kutelan. Lalu kucoba kembali menyentuh klitorisnya, siapa tau
masih ada cairan yang belum sepenuhnya keluar dari memeknya itu. Dia hanya
merespon dengan gerakan gerakan lemas. Kembali ia kulum kontolku, walau dirinya
dalam keadaan lemas.
“vin, udah capek ya? udahan dulu aja ya mainnya. Kamu kan
masih harus kerja.” Ujarku
“hhh.. nggak mau ah.. aku mau bikin kamu K.O dulu. “
jawabnya . nada bicaranya lucu kali ini.
“hm.. yaudah deh sekarang kamu terlentang.” Pintaku.. iapun
terlentang pasrah di lantai kios ini. Kedua pahanya dibiarkan meregang,
sehingga memeknya benar” terlihat. Benar” pasrah untuk menerima tusukan-tusukan
dari kontolku.
“ siap yah vin” kataku lembut.. sambil menuntun kontolku ke
mulut vaginanya. Saat kepala kontolku menyentuh mulut vaginanya itu, dia
mendesah kecil sambil menggigit bibirnya sendiri. Lalu, kontolku mulai
menyeruak masuk ke rongga vaginanya itu.. terlihat dia mulai terengah-engah,
mendesah mendesah sambil terus menggigit bibirnya itu. “enngh” hanya itu yang
terdengar dari mulutnya.
“bless” , kini kontolku sudah berhasil mengurung diri di
dalam memeknya itu. “siap vin?” tanyaku..
“anytime” jawabnya lemah sambil disertai dengan senyuman.
Akupun mulai memompa diriku. Kubiarkan dalam ritme lambat terlebih dahulu.
Perlahan temponya kupercepat. Kubiarkan ia menikmati setiap detik permainanku.
Wajahnya benar-benar menggambarkan kenikmatan dunia. Sungguh merasa beruntung
diriku bisa memperlakukannya seperti ini.
Cukup bosan dalam posisi seperti itu, akupun meminta untuk
ganti posisi.. “vin.. doggy style kamu siap nggak?” dia menjawabnya dengan
senyum dan anggukan kepalanya. Lalu kubangunkan tubuhnya, tangannya kubimbing
untuk memegang salah satu lemari dagangan. Dan aku pun siap menyerangnya dari
belakang saat ini. Kembali kucoba menancapkan kontolku ke memeknya itu.
“bless..blesss” suara hujaman kontolku pada memeknya yang kali ini langsung
dalam tempo yang cepat. “ah…ah…ah…” begitulah suara yang keluar dari mulutnya,
tempo “ah” nya pun seirama dengan tempo hujaman kontolku. Tanganku pun tidak
bisa diam menggerayangi payudaranya. Kupilin pilin putingnya itu. Dan
lidahkupun bermain di sekitaran telinganya. Biarlah kuberikan extra service
untuk viny tersayang ini.
Sekitar 5 menit kemudian.. “ahh.. ahh… kaak.. aku pegel
kayak gini.. ganti gaya lagi dong, WOT aja sekarang.” Requestnya. Akupun
menuruti permintaannya itu. Kubaringkan tubuhku di lantai toko. Dan kubiarkan
ia mendudukiku sekarang. Dia membimbing kontolku ke dalam memeknya. Dan
seketika kontolku itu masuk ditelan memeknya. Dan ia mulai main kuda-kudaan
pada tubuhku. Akupun menggerakkan pantatku naik turun, mengikuti permainan
tubuhnya. Payudaranya yang kurang besar itu bergoyang goyang. Mulutnya
sepenuhnya menganga sambil mengeluarkan suara desahan “ahhh.. ahhh”, matanya
terpejam saking ia menikmati permainan itu.
Ku bergumam “Vin.. sungguh luar biasa dirimu. Tak bisa
kutebak sifatnya.. kukira kau orang yang polos. Ternyata seperti ini. Tapi aku
nggak kecewa kepadamu sama sekali.. “
Tanpa sadar. Aku telah sampai pada saatnya. Tidak tahan akan
bendungan kenikmatan ini. Dan… entah berapa kali semburan sperma dari kontolku
ini.. iapun awalnya kaget menerima semburan ini. Kulihat wajahnya mendongak ke
atas.. matanya terpejam, mulutnya pun tertutup rapat..
Ia melepas kontolku dari memeknya. Dan terlihat spermaku
meleleh keluar dari memeknya itu.. “aah kamu maah… main sembur ajaa.”
Protesnya…
“aduuuh maaf vin.. habisnya kamu luar biasa banget siih..
aku juga nggak sadar, tiba-tiba aja nyembur..” jawabku merasa bersalah.
“hmmm gak apa-apa kok. Jangan merasa bersalah gitu dong
sayang. “ jawabnya sambil tersenyum..
“huft, kamu bikin aku panik aja nih. Jadi… udah puas?”
tanyaku balik
“puas mah belom, tapi udah dulu kali yah.. jadii.. aku mau
Tanya suatu hal dulu ke kamu nih..” jawabnya..
“mau tanya apa vin?” jawabku berbalik Tanya..
“kamu mau tanggung jawab untuk anak ini?” tanyanya..
“waduh.. gimana ya? astaga bingung, pengen sih. Tapi yaa aku belom siap juga” jawabku penuh kebingungan..
“waduh.. gimana ya? astaga bingung, pengen sih. Tapi yaa aku belom siap juga” jawabku penuh kebingungan..
“hahahah ih serius banget jawabnya.. aku Cuma bercanda tauu…
yaudah siih tinggal telen pil biru juga selesai kan masalahnya.. “ jawabnya
lucu sambil menjulurkan lidahnya.
“yeeh dasar usil” jawabku jengkel, sambil mencubit puting
susunya itu..
“hahaha biarin dong.. udah ah aku mau mandi dulu di wc. kamu
mau ikut?” tanyanya.
“hmm boleh.. “ jawabku singkat.
Akupun langsung ditarik olehnya, digiring ke WC toko itu.
Dan memang di WC itu kami tidak langsung mandi. Tapi ada satu ronde dulu,
terserah mau ronde seperti apa itu tergantung imajinasi kalian para pembaca
cerita ini. Yah, di ronde itu, dia pun beberapa kali mendapatkan klimaksnya.
Setelah mandi, ia kembali membuka kios ini. Dan kami kembali
mengobrol di dekat meja kasir, mengobrol sepanjang hari. Tidak ada bahasan
mengenai kegiatan pagi ini sama sekali. Seolah olah kegiatan tadi pagi itu
hanyalah mitos belaka. Tentu saja agar
tidak ketauan oleh pengunjung yang lain. Karena memang, hubungan ini tak ada
seorangpun yang tau selain kami berdua dan kalian para pembaca.