
Aku
berkuliah di salah satu kampus di Jakarta. Di kampusku itu memang banyak yang
lebih mementingkan dunia pribadinya ketimbang dunia pendidikan. Banyak yang ke
kampus hanya untuk main, nongkrong, ngecengin mahasiswa/i lain. Tapi diriku ini
tidak ingin disamakan dengan mereka. Aku harus membagi aktivitas di kampusku
dengan aktivitas aktivitasku di JKT48 yang bisa dibilang cukup padat.
Suatu
hari di kampus, di saat aku sedang berkumpul bersama teman-temanku saat jam
istirahat. Salah satu temanku menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pacar
di sebuah klub malam. Tidak lupa dengan memperlihatkan foto-foto mesranya,
salah satunya adalah foto ciuman mereka, walau dia dan pacarnya itu baru
bertemu malam di malam tersebut. Perbincangan-perbincangan yang cukup porno itu
pun tidak bisa terhindar lagi hingga jam istirahat pun habis.
Esoknya
di keadaan yang sama, kami berkumpul pada saat jam istirahat. Lagi-lagi temanku
itu menceritakan kisah pornonya itu. Dia dengan bangga berkata bahwa semalam
dia telah melakukan “berpacu di atas kasur” bersama pacar barunya itu. Dan dia
membangga-banggakan benda vital milik pacarnya itu yang dia bilang sangat
panjang. Dan gilanya lagi, dia sempat merekam adegan ranjangnya itu dan dia
memberikan sedikit spoiler dari video rekamannya itu. Ku lihat memang penis
milik pacarnya itu cukup panjang dan menantang. Lho kenapa ku malah tertarik
gini ya?
“ilen,
ilen, elaineee... woy bengong aja, mikirin apaan lo? Wah mikirin cowo gua ya
lo? Ngiri kaaan?” ejek temanku itu.
“eh?
Hmm nggak kok nggak.. hehe cuma kaget aja pas liat punya cowo lo itu.” Jawabku
bohong. Padahal cukup iri juga. Iri dengan keadaannya yang bisa dengan mudahnya
berpacaran. Sedangkan, sebagai anggota JKT48, aku dilarang untuk berpacaran,
apalagi berhubungan intim seperti itu.
“dih
jaim banget lo len.. udah ngaku aja lo iri kan? Cari temen ‘main’ lah len. Biar
seenggaknya tetek lo juga dipompa dikit. Kasian tuh kempes. Hahaha.” Ledek
temanku itu.
“eh
jangan bercanda deh lo.. hahaha” entah diriku juga ikut tertawa.
“bilang
aja mau len. Jujur aja. Apa lo gabisa nyari? Perlu gua cariin nih?” tanya
temanku itu.
“eh
gausah dicariin gua juga bisa cari sendiri kok. Tapi ya gak sekarang yah. Tau
sendiri lah keadaan dunia malam gua gimana” jawabku. Dunia malam yang ku maksud
adalah duniaku di JKT48. Teman-temanku itu memang tau bahwa aku adalah anggota
JKT48. Dan mereka pun tau bahwa aku dilarang berpacaran.
“ciye
yang dilarang pacaran. Hei ilenku, ingat. Peraturan itu ada untuk dilanggar
kan?” balas salah satu temanku. Dan aku hanya diam termalu saat itu hingga
istirahat selesai.
Hingga
di rumah, akupun masih kepikiran kata-kata temanku itu. Memang di Negara ini,
melanggar aturan sudah bukan menjadi keanehan lagi. Malah sudah menjadi budaya
dimana peraturan ada untuk dilanggar. Mungkin aku sebaiknya juga menerapkan hal
ini. Memang aku merindukan masa-masa berpacaran. Seperti saat dulu aku masih
SMA, di saat aku belum menjadi anggota dari Idol Grup JKT48.
Di saat SMA,
kehidupan asmaraku memang berjalan mulus. Keperawananku juga hilang direnggut
mantanku dulu. Jika diingat-ingat, ternyata aku sering melakukan persetubuhan
dengan mantanku itu. Tempatnya pun bermacam-macam, di rumahnya, di toilet
sekolah, atau bahkan di kelas sekalipun saat teman-teman sekelas sudah bubaran.
Aku teringat dan berhasil membayangkan hal-hal indah tersebut. Dan mungkin
memang aku merindukan hal tersebut. Merindukan sebuah benda yang bernama penis,
merindukan di saat liang vaginaku diserang oleh benda tumpul itu, merindukan
bau sperma, dll.
Ku
putuskan, aku ingin melakukannya lagi di belakang peraturan JKT48 itu.
Sekaligus agar aku bisa membuktikan ke teman-temanku bahwa aku bukan anak kecil
lagi. Namun, aku masih bingung ingin melakukannya dengan siapa. Apa sebaiknya
minta dicarikan oleh temanku, atau aku mencari sendiri. Mencari di mana
tapinya? Apa perlu mencari satu di sekian banyak fansku itu? JANGAN! Itu sama
aja bunuh diri. Bisa runyam masalahnya. Nanti bisa-bisa aku dipanggil miss.
Cihuy seperti seseorang dari generasi sebelumnya di JKT48.
Akhirnya
ku memutuskan agar dicarikan pasangan oleh temanku itu. Ku coba menghubungi
temanku dan meminta bantuan darinya. Diapun menyetujuinya dan menjanjikan
sebuah cowok untuk dikenalkan esok hari.
Esoknya
di kampus, masih dalam keadaan berkumpul pada saat jam istirahat. Temanku
dengan bangganya mengatakan bahwa ia sudah menemukan apa yang kuminta. Dan
segera saja aku minta dikenalkan dengan orang tersebut.
“len,
lo ga bakal nyesel deh. Pokoknya ini tipe lo banget. Say thanks dulu dong buat
gua len.”ucapnya bangga.
“thankyou
so much yaa.. lo ngertiin gua banget deh. gua jadi kepengen nih gara-gara lo
tapinya. hehe” jawabku malu-malu.
“lagian
lo nurut banget sih sama peraturan, santai aja lah len. Hidup lo ya sebebas lo
aja. Eh tapi lo jangan tau orangnya dulu ya. Orangnya juga nggak tau identitas
lo kok. Jadi sama-sama misterius gitu len. Dan gua juga udah bikin jadwal
pertemuan antara lo sama dia nih len. Malam minggu nanti di hotel XX kamar YY
di lantai ZZ, lo bisa ketemuan sama dia. gua udah pesen kamarnya juga kok.
Hebat kan persiapan gua? Ucapnya bangga lagi.
“jadi
gua harus penasaran dengan namanya dan rupanya hingga pertemuan nanti? Boleh
juga sih ide lo. Keren deh lo idenya kreatif abis.” Jawabku, bangga memiliki
sahabat seperti ini.
“sampai bertemu malam minggu
lagi ya kamu, entah siapa namamu, bagaimana rupamu. Pokoknya aku akan menanti
saat kita bertemu nanti. See you” ucapku dalam hati tidak sabaran.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Malam minggu, hotel XX. Pukul 7
malam.
Aku Elaine Hartanto, sudah
bersama temanku di lobby hotel XX. Temanku bertanya kepada resepsionis hotel
mengenai cowok yang akan menjadi teman malmingku. Dan ternyata cowo itu sudah
menunggu di kamar YY lantai ZZ sejak pukul 6 sore tadi. Langsung saja aku dan
temanku menuju kamar itu. Sungguh dadaku berdebar, antara tidak sabar dan
cemas. Tapi kucoba menarik nafas panjang agar perasaanku itu kembali tenang.
Tak lama, kamipun sudah sampai di lantai ZZ, dan ternyata kamar YY pun tidak
terlalu jauh dari lift. Temanku mengetuk pintu kamar tersebut, dan tidak lama
pintu itu terbuka. Setelah pintu terbuka, muncullah seorang lelaki dari balik
pintu tersebut. Dan sungguh ingin copot jantungku. Ternyata laki-laki tersebut
adalah salah satu dari banyaknya fans yang sering mendatangi theater JKT48.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Aku seorang pemuda yang memang
sudah lama mencari seorang kekasih. Dan salah satu temanku rupanya ingin
membantu dalam mencari seorang kekasih. Dia memiliki seorang kenalan cewek
berumur 18 tahun yang juga sedang mencari seorang kekasih. ku terima aja
pertolongannya dengan senang hati. Dan ternyata di malam itu dia memberi tahuku
untuk datang ke Hotel XX kamar YY lantai ZZ di malam minggu nanti. Identitasku
dan si cewek itu akan dirahasiakan hingga saat pertemuan kami nanti. Ide
temenku yang satu ini emang ada-ada aja. Tapi ku hargai idenya itu, yang
penting ku bakal dapet kekasih juga, dan bahkan kemungkinan akan langsung exe
di hotel tersebut.
Di hari yang dijanjikan, malam
minggu, ku sudah berada di lokasi pertemuan sejak pukul 6 sore. ku menunggu di dalam kamar hotel itu.
Menunggu calon pacar Aku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Apa
mungkin cewek itu memiliki rupa yang buruk sehingga sulit mencari pacar. Atau
mungkin seorang gadis cantik yang ditinggalkan kekasihnya baru-baru ini. Ah
sudah tidak sabar ku untuk bertemu dengannya.
Tidak lama kemudian, pintu kamar
itupun diketuk dari luar. Segera ku buka pintu itu karena memang ku udah nggak
sabar untuk bertemu. Pintupun kubuka. Dan ku bener-bener shocked, Ku sudah
sering bertemu dengan gadis ini. Dia salah satu gadis yang berada di suatu
tempat yang sering kukunjungi yakni Theater JKT48. Tidak diragukan lagi dia adalah
Elaine Hartanto.
Teman ku heran dengan tingkah
kami berdua yang sama sama dalam keadaan kaget. Segera ia mendorong elaine ke
dalam kamar, dan mengucapkan “selamat bersenang-senang”, lalu pintu ditutup dan
entah kemana dia pergi setelah itu. Meninggalkan kami di dalam kamar yang masih
dalam keadaan sama sama kaget.
“Elaine hartanto?” kutanya
padanya untuk memastikan. Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya. Ku yakin
memang benar orang ini adalah elaine.
Beberapa menit berselang, dia
belum mengatakan sepatah katapun di hadapanku. Mungkin dirinya takut bila ku
membocorkan hal ini ke publik, bisa terancam karirnya nanti. Maka ku coba
meyakinkannya dengan berkata “ilen, tenang aku nggak bakal cerita tentang hal
ini ke siapa-siapa kok. Janji”
Beberapa detik dia masih terdiam,
tetapi setelah itu dia akhirnya berkata juga. “hmm bener ya kamu ngga bilang
siapa-siapa?”
“iya aku janji kok len. Aku
ngerti keadaan kamu sekarang gimana” jawabku tersenyum kepadanya. Sepertinya
dia sudah bisa mulai tenang, mungkin sebaiknya kami hanya berbincang-bincang
saja malam ini. Jujur akupun tidak tega kalau misal rencananya tetap berlanjut.
“eh kita
lanjut ngobrolnya di kasur aja yuk. Sambil nonton tv mungkin biar nggak sepi.”
Ucapnya sambil menarik tanganku.. kamipun mengobrol cukup lama sembari duduk di
kasur, ditemani oleh layar televisi yang menampilkan film Box Office entah
berjudul apa. Kami mengobrol sangat lama, bercerita mengenai kegiatan kegiatan
JKT48, kebiasaan para anggota JKT48 yang tidak fans ketahui. Dan tidak sadar
waktu menunjukkan pukul 11 malam. Memang sepertinya Aku berniat membatalkan kencan kami.
Tapi mau tidak mau elaine harus tidur di kasur yang sama denganku malam ini.
Jadi kuputuskan bahwa Aku tidur di kursi saja sedangkan elaine tidur di kasur.
“len, kamu nanti tidur di kasur aja ya. Gak apa apa aku tidur di kursi aja. Ngobrolnya udahan ya, udah malem soalnya. Oyasumikwek “ ucapku. Diapun menuruti kata-kataku. Dia menuju kamar mandi, dan keluar dari kamar mandi setelah memakai piyamanya yang berwarna pink. Terlihat manis sekali dia saat ini. Dan dia langsung menuju kasurnya serta mengucap “oyasumikwek”. Akhirnya kami berdua pun tertidur.

Tidurku
terasa benar-benar terasa tidak nyaman. Aku
merasa kedinginan, tubuh terasa gatal geli, perasaan gelisah seperti sedang
bermimpi buruk. Dan aku pun berhasil
terbangun dari tidurku yang tidak menyenangkan itu. Bangun tidurpun ku langsung
tersontak kaget. Sosok Elaine mendekap tubuhku di kursi yang sama. Mulutnya
sedang nafsu menyerang leherku. Pantas kumerasa gatal geli, ternyata akibat
dari serangannya ini toh. Dan aku ternyata sudah tidak berbusana sama sekali,
pantas terasa dingin. Tangan kanannya mungkin sudah dari tadi mengelus elus
penisku ini. Namun Elaine sadar akan kebangunanku, lantas ia berkata “maaf yah,
aku nggak bisa lupa tujuan awal aku di sini. Tapi kamu tadi menarik diri, jadi
aku terpaksa begini.”
Jujur
aku kaget akan ucapannya itu. “eh? Kamu yakin len?” tanyaku.
“iya
aku yakin, malam ini aku milikmu. Perlakukan aku selayaknya pacarmu.. tolong
aku membutuhkan hal itu” ucapnya memohon dengan wajah sunguh-sungguh.
Bagai disuguhi surga, seorang
idol memberikan lampu hijau untuk dieksekusi olehku. Situasi inipun membuat ku
tidak dapat mengontrol hasratku. Segera ku gendong tubuh mungil Elaine,
kubopong ke kasur lalu kubaringkan. Badannya yang lebih kecil dariku itu
kutindih di kasur yang empuk tersebut. Kulumat bibirnya dengan bibirku ini.
Memang sepertinya gadisku ini sudah dipenuhi nafsu, badanku dipeluknya sangat
erat,kakinya dilingkarkan ke pinggangku, sedangkan lidahnya menerobos masuk ke
dalam mulutku dengan cepat, permainan lidahnya pun sangat agresif.
Beberapa menit kami bergumal
seperti itu. Tiba-tiba dia melepas ciumannya.”duh kamu berat ih say, lepas dulu
dong aku mau berdiri sebentar.” Pintanya. Kukabulkan aja permintaannya itu.
Diapun berdiri, sedikit
meregangkan tubuhnya. Lalu dia melepas kaitan piyamanya. Dan seketika piyamanya
terlepas. Ternyata dia sudah tidak mengenakan pakaian apa-apa lagi di balik
piyamanya itu. Sungguh adegan yang menakjubkan disaat ia melepas kaitan
piyamanya itu. Tubuh mungilnya itu putih bersih, dengan payudara kecil namun
menggemaskan dan vagina yang dihiasi oleh rambut halus yang rapi.
“halo? Eh sayang, kamu jangan
bengong dong. Ayo jemput aku yang datang dari neptunus hanya untuk kamu ini (
datang dari neptunus adalah introduction khas dia). “ ucapnya genit. Akupun
menjemputnya dan kembali menghajar bibir mungilnya itu. Kami berciuman dalam
keadaan berdiri cukup lama.
“say, gerah nggak? Kok aku gerah
ya? Aku mau ke beranda dulu ya, mau menghirup udara segar di malam hari. Hehe
kamu ikut yaa.” Ucapnya. Lalu ia membuka pintu ke arah beranda. Dan gila, dia
benar-benar di beranda dalam keadaan telanjang bulat. Segera ku susul dia,
mengambil piyamanya lagi.
“ih apaan sih? Nggak usah bawa
piyama segala.” Protesnya sambil melempar kembali piyamanya ke dalam kamar lagi
saat kuberikan piyamanya itu.
“ih nggak takut dilihat orang apa
kamu?” tanyaku.
“kamu juga ngga pakai apa-apa kan
tuh yee.. lagipula mana ada orang lewat jam segini. kalau kamu mau nutupin aku,
pakai tangan kamu aja. Dekap aku dari belakang. Hehe” jawabnya cerdik. Akupun
melakukan seperti apa yang dikatakannya. Kupeluk tubuhnya itu dari belakang,
tangan kiriku menutup daerah payudaranya. Dan tangan kananku menutup daerah
vaginanya. Dia sempat tersentak saat tangan kananku menyentuh vaginanya itu.
Sudah basah ternyata.
Keadaan kami bisa dibilang sangat
romantis. Dimana aku memeluknya dari belakang, dan kami melihat pemandangan
kota dari beranda ini dalam keadaan sama sama telanjang bulat dan disinari oleh
sinar rembulan. Pada saat itu kucoba menjilati lehernya, dia merasa geli tapi
sambil mengeluarkan desahan nikmat. Kedua tanganku sudah mulai beroperasi pada
posnya masing-masing. Tangan kiriku mulai memijat payudaranya sedangkan tangan
kananku mulai mengusap lembut vaginanya. Desahannya pun semakin menjadi.
Tangannya mencoba mencari penisku di bagian belakang tubuhnya, dan segera
mengocoknya. Hal itupun membuatku semakin terangsang. Semakin menjadi
seranganku pada lehernya itu. Seringkali aku hisap lehernya hingga tercetak
tanda merah. Bahkan sesekali kujilati telinganya sehingga ia benar-benar
mengejang kegelian.
Vaginanya sudah terasa sangat
basah hanya dengan usapan yang rutin. Kali ini ku mencoba memasukkan satu
jariku ke dalamnya. Kucoba korek-korek menggunakan jariku itu. Elaine pun
mengerang-ngerang nikmat.. “Aah.. Aah.. disitu enak banget..” itulah yang
kudengar darinya yang sudah lepas kontrol di alam terbuka malam ini. Kuangkat
kaki kanannya agar vaginanya lebih terbuka. Lalu kucoba untuk melakukan hal
yang sama. Terasa semakin deras cairan yang membasahi vaginanya itu. Dan
setelah beberapa waktu kumelakukan hal itu. Dia mengerang keras “AAAAAAH”..
serrr, dia mengalami orgasme hebat, atau mungkin ini yang sering dibilang
“Squirt”.. ternyata anak ini bisa squirt juga.. baru pertama kali aku melihat
adegan squirt seperti ini secara langsung. Selama aku berhubungan dengan
mantan-mantanku atau bahkan teman mainku yang lain, aku belum pernah melihat
adegan squirt seperti yang ditunjukkan oleh Elaine ini.
“hhhh...hhhh...” hanya itu yang
bisa terdengar darinya. Sepertinya dia kelelahan setelah squirt tadi. Mungkin
kusudahi saja permainan kita malam ini. Aku segera menggendong tubuhnya yang
kelelahan itu. Lalu kubaringkan ia di tempat tidur kamar dalam keadaan masih
tak berbusana. Setelah kubaringkan tubuh mungilnya, akupun ikut berbaring di
sebelahnya tak berbusana juga. Ingin segera menutup kisah malam ini, akupun
menutup mataku.
“kok tidur? Aku masih kuat tau..
masa cuma karena aku sampe duluan, terus mau udahan gitu aja? Nggak adil kamu
mah..” protesnya. Lalu dia segera meraih penisku, mengocoknya kencang. Terlihat
sikap kekanakannya yaitu sikap tidak mau kalah. Tidak lama setelah dikocok,
penisku kembali menegang seutuhnya. “huh, kamu udah mau tidur aja, sedangkan
benda mungil tapi besar ini terlihat ingin dimanja olehku.” Ucapnya lagi sambil
tetap mengocok kencang penisku itu.
“uhh.. ilen udah dong. Jangan
kenceng-kenceng. Nanti bisa-bisa aku
keluar nih. Kamu masih mau main lama kan?” ucapku tak kuat menahan rasa nikmat
yang diberikan oleh idol ini.
“nah gitu dong. Pokoknya kita
sama-sama enak ya malam ini.” Jawabnya, disusul dengan kecupan di penisku. Dilanjut
dengan mencoba untuk memasukkan kepala penisku ke mulut mungilnya. Ku yakin
penisku ini tidak akan muat seutuhnya masuk ke rongga mulutnya. Dan benar,
setelah ia berusaha, hanya setengah dari batang penisku yang berhasil masuk ke
rongga mulutnya itu. Dia pun mulai memaju mundurkan mulutnya dari penisku ini
sambil dihisap-hisap. Sensasi yang luar biasa dari idol berusia 19 tahun ini.
“sayang, jangan curang dong. Aku
juga mau diginiin, 69 kamu mau ya? Pliiis” ucapnya.. kok malah aku yang diminta
tolong ya? Gadisku ini sudah kembali lepas kontrol sepertinya. Tanpa persetujuan dariku, dia segera memposisikan
diri ke posisi 69. Dan dalam waktu singkat, tepat di depan mataku ada gua merah
merekah yang terlihat basah. Akupun mencoba membuka gua tersebut menggunakan
kedua tanganku. Dan terlihat benda sebesar kacang kedelai pribadinya.
Kujulurkan lidahku, kusapu bagian luar vaginanya. Terasa asin, namun demi
dirinya kurela melakukan hal yang baru pertama kali kulakukan ini (sebelumnya
aku belum pernah operasi lidah di vagina, biasanya hanya sekedar exe saja).
Setelah selesai menyapu bersih bagian vaginanya. Ku mulai menyelipkan lidahku ke
rongga vaginanya. Tersentuhlah klitorisnya itu oleh lidahku. Diapun tersentak
nikmat. Pinggulnya ditekan sehingga lidahku masuk semakin dalam. Di dalam
vaginanyapun lidahku terus beroperasi, ternyata nikmat juga seperti ini.
Beberapa waktu berlalu, diapun
mengejang hebat kembali. Ingin segera kulepas tubuhnya itu namun justru dia
menahanku agar tetap dalam posisi itu. Dan benar saja.. “serrrrr” bagaikan
pintu air katulampa. Wajahku disiram oleh cairan vaginanya itu.. terasa hangat
dan asin. Namun ku mulai bisa menikmati hal ini.
“gimana sayang? Enak nggak? Ah
aku kalah dua kosong dari kamu nih. Nggak mau tau, seenggaknya aku mau bikin
kamu jebol sekali dulu, baru kita udahan malam ini.” Ucapnya tak kenal lelah
dan waktu, karena saat ini sudah jam 2 malam atau mungkin bisa disebut jam 2
pagi juga. Lalu diapun inisiatif mengambil posisi WOT. Segera memposisikan
diri, menuntun penisku ke dalam vaginanya. Dan mulai menaik turunkan tubuhnya.
“ahhh.. ini yang telah aku rindukan selama ini” ucapnya saat penisku mulai
masuk ke dalam vaginanya.
Hampir seluruh batang penisku
masuk ke vaginanya, lalu ia mulai memompa tubuhnya ke atas dan ke bawah. Dia
mendesah akupun mendesah. Kulihat kesungguhannya dalam melakukan hal ini. Wajah
imutnya itu terlihat nakal. Dadanya berguncang-guncang walau ukurannya tidak
besar. Ku gemas melihatnya, kucoba bangkit duduk, lalu ku mulai menyerang
payudara mungilnya itu menggunakan bibirku. Kulumat puting susunya, kujilat
jilat. Hanya ada desahan nikmat dari mulutnya. Kedua tangannya mendekap erat
tubuhku seolah tidak ingin kehilangan momen sedetikpun.
Keringat kami berdua sudah
bercucuran sangat deras. Dinginnya AC pun sudah tidak terasa sama sekali.
“sayang, panas.. keluar lagi yuk.” Entah ku tidak protes sama sekali. Kuikuti
dirinya, kembali ke beranda kamar hotel. Kembali bertelanjang ria sambil
diterangi sinar rembulan.
Ku benar-benar sudah lepas
kontrol. Kuserang vaginanya dengan penisku dalam posisi doggy style. sedangkan
Dia hanya berpegangan pada pagar beranda. Kuhujamkan penisku dalam tempo cepat.
Kuremas remas payudaranya yang menggantung itu. Kembali ia mengalami orgasme
setelah beberapa menit kuperlakukan seperti itu.
Mungkin saatnya kuakhiri
permainan ini, ku segera mengambil posisi akhir. Kusenderkan badannya pada
pagar beranda. Kuhujam kembali vaginanya dengan penisku yang sudah terasa
berada di tahap akhir ini. Dengan tempo yang cukup cepat, yang membuat dia
hanya bisa mendesah “ahh.. ahh.. ahh” keenakan dengan kepala mendongak ke atas
saking menikmatinya. Kuangkat kedua kakinya itu. Kini badannya hanya ditopang
oleh pagar beranda. memang ekstrim sekali, tapi ini terjadi oleh diriku yang
sudah seperti kerasukan, yang tidak sabar untuk segera mencapai klimaks dari
permainan kami ini.
“ahh.. ilen... aku nggak tahan
lagi.. “ ucapku melenguh..
“keluarin di dalam aja
sayaanghhh.. aku ingin itu, rahimku menginginkan cairan ituhh..” jawabnya tanpa
didasari logika. Akupun sudah tidak bisa berfikir sehat, kukabulkan saja
permintaan dia. Kuhujamkan penisku lebih dalam lagi dan..”AAAAH ILEN AKU SAYANG
KAMU!!!” “crot, crot crot” sekitar 7 semburan spermaku mengisi rahimnya itu..
dia menerima semburan spermaku itu dengan mendongakkan kepalanya ke atas dengan
nafas yang tersengal-sengal..
Kulepas penisku dari vaginanya..
terlihat cairan spermaku luber sebagian keluar vaginanya.. diapun mengusap
vaginanya dengan tangannya, dan membersihkan tangannya dengan lidahnya.. “hmm
enak” ucapnya setelah menelan sperma-sperma sisa itu..
“sayang, makasih banyak yah..
kamu hebat.. aku belum pernah kayak gini. Tadi kamu bilang kalau kamu sayang
aku? Aku juga sayang kamu” ucapnya sambil memeluk diriku ini dengan mesra.
“maaf aku benar-benar keluarin di
dalam” ucapku menyesal.
“nggak ada yang perlu disesalkan
kok, biarkan ini mengalir saja. Kalau aku nggak hamil ya bagus, tapi kalau
hamil...” ucapnya terputus.
“kalau kamu hamil gimana len?”
tanyaku lagi gugup.
“aku mau kok hidup sama kamu
dengan keterbatasan kamu, aku udah tau konsekuensi dari kegiatan malam ini, dan
aku udah bertekad untuk siap menghadapinya.” Ucapnya cukup dewasa. Diriku
terkagum dengan pernyataannya barusan. Kupeluk ia lebih erat lagi. Lalu
kugendong ia ke kamar, kubaringkan ke tempat tidur. “sudah saatnya tidur, kita
bahas ini nanti pagi aja ya. Oyasumikwek” ucapku lalu kususul dengan mencium
keningnya. Tidak ada kata-kata yang terucap lagi darinya, memang dia sudah
sangat kelelahan. Tak lamapun aku tertidur pulas.
Esok paginya.. aku terbangun dari
tidurku, tak terlihat sosok ilen di sebelahku. Ternyata ia terbangun lebih
dulu, dan dia sedang mandi saat ini. Tak lamapun ia keluar dari kamar mandi
hanya berbalut handuk di rambutny, Selebihnya tidak. “eh kamu udah bangun.
Mandi yuk. Aku udah mandi sih, tapi pengen mandi lagi setelah ngeliat kamu.
Hehe” ucapnya nakal.
Akupun
menyetujuinya, dan kamipun masuk ke kamar mandi bersama-sama. Tidak perlu
dijelaskan proses mandinya seperti apa, pastinya kami bersenang-senang di
ruangan sempit itu. Selesai mandi, kami sarapan terlebih dahulu di hotel kami.
Lalu sekitar jam 10 pagi, kami check out dari hotel. Dan kamipun berpisah.
Namun tidak lupa untuk saling bertukar contact person. Karena kami tau bahwa
kami akan melakukannya lagi suatu hari nanti. Terimakasih Ilen
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
-Event Handshake-
Aku Elaine Hartanto, sedang
berada di meja bilik HandShake milikku. Terlihat dia di antrian HandShake ku.
ku merasa senang sekali walau sebenarnya sudah biasa kontakan lewat handphone,
entah chatsex,phonesex ataupun video call sex. Namun memang beda rasanya
apabila bertemu langsung.
“hai, gimana kabar kamu? Sehat
kan? Makasih udah dateng ke handshake ya” ucapku formalitas.
“baik-baik aja kok. Ya bisa lihat
sendiri lah kalau aku sehat. Kamu sendiri gimana len? Emmm.. kamu nggak hamil
kan?” Ucapnya pelan namun terdengar olehku..
“hehe nggak kok. Nggak kenapa-kenapa
akunya.” Jawabku meyakinkan dia.
Lalu HandShake dengannya pun
selesai, dilanjutkan dengan orang selanjutnya. Dia memakai pakaian serba
tertutup, memakai topi, kacamata hitam. Dan saat handshake dengannya pun dia
tidak mengeluarkan kata-kata lain kecuali “aku tau siapa dia”.
“eh? Maksudnya apa kak?” tanyaku , panggilan “kak” memang sudah menjadi panggilan andalanku kepada siapapun.
“nggak usah pura-pura nggak tau,
aku punya ini” jawabnya sambil memberikan sebuah amplop coklat kepadaku.
Handshake dengan orang tersebut pun terlewatkan, lalu disusul handshake dengan orang lain yang terasa
biasa-biasa saja.
Sesi Handshake pun selesai. Aku
segera melihat isi amplop coklat tersebut. Ku tersontak kaget, di dalamnya
terdapat foto-foto aku dan “dia” saat kami bercinta di beranda hotel. Ku panik,
segera ku lari ke arah toilet untuk menenangkan diri.
“hubungi gue di 08xxxxxxxxxx,
kalau lu mau hiduplu aman” tercetak pesan di salah satu foto yang berada di
amplop tersebut. Segera kuhubungi dia via text message. Ku memohon kepadanya
untuk tidak menyebarkannya.
Tak lamapun ada balasan sms
darinya. Ku sangat kaget dengan isi pesannya.
Gila.. ku benar-benar tidak bisa
melakukannya. Ku menangis panik di dalam toilet itu. Lalu tak lama Hpku
bergetar lagi, kulihat ternyata ada sms lagi dari orang tersebut.
“hahahaha. Gua yakin lo gabakal
mau. Kalau gitu. gua minta lo bawa seorang temen lo di JKT48 untuk menghadap
gua bareng lo. gua gak mau tau lo harus bawa seseorang ke alamat X , 2 hari
dari sekarang. Kalau lo nggak sanggup dalam 2 hari? Siap-siap kubur harga diri
lo”
Aku semakin panik, nggak tau
harus bagaimana. Apakah aku harus mengorbankan temanku? Atau aku sebaiknya
tanggung jawab sendiri?