Rabu, 30 September 2015

Private Lesson For Andela



Aku seorang pemuda yang kebetulan menjadi saksi atas skandal salah satu member JKT48 yaitu Elaine Hartanto. Dimana saat malam itu ku sedang dalam perjalanan pulang setelah hunting foto untuk tugas kampus dan ku melihatnya sedang bersetubuh dengan seorang lelaki di beranda sebuah hotel. Dan akupun berhasil mendapatkan beberapa foto dari kejadian itu.
Jujur ku iri terhadap lelaki itu yang bisa menikmati indahnya tubuh salah satu gadis pujaan banyak lelaki di Indonesia. Setelah berfikir cukup lama, ku nekat membuat sebuah surat ancaman menggunakan foto-foto itu. Karena memang pada hakikatnya seorang manusia memiliki hasrat seksual. Aku yakin melalui surat ancaman ini, aku berhasil mencicipi tubuhnya itu. Ah? Hanya tubuhnya? Kenapa tidak sekalian salah satu temannya. Satu dayung dua pulau terlampaui. Dan ku melalui surat itu menyuruhnya untuk menghampiriku bersama dengan salah satu temannya. Terserah siapa temannya itu.
Pada event HS ku nekat memberikan surat ancaman itu. Dan ternyata rencanaku berhasil. Ku berhasil memojokkan dirinya. Dan esoknya ku mendapatkan sms respon darinya. Bahwa ia sudah siap untuk menemuiku bersama dengan salah satu temannya. Ku menentukan meeting point di sevel senayan city. Dan ku melaju dengan mobilku menuju lokasi itu tak lama kemudian.
Sesampainya di sevel senayan city, ku segera meneleponnya. Menyuruh mereka masuk ke dalam mobilku. Awalnya keduanya hendak duduk di kursi belakang. “Woi! Satu depan sini!” bentakku akting. Ternyata ku bisa galak juga. Haha
Dan memang elaine lah yang duduk di depan menemaniku, walau dalam keadaan terpaksa. Kulaju mobilku menuju hunian milikku. Di perjalanan ku mencoba membuka suasana. Kali ini ku tidak memakai bentakan-bentakan seperti di sms ataupun barusan saat bertemu mereka tadi. “Ilen” panggilku.
“ehh.. iya? Ke..kenapa?” jawabnya takut.
‘hemm.. santai aja len. Gua nggak sekasar sebelumnya kok. Gua juga akting aja tadi. Gua mau main damai aja sama lo” ucapku meyakinkan.
“huff.. lalu.. apa yang kau mau?” tanya-nya dengan mulai tenang.
“gak muluk. Gua Cuma mau merasakan apa yang dirasakan oleh lelaki itu pada malam itu. Jujur, Gua merasa iri.” Ucapku sedikit mellow..
“oooh begitu.. asalkan kamu janji nggak bakal nyebar foto-foto itu.. aku bersedia kok memenuhi harapanmu itu. Lagian, kamu lucu yah. Sampai bikin skenario seperti ini untuk mengatakan hal sepele seperti itu. Hahahaha” ucapnya. Wah semakin santai nih bahasannya. Dan dia sudah benar-benar menyetujui permintaanku. Ku merasa sangat tidak sabar, maka kupercepat laju mobilku ini.
“hemm ilen, kamu setuju gitu aja?” tanya Andela kepada elaine.
“iyaa ndel.. aku setuju demi foto itu. Tapi yaa.. ternyata dia bukan orang jahat, dan dia lumayan ganteng lah. Hehe... lagipula “gituan” enak kok ndel. Kamu harus coba kapan-kapan.” Jawab elaine.
“ih.. nggak ah. Nggak mau! Ngebayanginnya aja aku geli len. “ Andela menolak ucapan elaine tadi. Sedikit kecewa timbul di benakku.
“yah ndel. Kamu nonton dulu aja deh yaa.. nanti kalau mau tinggal bilang aja. Hehe” jawab elaine lagi. Lalu tiba-tiba badannya menghampiriku yang sedang menyetir mobil. Pipiku dikecup olehnya. Lalu turun ke arah leherku yang sedang penuh keringat ini. Dijilatinya leherku dengan sungguh-sungguh. Penisku pun seketika ereksi keras.
“hhh.. len geli ah..” desahku di tengah permainan lidahnya itu. Mendengar responku seperti itu. Dia semakin aktif lagi mengerayangi tubuhku. Kini tangan kirinya sudah berada di depan jeans daerah selangkanganku. Tangannya mencoba menggenggam penisku dari luar jeans. Dan dia berhasil menemukan bentuk dari penisku yang tercetak pada jeans ini. astaga elaine agresif ternyata. Nggak nyangka ya..
"hemmm.. Gede juga ya. Padahal ini baru aku pegang dari luar jeans. Jadi mau tau ukuran aslinya nih. Hehe" ucapnya.  lalu dengan tangan kanannya yang masih nganggur ia mencoba membuka kancing beserta resleting jeansku. Setelah kedua benda tersebut bisa diatasi, tangan kirinya melesat masuk ke dalam jeans dan berhadapan dengan menghalang berikutnya yaitu boxer milikku. Kembali ia meraba raba ukuran penisku.
"hhh... Ilen... Kamu nggak sabar banget ya? Jangan curang kayak gini dong." protesku. Sebenarnya nggak protes. Justru cuma memancing dia agar bertindak lebih jauh lagi.
"oh kamu mau yang adil? Oke. Sini.." ia menjawab dan seketika tangan kiriku yang tadinya memegang tuas gigi mobil ditariknya dan didaratkan di payudara kanannya. "mainin dong. Biar adil kan kata kamu?" ucapnya cerdik.
Duh elaine ini agresif banget. Bersyukur ku bisa mendapatkan service seperti ini. Namun ku tidak lupa dengan kehadiran andela di bangku belakang. Kulihat melalui spion tengah, andela menyaksikan adegan kami dengan penuh rasa penasaran. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang bertanya tanya seperti itu. Kembali lagi fokus kepada elaine. Ku coba meremas dadanya yang tidak terlalu tumbuh itu.
"ahh.." hanya itu yang terucap dari mulutnya saat kuremas remas dadanya.tak terasa tangan kiri elaine sudah memegang penisku tanpa perantara. Bahkan dia mencoba mengeluarkan penisku dari sesaknya ruang celanaku. Dan memang. Dalam beberapa saat. Penisku berdiri tegak tanpa terhalang kain apapun.
"eh kamu fokus nyetir aja daripada kenapa napa nanti." ucapnya lalu mencoba menyingkirkan tanganku dari dadanya itu. Dan mengembalikan tanganku ke tuas gigi mobil. Lalu ia mulai mengocok penisku yang sudah sangat tegang itu. Sungguh nikmat. Menurutku inilah pengalaman ternikmat saya saat mengendarai mobil.
"selamat menikmati" ilen berkata demikian. Kata kata tersebut biasa kudengar di dalam theater. Namun ini berbeda. lalu dia membungkukkan badannya, mendekatkan wajahnya kepada penisku. Dan di saat kepalanya dan kepala penisku berjarak tidak lebih dari 5cm. Ia menjulurkan lidahnya. Dan bertemulah kepala penisku dengan lidahnya.. Lidahnya terasa kenyal, basah. Kembali kulihat andela. Dia menunjukkan ekspresi kaget. Mulutnya menganga. ah peduli amat. Yang penting elaine ini. Elaine kini menjilat jilat penisku. Lalu tak lama ia mencoba melumat penisku dengan mulutnya. Saat penisku masuk ke balik bibirnya. Ia kembali menjilat jilat. Namun temponya cepat. Mulutnya menghisap hisap. Sesekali ia memaju mundurkan kepalanya untuk memberikan rasa lebih nikmat kepadaku.
"ugh.. Len.. Nikmat.. Enaa.." ucapku meracau. Namun tetap saja ku lihat ke belakang melalui spion. Terlihat andela yang masih menyaksikan kegiatan elaine dan aku di depan. Namun.. Oh god.. andela terlihat menggigit bibir bawahnya dan seringkali menjilat bibirnya sendiri. Sepertinya dia terangsang.
selang 7menit seperti itu.. "emm.. ilen.. " andela tiba tiba memanggil ilen yang sedang asyiknya menikmati penisku ini. Ilen meresponnya beberapa detik kemudian. Ia melepas kulumannya pada penisku. Dan penisku ditinggalkannya dalam keadaan basah belepotan air liurnya.
"iya kenapa ndel. kamu juga mau?" tanya ilen kepada andela.
"eh? eng.. Nggak ih. Nggak mauu.. " andela menjawab terbata bata. Wajahnya memerah..
"ah ndel. Kamu jangan bohong ah. Ekspresi kamu menunjukkan iya loh. Sini tangan kamu" jawab elaine lagi.
"eh? Buat apa len?" tanya andela keheranan.
"udaah.. Sini aja ndel tangan kamu" jawab elaine lagi. Andela mengulurkan  tangannya ragu ragu. Dengan cepat elaine meraih tangan andela dan mencoba membimbing tangan itu ke penisku. Beberapa saat kemudian terasa kulit telapak tangan andela menyentuh batang penisku. Diusapkannya tangan andela ke penisku. Dan elaine membimbing tangan andela untuk menggenggam batang penisku itu. Tangan andela tidak kalah halus dengan tangan elaine. Namun tangan andela terasa bergetar. Dia masih grogi ternyata.
"ilen. Aku malu kayak gini ah" protes andela.
"udah ndel. Rileks ya. kamu bakal terbiasa kok. Ngga usah malu. Cuma ada kita bertiga kok  di sini." elaine membujuk andela agar bisa rileks. Elaine mengayunkan tangan andela naik turun. Terasa berat gerakannya karena memang andela masih belum terbiasa. Namun perlahan lahan genggamannya semakin rileks. Dan ayunannya semakin halus.
Tak butuh waktu lama bagi Andela untuk beradaptasi pada hal yang baru dilakukannya itu. Elaine merasa andela sudah tidak butuh bimbingan tangannya lagi. Dilepaskannya tangan elaine dari tangan andela. Dia membiarkan andela berperan penuh dalam aksi memuaskanku kali ini. Kini andela benar benar mengambil penuh kemudi penisku ini. Kocokannya terasa nikmat sekali. Sesekali andela memainkan lubang penisku yang sudah sedaritadi mengeluarkan pelumas. Dan tak jarang pula andela menyusupkan tangannya lebih dalam, menggapai buah zakarku. Dan meremas remas buah zakarku dengan halus, sungguh nikmat.
Penisku dikuasai andela.sedangkan Elaine mencoba melumat bibirku. Kubiarkan hal itu namun tidak berlangsung lama. Karena ku masih harus fokus dalam menyetir. Diapun mengerti dan merubah haluan ke telingaku. Sumpah, nikmat nikmat geli yang tak tertahankan di saat kupingku disapu oleh lidahnya itu. Setelah puas menyapu telingaku, elaine kembali menjilat jilat leherku yang menjadi salah satu titik kelemahanku.
Ternyata andela semakin lama kocokannya semakin cepat. Dan elaine tak pernah melepas lidahnya dari leherku. Aku yakin tidak lama lagi pertahananku akan jebol. Dan ternyata benar, sekitar 3 menit kemudian. Setelah usaha kenikmatan yang diberikan mereka berdua. Penisku terasa berdenyut denyut. "emmhh.. nggak tahan lagi." dan seketika penisku menyemburkan spermanya.. Entah berapa semprotan ku tidak menghitungnya karena saking nikmatnya. Semprotan spermaku mengenai baju elaine, tangan andela, dan banyak yang luber di celana jeansku.
"duh... Ilen.. Kok lengket gini? " tanya andela sedikit jijik.
"ya namanya juga sperma ndel. Cobain deh. Enak loh asin asin gitu" ucap ilen sambil mencoba membersihkan spermaku yang terkena di bajunya. Lalu ia juga membersihkan sperma yang di jeansku. Dan ia menjilati jari jarinya yang dipakai untuk membersihkan kedua benda barusan.
"ih.. Nggak ah len. Jijik aku.." ucap andela ragu dengan ucapan elaine.
 Elaine mendengar hal itu lalu segera meraih tangan andela dan menjilati tangan andela yang belepotan sperma milikku itu. "yasudah aku yang nikmatin aja sisa sisanya ya. Hehe" ucapnya setelah membersihkan tangan andela. Lalu ia kembali memberikan oral seks kepadaku. Penisku disedotnya berharap masih ada sisa sperma yang tersisa.
"ahh nikmatnya." ucap elaine lega.
"kalian luar biasa.. Makasih ya ilen, kamu dahsyat, andela kamu juga walau masih baru tapi bisa beradaptasi dengan baik kok. Hehe sekali lagi terimakasih ya" ucapku lega. Andela hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.
Sedangkan elaine.. "baru ronde satu kan ini? Rumah kamu dimana sih? Aku nggak sabar ronde selanjutnya pasti lebih seru. Hehe" ucapnya.
"nggak lama lagi kok len. Sabar yah sayang." jawabku lalu mencoba memeras gemas dada kanannya dengan tangan kiriku.
"ihh genit. Nanti aja ya. Kalau di mobil nggak enak kan ngeremesnya masih kena baju. Nanti di rumah kamu aku nggak pake apa apa lagi kok. Anggap aku sepenuhnya milikmu. " ucap elaine meyakinkanku. Kupacu terus mobilku hingga akhirnya sekitar 10 menit kemudian kami bertiga tiba di hunian pribadiku itu.
Sebagai tuan rumah yang baik sebaiknya harus bisa memperlakukan tamu dengan baik, contohnya mempersilahkan masuk para tamu dan mempersilahkan tamu untuk duduk di tempat yang sudah disediakan. “mau minum apa?” tanyaku kepada mereka. Ternyata mereka hanya butuh air putih saja. Nggak mau ngerepotin katanya mah. Setelah membawakan mereka minum, ku izin kepada mereka untuk mandi terlebih dahulu. Mereka pun mengizinkannya.
 (sudut pandang : Andela )
Aku dan elaine sudah sampai di rumah lelaki itu. Dan kami berdua dipersilahkan masuk dan duduk di sofa di ruang tamu, lalu kami ditawari untuk minum. Kami menjawab cukup air putih saja. Karena kami pun tidak mau merepotkan orang ini. Kulihat dari keadaan rumahnya sepi, sepertinya memang dia tinggal sendiri di rumah ini. Tak lamapun orang tersebut datang membawakan minuman pesanan kami. Dan dia meminta izin untuk mandi terlebih dahulu.
Saat dia sudah pergi meninggalkan kami berdua. Aku mencoba untuk membuka pembicaraan dengan elaine. “len.. aku lihat kamu tadi.. ada yang bikin aku penasaran.” Tanyaku kepadanya.
“ehmm.. mau naya apa ndel? Tentang yang tadi di mobil? Kamu suka kan?” tanyanya balik.
“hemm gimana ya len? Aku baru pertama kali lihat penis secara langsung. Sebelumnya aku Cuma lihat dari film aja. Kaget juga pas tadi lihatnya. Ternyata nggak jauh sama yang kayak di film ya?” jawabku.
“hahahaa. Aduh andela, andela.. ya jelas lah nggak jauh. Mau yang di film, ataupun yang tadi kamu pegang juga sama sama penis kan? Ya seperti itulah penis. Aduh andela, kamu polos banget sih.” Ucapnya.
“hemm yang ini yang aku mau tanya ke kamu len.. tadi aku kan Cuma berani pegang aja sama kocok kocok penis. Tapi kamu? Tanpa ragu kamu masukin penis itu ke mulut kamu. Dan bahkan kamu meminum cairan yang keluar dari penis itu. kamupun terlihat seneng banget tadi. Emangnya seenak itu ya len?”
“enak apa nggaknya Cuma bisa tau kalau udah nyoba sih ndel. Awalnya aku juga takut, bahkan aku dulu dipaksa sama cowo aku buat ngerasain. Tapi ternyata? Ya tadilah yang kamu lihat itu jawabannya.. pokoknya, cobain aja dulu. Soalnya Cuma kamu sendiri yang bisa menilai enak atau nggaknya setelah kamu coba sendiri.” jelasnya.
“tapi aku takut len, apalagi kan pasti kotor. Aku takut kenapa-kenapa nanti” jawabku takut.
“takut kenapa ndel? Ayolaah ndel.. lihat aku. Aku nggak kenapa-kenapa kan? Justru aku tadi terlihat bahagia kan? Kenapa aku merekomendasiin kamu buat coba? Karena aku mau membagi kebahagiaan tadi itu ke kamu ndel. Kamu layak untuk mendapatkan kebahagiaan itu.” Jawab ilen berniat meyakinkanku bahwa hal itu tidak kenapa-kenapa.
Aku terdiam, termenung. Apakah aku sebaiknya mengikuti saran elaine? Apa aku harus tetap menjaga kesucianku ini?
Tak lamapun lelaki itu keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.
“siap untuk ronde 2? Here we go!!” ucap elaine kegirangan. Lalu Elaine menghampiri lelaki itu, menarik kain handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya sehingga handuk itu terlepas. Dan dia tidak memakai kain apapun lagi di balik handuk itu. Jadi, he’s totally naked in front of us. Penisnya belum mengeras. Namun terlihat besar.
Aku berfikir sejenak, lama kuperhatikan penisnya seolah menggodaku. Menggoda untuk disayang olehku seperti apa yang kulakukan tadi di mobil atau bahkan lebih dari itu. Hal yang belum bisa terbayangkan olehku.
“aku duluan ya ndel. Kamu nonton dulu aja” ucap elaine. lalu ia menanggalkan seluruh pakaian yang ia pakai. Terpampang kedua insan tak berbusana yang mungkin sudah tidak sabar untuk segera bersenggama.
Tunggu dulu, itu berarti Cuma diriku yang masih memakai pakaian lengkap di rumah ini? Apa yang sebaiknya kulakukan?

(sudut pandang : lelaki )
Walau tadi di mobil dapet yang enak-enak. Tapi tetep aja suhu di Jakarta selalu nggak bisa kompromi meski udah pakai AC. Alias, panas banget bos.. jadi.. sampai rumah, layani tamu sewajarnya terlebih dahulu. Lalu.. mandi..
Karena memang hidup sendiri di rumah ini, ku biasa keluar kamar mandi hanya berbalut handuk. Dan ternyata teraplikasi saat ini, kebablasan lupa kalau ada 2 tamu cantik yang datang ke rumahku. Yasudahlah mau bagaimana lagi? Pede aja keluar kamar mandi hanya berbalut handuk. Karena pakaian yang tadi kupakai sudah kumasukkan ke mesin cuci yang ada di dalam kamar mandi.
Begitu keluar dari kamar mandi. Ku langsung dihampiri oleh salah satu gadis yang mampir ke rumahku itu. Elaine. Dan tanpa basa-basi dia mengatakan “siap untuk ronde 2? Here we go!!” lalu menarik handuk yang melilit di pinggangku itu sehingga terlepas. Dan.. oke.. gue bener-bener terpampang bugil di depan mereka.
Elaine terlihat sudah bernafsu tinggi, sedangkan Andela terlihat bengong. Tatapannya tertuju kearah penisku ini. Dasar cewek lugu.. sedangkan Elaine saat ini menanggalkan pakaiannya satu persatu, mulai dari ikat rambutnya, lalu kancing kemejanya terlepas seutuhnya dalam hitungan detik. Terlihat Bhnya yang berwarna pink muda di balik kemejanya itu. Lalu tanpa basa basi ia lepas kemejanya itu. Dan juga melepas hotpants yang ia kenakan.
Penisku bangun seutuhnya disaat melihat seorang gadis imut pujaan banyak lelaki di Indonesia berada di depan mataku hanya mengenakan 1 set pakaian dalam berwarna pink muda. Meski badannya tidak sexy. Namun ya namanya hasrat lelaki. Elaine melihat penisku berdiri. Tak perlu berfikir lagi ia langsung melepas 1 set pakaian yang masih menempel di tubuhnya. Dan tak lama kemudian. She’s totally naked. And i like it. Fikirku lalu menelan ludah. Kulihat andela masih dalam keadaan terbingung-bingung. Entah apa yang ada dalam fikirannya. Ku yakin, elaine pasti kudapatkan. She’s not my target. Andela? She’s my challenger. Apakah aku bisa mendapatkannya juga?
“eh kamuuu.. kok bengong? Terkesima ya liat tubuh aku?” tanya elaine kepadaku.
“ehmm.. gimana ya? Daritadi Cuma kepikiran. Kamu yakin nih?” tanyaku balik.
“perlukah keyakinan yang berlebih untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan? Nggak usah basa-basi lagi kayaknya ya?” jawabnya. Lalu ia melompat ke arahku. Mengaitkan kedua tangannya pada leherku. Tingginya yang tidak sesuai denganku membuat tubuhnya tergantung. Maka kutopang pantatnya dengan kedua tanganku. Kedua kepala kami berjarak tidak lebih dari satu jengkal tangan. tanpa menunggu waktu lagi, elaine segera mendaratkan bibirnya pada bibirku. Dan lidahnya segera menyeruak masuk ke dalam rongga mulutku. Kami bersilat lidah kemudian. Kadang lidahnya di dalam mulutku. Atau bahkan bergantian lidahku yang menyeruak ke dalam rongga mulutnya. Kedua mata kami terpejam menikmati permainan kami.
Masih dalam keadaan berciuman, Kudaratkan tubuhnya pada sofa yang ada di dekat kami. Kini tanganku beroperasi pada kedua payudaranya. Kupilin puting susunya yang mungil menggemaskan itu. Tidak ada respon lain darinya kecuali melalui ciumannya yang semakin ganas. Tangannya sudah tidak lagi mengait di leherku. Tangannya mulai meraba raba tubuhku semakin ke bagian bawah. Dan sampailah salah satu tangannya pada batang penisku yang berdiri total. "kok lebih gede ya? Hehe pasti karena bener bener terbebas dari kandangnya" ucapnya.
"len. Siap ya? Aku mau membalas apa yang kamu perbuat tadi di mobil" ucapku setelsh ciuman pada bibirnya kulepaskan. Kini ku mengarahkan kepalaku ke lehernya yang terbuka. Ku mulai menjilati dan menghisap hisap lidahnya.
"aaah.. Sayanghh.. Geli.. Hhh.. Geli.. " ucapnya kegelian.. Namun tidak kuhiraukan. Biarlah ia menikmatinya. Selagi kumenjilati lehernya dengan penuh nafsu. Tangan kiriku tetap memilin puting dada kanannya. Sedangkan tangan kanan ku  mulai menyelusuri tubuh bagian bawahnya. Kuraba pahanya mengarah ke pangkalnya. Lalu ku mulai sentuh vaginanya yang tidak berbulu itu. Kuelus elus bibir vaginanya yang sudah sangat basah itu. Hal tersebut membuat elaine semakin mendesah nikmat. Denguhan denguhannya semakin jelas terdengar. sementara itu sekilas-sekilas kulihat andela menyaksikan pergelutan kami dengan seksama. Nafasnya sudah tersengal-sengal. Dan terlihat ia jadi sering merubah posisi tubuhnya. Hmm. Kena deh..
Kuterus pancing emosi andela dengan cara menunjukkan permainan yang cukup panas antara aku dengan elaine. Kubuat elaine benar benar mengerang nikmat saat kucoba mengorek lubang vaginanya menggunakan satu jariku. Dengan serviceku seperti itu. Tidak lama kemudian pertahanan elaine jebol. "sayaaanghhh.. Aku keluar.. Nngghhhhh...." lalu terasa aliran yang deras dari dalam vaginanya.. Vaginanya menyemprotkan cairannya sangat banyak. Ku tidak menyangka gadis imut ini bisa mengalami squirting..
Setelah itu, elaine terdiam mengatur nafasnya. Ku kembali melihat ke arah andela. Kulihat ekspresinya terkejut karena kejadian yang barusan dialami elaine. Namun.. Oh god.. Tangan kanannya berada di balik roknya.. Kuyakin ia telah meraba raba vaginanya sendiri selagi ku memperlakukan elaine seperti tadi. Lalu ia menyadari bahwa ku memperhatikannya, terutama pada tangannya. Dia segera memindahkan posisi tangannya ke luar roknya. "ehhh.. Nggak kok.. Cuma gatal" ucapnya mengelak.
"hhh... Ndel.. Kamu mau kan?? Sinih aja ndelhh.. Giliran kamu tuhhh.." elaine mengajak andela dengan ucapan yang disertai dengusan nafas lelah.
"ehhh? Nggak ah.. Nggak.." jawab andela.. Namun terlihat ia menelan ludah.. Dasar nggak bisa jujur. Udah jelas ia menginginkannya.
"sayang.. Jemput andela sana.. andela mau tuh.. Tapi pelan pelan ya ke dia.. Masih baru soalnya.. " ucap elaine lagi. Melihat kondisi andela seperti itu, ku jadi prihatin. Ku tau andela sangat menginginkan hal ini namun dia malu mengatakannya. Ku menghampiri andela. Lalu meraih tangannya.. Gemetaran..
"andela.. easy.. Its gonna be okay. Im sure you gonna like it" ucapku. Pakai english biar keren fikirku.. Agar ia terbiasa, kubimbing tangannya yang masih gemetaran itu ke arah penisku.. Setelah penisku tersentuh tangannya. Ternyata ia tau apa yang harus dilakukan setelahnya, yaitu menggenggamnya dan mulai mengocoknya perlahan. Ternyata ia masih ingat yang di mobil tadi. Namun terlihat di wajahnya kedua matanya yang tertutup. Andela belum berani melihatku secara langsung.
"kenapa ndel? Rileks aja. Nggak usah ditutup matanya. Sayang, tadi andela bilang mau coba BJ tuh" ucap ilen. "Benarkah? Oke kalau gitu biarkan diriku yang menghampiri andela" fikiranku berkata demikian. Aku semakin mempersempit jarak tubuhku dengan andela. Terasa dari genggamannya pada penisku bahwa ia semakin tegang.
“ilen, aku takut..” ucap andela lirih, masih memejamkan matanya. Kini penisku sudah benar benar dekat dengan kepalanya. Andela mengetahui hal tersebut karena memang penisku masih dalam genggamannya.
“ndel. Kamu inget kan aku tadi sebahagia apa? Ayolah. Masa kamu takut akan sebuah kebahagiaan? Be brave ndel.” Ucap elaine mencoba meyakini andela. Dan setelah dibujuk seperti itu, andela mulai berani membuka matanya secara perlahan. Ia curi-curi lirik terhadap penisku. Namun setelah beberapa saat, ia akhirnya benar-benar berani untuk melihat secara langsung. “glek”, ia menelan ludah.
“ndel, kamu tau kan harus gimana lagi? Jangan Cuma diliatin aja. Anggap itu sebuah lolipop. Nikmati lolipopmu ndel.” Ucap elaine lagi. Andela seperti mengerti apa yang dimaksud elaine. ia mencoba mendekatkan kepalanya terhadap kepala penisku. Wajahnya benar benar memerah. Akupun menjadi degdegan, tidak sabar ingin segera diBJ oleh andela. Waktu berasa berjalan sangat lama di saat ku menunggu hal itu. Dan.. bibir hangat andela berhasil menyentuh kepala penisku. Awalnya Andela hanya berani mengecup penisku saja entah bagian mananya, mau di kepala atau bahkan di pangkal.
“ndel, aku baru tau kalau makan lolipop itu dicium cium aja. Jilat dong, terus emut.. enak kok.. inget kan sebahagia apa aku tadi?” protes Elaine karena jengkel melihat tindakan yang diambil Andela hanya sebatas cium penis. Andela berhenti sejenak, “glek” dia menelan ludah. Lalu ia mencoba untuk mulai menyapu penisku ini dengan lidahnya. Selayaknya sebuah lolipop, penisku menerima perlakuan spesial dari sapuan sapuan lidahnya itu. Hingga peniskupun basah seutuhnya oleh air liurnya. Namun ya tetap saja, nggak berasa nikmatnya. Tapi biarlah, kubiarkan newbie satu ini menikmati mainan barunya dulu. Nanti gue ada gilirannya sendiri kok hahaha.
“hmm.. aku emut yah...” ucap Andela. Kuyakini dia bahwa aku sudah menunggu hal itu. Andela mengangguk lalu mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Ughh.. anget coy.. nikmat banget. Meski penis gue nggak seutuhnya masuk. Tapi sensasinya berasa. Apalagi di saat Andela mulai maju mundurin kepalanya.. gesekan antara bibir dia dengan batang penisku itu berasa banget nikmatnya.. Andela sepertinya mulai jago improvisasi, disamping dia mengemut-emut penisku ini, lidahnya pun tetap menjilati kepala penisku ini.. shit.. gakuat.. lepas ajadeh daripada bucat duluan..
“ndel... lepas dulu yah.. ku takut jebol nih pertahanannya.. jujur, kamu mantep banget teknik BJ nya. Padahal awalnya kamu ngeliat aja nggak berani. Tapi perkembangan kamu pesat banget.” Pujian kuberikan kepada andela, bukan sekedar kata-kata motivasi, tapi memang begitu keadaannya. Aku berdirikan Andela. Kucoba dekatkan kepalaku ke kepalanya, lalu kusambar bibirnya. Tidak ada tanda penolakan darinya, justru dia memberi respon positif berupa membalas pagutanku. Dan di saat lidahku mencoba masuk liang mulutnya. Lidahkupun langsung disambut hangat oleh lidahnya. Kalau orang lain merasakan hal serupa sepertiku, mereka nggak akan percaya kalau Andela itu seorang Newbie.
Tanganku mulai meraba-raba dadanya. Wah jauh lebih besar dari Elaine.. kuremas-remas dadanya selagi kami tetap berpagutan mesra. Andela benar-benar menikmati permainan kami, permainan lidahnya sungguh luar biasa. Matanya sedari tadi terpejam menikmati permainan.. ku mulai mengangkat kaosnya itu. Justru tanda positif yang diberikan, dia membantuku untuk segera melepas kaosnya itu. Selesai dari kaosnya.. kulepas pengait jeansnya. Setelah pengait jeansnya kulepas. Ia yang melepas celananya itu sendiri.. kini kondisi andela hanya berbalut 1 set BH CD berwarna putih yang memiliki motif sama.. “Ndel. Dibuka semua yah” ucapku membujuk..
“Buka aja sayang, aku udah nggak peduli. Aku pengen coba itu” ucapnya terengah-engah... baiklah kalau dia yang meminta... ku lepas semua pakaian yang tersisa menempel di tubuhnya itu. Dalam hitungan detik.. Taraa... Andela benar-benar bugil.. dadanya sempurna.. putingnya kecoklatan menggoda.. dan memiawnya... ditumbuhi bulu halus yang cukup tebal.. sepertinya andela ini kurang bisa merawat memiawnya hahaha..
“Andela.. gue tau, lu emang udah ngebet.. tapi sorry yah.. gantian.. gue duluan.. hehe gakpapa kan ndel? Nonton aja dulu” Elaine tiba-tiba berkata demikian..
“Sayang.. kamar kamu di mana? Lanjut di kamar aja ya.. aku mau lebih leluasa geraknya.” Tanya Elaine kepadaku. Kubawa Elaine bersama Andela ke kamarku. Dalam keadaan semuanya bugil tentunya.. Kubiarkan Andela duduk di sofa yang berada di sisi kamarku. Sedangkan aku dan Elaine langsung berbaring di kasur pribadiku itu.
“ciyee itu poster.. kamu wotanya shani ya ternyata.. coba aku bawa dia sekalian tadi..” celetuk elaine sebelum ku mulai take action.
“ih apaansih.. aku udah ada kamu sama andela.. udah cukup kok.. untuk saat ini... yuk mulai” ucapku mengalihkan pembicaraan.
“kapan-kapan aku bawa deh. Dia setipe kok sama aku” ucapnya lalu mulai mencumbuku dengan nafsu. Posisiku dibawah dia di atas.  Dia mulai menghujam mulutku dengan lidahnya. Sudah terasa banget kalau Elaine ini udah gatel minta diexe langsung..
“yang.. main cepet aja ya.. Andela juga udah nggak sabar tuh.” Kulihat andela sepertinya benar-benar sudah tidak sabar. Dia saat ini menggosok gosok vaginanya sendiri..
“hmm oke.. yaudah kamu mau main kayak gimana? Tanyaku ke Elaine. dia tidak menjawab dengan kata-kata. Namun dengan cepat ia mengambil posisi jongkok. Mengarahkan Vaginanya di atas Penisku. Lalu mulai memasukkan penisku ke dalam vaginanya itu dengan cara memompa tubuhnya naik turun. Pada awalnya pelan. Namun makin lama pergerakannya semakin kencang. Aku tidak melakukan aksi apapun. Ini benar benar elaine yang mengambil alih. Dipercepat goyangan pinggulnya. Terdengar erangan erangan nikmat dari mulutnya.
Lalu ia berhenti sejenak. Mengatur nafas.. “sayang, giliran kamu doggy aku sekarang. Aku sebentar lagi break the limit” ucapannya membuatku terpacu. Ku balikkan tubuhnya. Kuarahkan penisku ke vaginanya dari belakang. Lalu ku mulai memasukkan penisku itu dengan tempo pelan. Kubiarkan tempo pelan hingga berapa kali tusukan. Setelah itu ku mulai percepat gerakanku. Elaine pun mulai mengerang keenakan lagi. Semakin kupercepat gerakan tubuhku sambil tanganku memilin puting susunya, sedangkan tangan yang satu lagi sibuk diemut dijilat oleh Elaine sambil ia mengerang kenikmatan.
“Sayaaaaangh... im.... enough....” ucapnya.. “serrrrrrrrrr” terasa semburan air cinta yang sangat deras dari dalam vaginanya.. membasahi seluruh penisku.. kulepas penisku dari vaginanya, namun vaginanya masih tetap mengeluarkan cairan.. ternyata dia squirting... dia squirting cukup lama sampai sampai ini sprei tempat tidur benar-benar basah. Yah harus laundry lagi inimah.
“sayanghh.. makasihh... aku senanghh hari ini...” ucapnya lalu kembali mengecup bibirku mesra. Namun kali ini cukup berpagutan, tidak sampai french kissing. Sepertinya dia benar-benar kelelahan.. oke saat ini giliran Andela.. kulihat Andela pun masih sibuk bermasturbasi dengan caranya sendiri.
“Andela.. yuk.. giliran kamu sekarang..” ucapku.. Elaine kubiarkan tidur di ranjangku itu.. toh double bed ini.. Andela datang menghampiriku ragu-ragu. Ia sepertinya masih takut akan hal ini.
“kenapa Andela? Kamu rileks aja.. kayak tadi pas kamu coba pegang dan blowjob penis aku. Sekarang kamu rileks aja. Aku yakin nggak kenapa-kenapa kok.
“bukan itu.. aku takut kehilangan kesucian aku” jelas Andela.
“aku tau pasti ada keraguan mengenai kesucian itu. Tapi coba lihat Elaine. dia udah melepas kesuciannya sejak lama, dia juga bahkan berani bugil di balkon hotel. Tapi lihat dia sekarang? Nggak kenapa-kenapa kan? Dia tetap bahagia. Justru di ranjanglah dia benar-benar terlihat bahagia. Aku yakin kamu juga perlu hal itu. Karena sungguh, memadu kasih itu benar-benar suatu hal yang luar biasa. Hmm gini deh, untuk urusan bersenggama, kamu jujur aja sama diri kamu sendiri. kalau kamu mau, tiduran di ranjang aku. Kalau nggak mau, kamu duduk di sofa aja. Nanti kita petting aja kayak tadi. Gimana?” ucapku menjelaskan lalu memberikan sebuah penawaran.
Andela berfikir sejenak. Dia mencoba memahami dirinya sendiri. Dan beberapa saat kemudian. Andela menghampiri ranjangku. Dia naik ke ranjangku dan mulai merebahkan tubuhnya di ranjang, rebahan persis di sebelah Elaine. kutindih tubuhnya, kumulai menciumi bibirnya itu. Tanganku juga tidak lupa untuk beroperasi di bagian vitalnya, tangan kananku memilin putingnya sedangkan tangan kiriku mulai mengobok vaginanya. Terasa Nafsu naik dari ciuman Andela. Permainan lidahnya semakin liar. Nafasnya semakin tersengal sengal. Putingnyapun menjadi lebih tegang. Dan tentunya, vaginanya bener bener udah becek..
“sayang.. udah mau masukin?.. aku udah nggak tahan pengen ngerasain” ucap Andela.. ucapannya benar benar membuatku hilang akal sehat. Dengan kata-kata “oke sayang aku masukin ya”, aku mulai mengarahkan penisku ini ke lubang vaginanya. Dan kucoba masukkan secara perlahan. Kulihat Andela hanya bisa menggigit bibirnya. Sepertinya dia gugup.. tapi dia mencoba meyakinkanku bahwa ia tak apa-apa melalui anggukan kepalanya. Aku dengan dia seolah-olah sudah memahami bahasa non verbal milik kita..
Kini kepala penisku sudah masuk ke liang vaginanya.. terasa hangat dan sangat becek. Namun tidak sampai di situ saja, kumulai lagi memasukkan penisku secara perlahan.. Andela kembali hanya bisa nafas tersengal dan menggigit bibir. Tetap mencoba memasukkan lebih dalam, namun di saat penisku baru setengahnya masuk. Terasa ada sebuah selaput yang menghalangi. Sudah pasti itu tembok kesucian dia. “Andela.. kamu yakin nih?” tanyaku, Andela hanya menjawab dengan senyuman manisnya beserta dengan anggukan kepala.
Kudorong lagi penisku dan, bless.. terasa penisku telah merobek selaput kesuciannya itu.. maafkan aku Andela.. kubiarkan terlebih dahulu.. kucabut lagi penisku, penisku berlumuran darah. Dan dari liang vagina Andela pun masih mengalir cairan darah kesuciannya itu.. kulihat Andela sedikit mengeluarkan Air mata.. “sedikit sakit.. tapi aku yakin ke  depannya pasti akan menjadi nikmat. Jadi nggak apa – apa kok.. ayo sayang lanjutin” ucap Andela kepadaku.. kubiarkan sebentar karena nafasnya masih belum seimbang.. setelah 2 menit akhirnya nafasnya pun kembali stabil. Tentu sebelumnya ku telah membersihkan noda darah di penisku, dan juga di sprei secara seadanya.
“Andela. Aku mulai lagi yaa” ucapku. Andela kembali menjawab lewat senyuman dan anggukkan. Ku kembali memasukkan penisku. Kali ini temponya lebih cepat dari yang tadi. Andela yang tadinya hanya bisa menggigit bibir. Kini mulai mengeluarkan denguhan nafasnya..
Kumasukkan terus penisku ke liang vaginanya yang masih seret ini.. namun akhirnya peniskupun bisa masuk sepenuhnya.. Andela terlihat gelagapan namun ia tampak bahagia.. “aaah... enaa” ucapnya.. kumulai untuk memaju mundurkan penisku itu.. dengan tempo pelan.. namun makin lama temponya kusengaja percepat agar kenikmatan yang tak ada duanya itu tercapai.. akupun mencapai pada tempo tercepatku.. kusodok sodok vagina Andela dengan kecepatan tinggi. Ia hanya bisa mendesah “ahh.. ahh.. ahh” di saat ku perlakukan seperti itu. Namun dadanya yang menggemaskan itu berguncang guncang naik turun.. masih dalam keadaan penetrasi cepat seperti itu, aku mulai menjilati lehernya yang jenjang itu. Itu memberikan sensasi geli yang berlebih untuk andela.. ditambah lagi tanganku beroperasi pada puting dadanya. Kupilin pilin putingnya bagaikan sedang tune radio.
Andela meminta ganti posisi.. “aku mau coba posisi yang kayak ilen tadi. Yang dia duduk di atas”.. ucapnya.. ku mengerti maksud dia kalau dia ingin coba WOT. Baiklah kulayani saja newbie yang menuju expert ini.. kubaringkan tubuhku. Ku persilahkan Andela untuk mendudukiku. Andelapun langsung mengambil posisinya. Ia bimbing penisku ke arah liang vaginanya. Lalu ia mulai memompa tubuhnya naik turun langsung dengan tempo cepat.. gilaaa enak banget.. kali ini kami berdua yang mendesah “Ahhh.. ahhh.. ahhh” karena ya emang nikmat banget.. diapun mendesah seperti itu dengan menganga penuh kenikmatan. Dadanya berguncang naik turun efek cepatnya pergerakan tubuh Andela.
Kali ini Andela sudah mulai kelelahan. Ia tidak lagi memompa seluruh tubuhnya keatas bawah. Kali ini badannya mendekap badanku, sedangkan pinggulnya tetap aktif bergerak.. Andela tetap mendesah nikmat seperti tadi. Tapi kali ini ia melakukannya sambil menjilati puting dadaku yang terpampang bebas dan tepat di hadapannya apabila posisi dia menungging seperti itu.. di tengah-tengah permainan kami.. “ahhh... sayang... aku... jeboll...aaaaahhhhhh...” andela mendenguh kencang... terasa vaginanya berdenyut hebat lalu menyemburkan cairan hangat yang meluber keluar dari vaginanya mebasahi sebagian tubuhku, dan tentunya penisku sudah dibanjiri terlebih dahulu...
“makasih sayang... ini enak banget... aku masih pengen.. tapi capek... kamu tuntasin yaa” ucapnya dengan nafas terengah-engah. Akupun mengambil langkah cepat.. kembali kubaringkan tubuh Andela.. kini tubuhnya terlentang di kasurku.. kuposisikan kedua kaki andela mengangkang.. kumasukkan kembali penisku ke vaginanya.. langsung dengan tempo cepat karena akupun tidak tega melihat kedua gadis ini kelelahan.. apalagi Elaine yang sudah terditur pulas.. Andela menerima penetrasi cepat dariku itu dengan gelagapan sambil mengerang-ngerang “aahhhh sayangghh.. enaa... ahhhh”. Kubiakan saja dan tetap fokus mengejar ejakulasiku ini.. jujur denyutan pada dinding vagina Andela terasa sangat dahsyat.. sebenarnya aku sudah bisa ejakulasi.. namun terasa tanggung.. biarkan penisku ini merasakan nikmatnya vagina 2 orang idol dalam sehari.. ku tetap lajukan hujaman penisku ini dengan cepat.. lalu terasa ada denyutan hebat dari penisku.. “sayaang... akuu udah di batesnya nih... hhhh.. keluarin di manaa?” tanyaku ke andela.. Andela justru menggunakan tangannya untuk menahan tubuhku.. “aku mauuuu ituuu sayang.. jangan dibuang.. aku mau.. tubuhku mau... vaginaku yang paling mau... sembur aku sayaang.. ahhhh”
“ahhhh... sayang... aku... keluar...” denguhku kencang.. CROT CROT CROT CROT CROT CROT CROT... terasa 7x semburan sperma yang keluar mengisi vagina Andela.. ini karena memang tubuhku ditahan olehnya sehingga tidak bisa mencabut penisku dari vaginanya.. yaudahlah dia yang mau ini..
”ahhh... akhirnya... gimana ndel rasanya?” tanyaku ke Andela.
“hhh... luar biasa... aku nikmatin banget.. jadi gini toh rasanya.. eh.. sebentar..” ia meraih penisku.. memijatnya sedikit. Dan benar spermaku sedikit keluar lagi.. spermaku dilap oleh tangannya.. lalu tangannya itu ia jilati.. “hmm asin toh rasanya. Tapi enak” ternyata... dia hanya ingin tau rasanya hahhaa
Setelah itu Aku dan Andela menyusul Elaine ke dunia mimpi.. kami terbangun dari tidur pukul 7 malam.. Elaine dan Andela merasa santai aja karena memang hari itu mereka libur kegiatan JKT48. Setelah itu kami bertiga kembali besenggama.. tapi tidak selama tadi. Karena Elaine sudah ditelfon bapaknya. Oleh karena itu aku kembali mengantar mereka ke sevel senayan city tempat kami bertemu tadi siang. Dan selama perjalanan kami tidak hanya menikmati perjalanan. Ya kembali penisku menjadi target.. tapi kali ini Andela yang duduk di kursi depan. Dan dia dengan cuek melakukan blowjob dengan keadaan underless.. sehingga akupun bisa dengan mudah sesekali mengobok vaginanya..
Tak selama perjalanan siang. Kamipun tiba di sevel sency.. aku berpamitan dengan mereka berdua. Tentu setelah saling bertukar kontak. Karena kita yakin akan melakukannya lagi suatu hari nanti.
Xxxxxxx
(sudut pandang = Andela)
Aku baru menyadari kenikmatan dari bercinta. Aku benar-benar menikmatinya. Meskipun aku kehilangan sesuatu yang tak mungkin kembali lagi yaitu selaput dara. Tapi aku tidak menyesalinya sama sekali. Justru dengan kehilangan hal tersebut, aku bisa merasakan suatu hal baru.. suatu hal yang benar benar memanjakan hasrat. Hasrat untuk memadu kasih dengan seseorang.
Setelah kejadian itu. Aku masih sering berhubungan dengannya.. namun akhir akhir ini dia sibuk dengan pekerjaannya.. maka aku sering mencari lelaki lain.. aku pernah melakukannya dengan salah satu fansku.. saat itu fansku datang memberikanku hadiah.. sebuah hadiah yang simple sih.. sebuah kaos.. tapi aku menghargai pemberiannya itu.. dengan cara memberikan tubuhku kepadanya..
Yang lebih gila lagi.. saking nggak ada cowo yang bisa aku tunggangi.. aku pernah ngegodain tukang tahu yang sering isengin okta.. aku godain dan berujung ke ranjang.. tapi aku menikmati hal itu semua... pernah aku sedang main dengan tukang tahu itu, lalu aku ketauan oleh bapak pemilik kos.. jadi ya gitu.. tukang tahunya diusir.. tapi giliran bapak kosnya yang main sama aku. Aku fine fine aja. Toh ibu kos juga lagi keluar. Setelah itu.. aku sering main kuda-kudaan sama bapak kos, di saat ibu kos udah tidur.. terkesannya hyper banget ya aku?? Tapi ya inilah aku.. aku yang sudah jadi budak seks setelah pertama kali dikenalkan oleh Elaine.. terimakasih Elaine,  kamu mengenaliku pada dunia bahagia ini..
Saat itu gen 3 sedang ada latihan.. dan akupun seperti biasa ikut latihan.. namun Elaine melihatku dan mengatakan.. “ndel kamu sakit? Pucat gitu”.. aku heran.. karena jujur aku merasa biasa aja. Maka aku tetap mengikuti latihan... namun di tengah latihan aku pingsan.. bangun bangun aku di ruang ganti.. Elaine menyarankan besok aku checkup ke dokter, malam ini aku langsung istirahat aja.
Esoknya aku ke dokter. Mengecek penyakitku ini. Dan apa yang dikatakan dokter? “Selamat... Janin anda sudah berumur 3 bulan” sungguh shock diriku. Dan aku memutuskan untuk cuti dari JKT48 dengan alasan kesehatan yang tidak baik. Akupun pulang ke solo.. terpaksa menceritakan semuanya ke keluarga aku.. keluarga akupun kaget.. tapi mau gimana lagi? Nasi udah jadi bubur. Dan papa aku nggak mau aku ngegugurin.. aku harus tanggung jawab sendiri atas apa yang telah aku lakukan. Dan sejak saat itu aku memutuskan untuk menjaga janin ini hingga lahir dan merawatnya. Tapi aku tidak bisa melanjutkan karirku di JKT48. Jadi.. aku memutuskan untuk graduate dari JKT48. Maaf ya Fansku.. jika kalian tau apa yang sebenarnya terjadi. Kalian pasti kecewa. Maka kuberikan informasi kepada JOT bahwa aku mundur dari JKT48 karena efek kesehatan. Sekali lagi maafkan aku. :’)
-Andela Yuwono-


Minggu, 05 April 2015

Elaine, Planned Date



Elaine Hartanto, itulah namaku. Saat ini aku berumur 19 tahun. Sudah bisa dibilang dewasa. Namun orang-orang di sekitarku selalu menilai aku sebagai anak kecil. Di lingkungan keluarga, kampus, dan bahkan di lingkungan pekerjaanku yakni menjadi anggota dari Idol Grup Lokal bernama JKT48. Memang badanku kecil, wajahku terbilang imut dan lucu. Tapi aku ini gadis yang akan berumur 19 tahun. Jadi, aku bukan anak kecil J

                Aku berkuliah di salah satu kampus di Jakarta. Di kampusku itu memang banyak yang lebih mementingkan dunia pribadinya ketimbang dunia pendidikan. Banyak yang ke kampus hanya untuk main, nongkrong, ngecengin mahasiswa/i lain. Tapi diriku ini tidak ingin disamakan dengan mereka. Aku harus membagi aktivitas di kampusku dengan aktivitas aktivitasku di JKT48 yang bisa dibilang cukup padat.

                Suatu hari di kampus, di saat aku sedang berkumpul bersama teman-temanku saat jam istirahat. Salah satu temanku menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pacar di sebuah klub malam. Tidak lupa dengan memperlihatkan foto-foto mesranya, salah satunya adalah foto ciuman mereka, walau dia dan pacarnya itu baru bertemu malam di malam tersebut. Perbincangan-perbincangan yang cukup porno itu pun tidak bisa terhindar lagi hingga jam istirahat pun habis.
                Esoknya di keadaan yang sama, kami berkumpul pada saat jam istirahat. Lagi-lagi temanku itu menceritakan kisah pornonya itu. Dia dengan bangga berkata bahwa semalam dia telah melakukan “berpacu di atas kasur” bersama pacar barunya itu. Dan dia membangga-banggakan benda vital milik pacarnya itu yang dia bilang sangat panjang. Dan gilanya lagi, dia sempat merekam adegan ranjangnya itu dan dia memberikan sedikit spoiler dari video rekamannya itu. Ku lihat memang penis milik pacarnya itu cukup panjang dan menantang. Lho kenapa ku malah tertarik gini ya?

                “ilen, ilen, elaineee... woy bengong aja, mikirin apaan lo? Wah mikirin cowo gua ya lo? Ngiri kaaan?” ejek temanku itu.

                “eh? Hmm nggak kok nggak.. hehe cuma kaget aja pas liat punya cowo lo itu.” Jawabku bohong. Padahal cukup iri juga. Iri dengan keadaannya yang bisa dengan mudahnya berpacaran. Sedangkan, sebagai anggota JKT48, aku dilarang untuk berpacaran, apalagi berhubungan intim seperti itu.
           “dih jaim banget lo len.. udah ngaku aja lo iri kan? Cari temen ‘main’ lah len. Biar seenggaknya tetek lo juga dipompa dikit. Kasian tuh kempes. Hahaha.” Ledek temanku itu.

                  “eh jangan bercanda deh lo.. hahaha” entah diriku juga ikut tertawa.

                “bilang aja mau len. Jujur aja. Apa lo gabisa nyari? Perlu gua cariin nih?” tanya temanku itu.
                “eh gausah dicariin gua juga bisa cari sendiri kok. Tapi ya gak sekarang yah. Tau sendiri lah keadaan dunia malam gua gimana” jawabku. Dunia malam yang ku maksud adalah duniaku di JKT48. Teman-temanku itu memang tau bahwa aku adalah anggota JKT48. Dan mereka pun tau bahwa aku dilarang berpacaran.

                “ciye yang dilarang pacaran. Hei ilenku, ingat. Peraturan itu ada untuk dilanggar kan?” balas salah satu temanku. Dan aku hanya diam termalu saat itu hingga istirahat selesai.

                Hingga di rumah, akupun masih kepikiran kata-kata temanku itu. Memang di Negara ini, melanggar aturan sudah bukan menjadi keanehan lagi. Malah sudah menjadi budaya dimana peraturan ada untuk dilanggar. Mungkin aku sebaiknya juga menerapkan hal ini. Memang aku merindukan masa-masa berpacaran. Seperti saat dulu aku masih SMA, di saat aku belum menjadi anggota dari Idol Grup JKT48.

Di saat SMA, kehidupan asmaraku memang berjalan mulus. Keperawananku juga hilang direnggut mantanku dulu. Jika diingat-ingat, ternyata aku sering melakukan persetubuhan dengan mantanku itu. Tempatnya pun bermacam-macam, di rumahnya, di toilet sekolah, atau bahkan di kelas sekalipun saat teman-teman sekelas sudah bubaran. Aku teringat dan berhasil membayangkan hal-hal indah tersebut. Dan mungkin memang aku merindukan hal tersebut. Merindukan sebuah benda yang bernama penis, merindukan di saat liang vaginaku diserang oleh benda tumpul itu, merindukan bau sperma, dll.

                Ku putuskan, aku ingin melakukannya lagi di belakang peraturan JKT48 itu. Sekaligus agar aku bisa membuktikan ke teman-temanku bahwa aku bukan anak kecil lagi. Namun, aku masih bingung ingin melakukannya dengan siapa. Apa sebaiknya minta dicarikan oleh temanku, atau aku mencari sendiri. Mencari di mana tapinya? Apa perlu mencari satu di sekian banyak fansku itu? JANGAN! Itu sama aja bunuh diri. Bisa runyam masalahnya. Nanti bisa-bisa aku dipanggil miss. Cihuy seperti seseorang dari generasi sebelumnya di JKT48.

                Akhirnya ku memutuskan agar dicarikan pasangan oleh temanku itu. Ku coba menghubungi temanku dan meminta bantuan darinya. Diapun menyetujuinya dan menjanjikan sebuah cowok untuk dikenalkan esok hari.

                Esoknya di kampus, masih dalam keadaan berkumpul pada saat jam istirahat. Temanku dengan bangganya mengatakan bahwa ia sudah menemukan apa yang kuminta. Dan segera saja aku minta dikenalkan dengan orang tersebut.

                “len, lo ga bakal nyesel deh. Pokoknya ini tipe lo banget. Say thanks dulu dong buat gua len.”ucapnya bangga.

                “thankyou so much yaa.. lo ngertiin gua banget deh. gua jadi kepengen nih gara-gara lo tapinya. hehe” jawabku malu-malu.

                “lagian lo nurut banget sih sama peraturan, santai aja lah len. Hidup lo ya sebebas lo aja. Eh tapi lo jangan tau orangnya dulu ya. Orangnya juga nggak tau identitas lo kok. Jadi sama-sama misterius gitu len. Dan gua juga udah bikin jadwal pertemuan antara lo sama dia nih len. Malam minggu nanti di hotel XX kamar YY di lantai ZZ, lo bisa ketemuan sama dia. gua udah pesen kamarnya juga kok. Hebat kan persiapan gua? Ucapnya bangga lagi.

                “jadi gua harus penasaran dengan namanya dan rupanya hingga pertemuan nanti? Boleh juga sih ide lo. Keren deh lo idenya kreatif abis.” Jawabku, bangga memiliki sahabat seperti ini.
                “sampai bertemu malam minggu lagi ya kamu, entah siapa namamu, bagaimana rupamu. Pokoknya aku akan menanti saat kita bertemu nanti. See you” ucapku dalam hati tidak sabaran.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Malam minggu, hotel XX. Pukul 7 malam.
Aku Elaine Hartanto, sudah bersama temanku di lobby hotel XX. Temanku bertanya kepada resepsionis hotel mengenai cowok yang akan menjadi teman malmingku. Dan ternyata cowo itu sudah menunggu di kamar YY lantai ZZ sejak pukul 6 sore tadi. Langsung saja aku dan temanku menuju kamar itu. Sungguh dadaku berdebar, antara tidak sabar dan cemas. Tapi kucoba menarik nafas panjang agar perasaanku itu kembali tenang. Tak lama, kamipun sudah sampai di lantai ZZ, dan ternyata kamar YY pun tidak terlalu jauh dari lift. Temanku mengetuk pintu kamar tersebut, dan tidak lama pintu itu terbuka. Setelah pintu terbuka, muncullah seorang lelaki dari balik pintu tersebut. Dan sungguh ingin copot jantungku. Ternyata laki-laki tersebut adalah salah satu dari banyaknya fans yang sering mendatangi theater JKT48.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Aku seorang pemuda yang memang sudah lama mencari seorang kekasih. Dan salah satu temanku rupanya ingin membantu dalam mencari seorang kekasih. Dia memiliki seorang kenalan cewek berumur 18 tahun yang juga sedang mencari seorang kekasih. ku terima aja pertolongannya dengan senang hati. Dan ternyata di malam itu dia memberi tahuku untuk datang ke Hotel XX kamar YY lantai ZZ di malam minggu nanti. Identitasku dan si cewek itu akan dirahasiakan hingga saat pertemuan kami nanti. Ide temenku yang satu ini emang ada-ada aja. Tapi ku hargai idenya itu, yang penting ku bakal dapet kekasih juga, dan bahkan kemungkinan akan langsung exe di hotel tersebut.

Di hari yang dijanjikan, malam minggu, ku sudah berada di lokasi pertemuan sejak pukul 6 sore.  ku menunggu di dalam kamar hotel itu. Menunggu calon pacar Aku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Apa mungkin cewek itu memiliki rupa yang buruk sehingga sulit mencari pacar. Atau mungkin seorang gadis cantik yang ditinggalkan kekasihnya baru-baru ini. Ah sudah tidak sabar ku untuk bertemu dengannya.

Tidak lama kemudian, pintu kamar itupun diketuk dari luar. Segera ku buka pintu itu karena memang ku udah nggak sabar untuk bertemu. Pintupun kubuka. Dan ku bener-bener shocked, Ku sudah sering bertemu dengan gadis ini. Dia salah satu gadis yang berada di suatu tempat yang sering kukunjungi yakni  Theater JKT48. Tidak diragukan lagi dia adalah Elaine Hartanto.

Teman ku heran dengan tingkah kami berdua yang sama sama dalam keadaan kaget. Segera ia mendorong elaine ke dalam kamar, dan mengucapkan “selamat bersenang-senang”, lalu pintu ditutup dan entah kemana dia pergi setelah itu. Meninggalkan kami di dalam kamar yang masih dalam keadaan sama sama kaget.

“Elaine hartanto?” kutanya padanya untuk memastikan. Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya. Ku yakin memang benar orang ini adalah elaine.

Beberapa menit berselang, dia belum mengatakan sepatah katapun di hadapanku. Mungkin dirinya takut bila ku membocorkan hal ini ke publik, bisa terancam karirnya nanti. Maka ku coba meyakinkannya dengan berkata “ilen, tenang aku nggak bakal cerita tentang hal ini ke siapa-siapa kok. Janji”

Beberapa detik dia masih terdiam, tetapi setelah itu dia akhirnya berkata juga. “hmm bener ya kamu ngga bilang siapa-siapa?”

“iya aku janji kok len. Aku ngerti keadaan kamu sekarang gimana” jawabku tersenyum kepadanya. Sepertinya dia sudah bisa mulai tenang, mungkin sebaiknya kami hanya berbincang-bincang saja malam ini. Jujur akupun tidak tega kalau misal rencananya tetap berlanjut.

“eh kita lanjut ngobrolnya di kasur aja yuk. Sambil nonton tv mungkin biar nggak sepi.” Ucapnya sambil menarik tanganku.. kamipun mengobrol cukup lama sembari duduk di kasur, ditemani oleh layar televisi yang menampilkan film Box Office entah berjudul apa. Kami mengobrol sangat lama, bercerita mengenai kegiatan kegiatan JKT48, kebiasaan para anggota JKT48 yang tidak fans ketahui. Dan tidak sadar waktu menunjukkan pukul 11 malam. Memang  sepertinya Aku berniat membatalkan kencan kami. Tapi mau tidak mau elaine harus tidur di kasur yang sama denganku malam ini. Jadi kuputuskan bahwa Aku tidur di kursi saja sedangkan elaine tidur di kasur. 

                “len, kamu nanti tidur di kasur aja ya. Gak apa apa aku tidur di kursi aja. Ngobrolnya udahan ya, udah malem soalnya. Oyasumikwek “ ucapku. Diapun menuruti kata-kataku. Dia menuju kamar mandi, dan keluar dari kamar mandi setelah memakai piyamanya yang berwarna pink. Terlihat manis sekali dia saat ini. Dan dia langsung menuju kasurnya serta mengucap “oyasumikwek”. Akhirnya kami berdua pun tertidur.

                Tidurku terasa benar-benar  terasa tidak nyaman. Aku merasa kedinginan, tubuh terasa gatal geli, perasaan gelisah seperti sedang bermimpi buruk.  Dan aku pun berhasil terbangun dari tidurku yang tidak menyenangkan itu. Bangun tidurpun ku langsung tersontak kaget. Sosok Elaine mendekap tubuhku di kursi yang sama. Mulutnya sedang nafsu menyerang leherku. Pantas kumerasa gatal geli, ternyata akibat dari serangannya ini toh. Dan aku ternyata sudah tidak berbusana sama sekali, pantas terasa dingin. Tangan kanannya mungkin sudah dari tadi mengelus elus penisku ini. Namun Elaine sadar akan kebangunanku, lantas ia berkata “maaf yah, aku nggak bisa lupa tujuan awal aku di sini. Tapi kamu tadi menarik diri, jadi aku terpaksa begini.”

                Jujur aku kaget akan ucapannya itu. “eh? Kamu yakin len?” tanyaku.

                “iya aku yakin, malam ini aku milikmu. Perlakukan aku selayaknya pacarmu.. tolong aku membutuhkan hal itu” ucapnya memohon dengan wajah sunguh-sungguh.

Bagai disuguhi surga, seorang idol memberikan lampu hijau untuk dieksekusi olehku. Situasi inipun membuat ku tidak dapat mengontrol hasratku. Segera ku gendong tubuh mungil Elaine, kubopong ke kasur lalu kubaringkan. Badannya yang lebih kecil dariku itu kutindih di kasur yang empuk tersebut. Kulumat bibirnya dengan bibirku ini. Memang sepertinya gadisku ini sudah dipenuhi nafsu, badanku dipeluknya sangat erat,kakinya dilingkarkan ke pinggangku, sedangkan lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku dengan cepat, permainan lidahnya pun sangat agresif.

Beberapa menit kami bergumal seperti itu. Tiba-tiba dia melepas ciumannya.”duh kamu berat ih say, lepas dulu dong aku mau berdiri sebentar.” Pintanya. Kukabulkan aja permintaannya itu.

Diapun berdiri, sedikit meregangkan tubuhnya. Lalu dia melepas kaitan piyamanya. Dan seketika piyamanya terlepas. Ternyata dia sudah tidak mengenakan pakaian apa-apa lagi di balik piyamanya itu. Sungguh adegan yang menakjubkan disaat ia melepas kaitan piyamanya itu. Tubuh mungilnya itu putih bersih, dengan payudara kecil namun menggemaskan dan vagina yang dihiasi oleh rambut halus yang rapi.

“halo? Eh sayang, kamu jangan bengong dong. Ayo jemput aku yang datang dari neptunus hanya untuk kamu ini ( datang dari neptunus adalah introduction khas dia). “ ucapnya genit. Akupun menjemputnya dan kembali menghajar bibir mungilnya itu. Kami berciuman dalam keadaan berdiri cukup lama.

“say, gerah nggak? Kok aku gerah ya? Aku mau ke beranda dulu ya, mau menghirup udara segar di malam hari. Hehe kamu ikut yaa.” Ucapnya. Lalu ia membuka pintu ke arah beranda. Dan gila, dia benar-benar di beranda dalam keadaan telanjang bulat. Segera ku susul dia, mengambil piyamanya lagi.

“ih apaan sih? Nggak usah bawa piyama segala.” Protesnya sambil melempar kembali piyamanya ke dalam kamar lagi saat kuberikan piyamanya itu.

“ih nggak takut dilihat orang apa kamu?” tanyaku.

“kamu juga ngga pakai apa-apa kan tuh yee.. lagipula mana ada orang lewat jam segini. kalau kamu mau nutupin aku, pakai tangan kamu aja. Dekap aku dari belakang. Hehe” jawabnya cerdik. Akupun melakukan seperti apa yang dikatakannya. Kupeluk tubuhnya itu dari belakang, tangan kiriku menutup daerah payudaranya. Dan tangan kananku menutup daerah vaginanya. Dia sempat tersentak saat tangan kananku menyentuh vaginanya itu. Sudah basah ternyata.

Keadaan kami bisa dibilang sangat romantis. Dimana aku memeluknya dari belakang, dan kami melihat pemandangan kota dari beranda ini dalam keadaan sama sama telanjang bulat dan disinari oleh sinar rembulan. Pada saat itu kucoba menjilati lehernya, dia merasa geli tapi sambil mengeluarkan desahan nikmat. Kedua tanganku sudah mulai beroperasi pada posnya masing-masing. Tangan kiriku mulai memijat payudaranya sedangkan tangan kananku mulai mengusap lembut vaginanya. Desahannya pun semakin menjadi. Tangannya mencoba mencari penisku di bagian belakang tubuhnya, dan segera mengocoknya. Hal itupun membuatku semakin terangsang. Semakin menjadi seranganku pada lehernya itu. Seringkali aku hisap lehernya hingga tercetak tanda merah. Bahkan sesekali kujilati telinganya sehingga ia benar-benar mengejang kegelian.

Vaginanya sudah terasa sangat basah hanya dengan usapan yang rutin. Kali ini ku mencoba memasukkan satu jariku ke dalamnya. Kucoba korek-korek menggunakan jariku itu. Elaine pun mengerang-ngerang nikmat.. “Aah.. Aah.. disitu enak banget..” itulah yang kudengar darinya yang sudah lepas kontrol di alam terbuka malam ini. Kuangkat kaki kanannya agar vaginanya lebih terbuka. Lalu kucoba untuk melakukan hal yang sama. Terasa semakin deras cairan yang membasahi vaginanya itu. Dan setelah beberapa waktu kumelakukan hal itu. Dia mengerang keras “AAAAAAH”.. serrr, dia mengalami orgasme hebat, atau mungkin ini yang sering dibilang “Squirt”.. ternyata anak ini bisa squirt juga.. baru pertama kali aku melihat adegan squirt seperti ini secara langsung. Selama aku berhubungan dengan mantan-mantanku atau bahkan teman mainku yang lain, aku belum pernah melihat adegan squirt seperti yang ditunjukkan oleh Elaine ini.

“hhhh...hhhh...” hanya itu yang bisa terdengar darinya. Sepertinya dia kelelahan setelah squirt tadi. Mungkin kusudahi saja permainan kita malam ini. Aku segera menggendong tubuhnya yang kelelahan itu. Lalu kubaringkan ia di tempat tidur kamar dalam keadaan masih tak berbusana. Setelah kubaringkan tubuh mungilnya, akupun ikut berbaring di sebelahnya tak berbusana juga. Ingin segera menutup kisah malam ini, akupun menutup mataku.

“kok tidur? Aku masih kuat tau.. masa cuma karena aku sampe duluan, terus mau udahan gitu aja? Nggak adil kamu mah..” protesnya. Lalu dia segera meraih penisku, mengocoknya kencang. Terlihat sikap kekanakannya yaitu sikap tidak mau kalah. Tidak lama setelah dikocok, penisku kembali menegang seutuhnya. “huh, kamu udah mau tidur aja, sedangkan benda mungil tapi besar ini terlihat ingin dimanja olehku.” Ucapnya lagi sambil tetap mengocok kencang penisku itu.

“uhh.. ilen udah dong. Jangan kenceng-kenceng.  Nanti bisa-bisa aku keluar nih. Kamu masih mau main lama kan?” ucapku tak kuat menahan rasa nikmat yang diberikan oleh idol ini.

“nah gitu dong. Pokoknya kita sama-sama enak ya malam ini.” Jawabnya, disusul dengan kecupan di penisku. Dilanjut dengan mencoba untuk memasukkan kepala penisku ke mulut mungilnya. Ku yakin penisku ini tidak akan muat seutuhnya masuk ke rongga mulutnya. Dan benar, setelah ia berusaha, hanya setengah dari batang penisku yang berhasil masuk ke rongga mulutnya itu. Dia pun mulai memaju mundurkan mulutnya dari penisku ini sambil dihisap-hisap. Sensasi yang luar biasa dari idol berusia 19 tahun ini.

“sayang, jangan curang dong. Aku juga mau diginiin, 69 kamu mau ya? Pliiis” ucapnya.. kok malah aku yang diminta tolong ya? Gadisku ini sudah kembali lepas kontrol sepertinya.  Tanpa persetujuan dariku, dia segera memposisikan diri ke posisi 69. Dan dalam waktu singkat, tepat di depan mataku ada gua merah merekah yang terlihat basah. Akupun mencoba membuka gua tersebut menggunakan kedua tanganku. Dan terlihat benda sebesar kacang kedelai pribadinya. Kujulurkan lidahku, kusapu bagian luar vaginanya. Terasa asin, namun demi dirinya kurela melakukan hal yang baru pertama kali kulakukan ini (sebelumnya aku belum pernah operasi lidah di vagina, biasanya hanya sekedar exe saja). Setelah selesai menyapu bersih bagian vaginanya. Ku mulai menyelipkan lidahku ke rongga vaginanya. Tersentuhlah klitorisnya itu oleh lidahku. Diapun tersentak nikmat. Pinggulnya ditekan sehingga lidahku masuk semakin dalam. Di dalam vaginanyapun lidahku terus beroperasi, ternyata nikmat juga seperti ini.

Beberapa waktu berlalu, diapun mengejang hebat kembali. Ingin segera kulepas tubuhnya itu namun justru dia menahanku agar tetap dalam posisi itu. Dan benar saja.. “serrrrr” bagaikan pintu air katulampa. Wajahku disiram oleh cairan vaginanya itu.. terasa hangat dan asin. Namun ku mulai bisa menikmati hal ini.

“gimana sayang? Enak nggak? Ah aku kalah dua kosong dari kamu nih. Nggak mau tau, seenggaknya aku mau bikin kamu jebol sekali dulu, baru kita udahan malam ini.” Ucapnya tak kenal lelah dan waktu, karena saat ini sudah jam 2 malam atau mungkin bisa disebut jam 2 pagi juga. Lalu diapun inisiatif mengambil posisi WOT. Segera memposisikan diri, menuntun penisku ke dalam vaginanya. Dan mulai menaik turunkan tubuhnya. “ahhh.. ini yang telah aku rindukan selama ini” ucapnya saat penisku mulai masuk ke dalam vaginanya.

Hampir seluruh batang penisku masuk ke vaginanya, lalu ia mulai memompa tubuhnya ke atas dan ke bawah. Dia mendesah akupun mendesah. Kulihat kesungguhannya dalam melakukan hal ini. Wajah imutnya itu terlihat nakal. Dadanya berguncang-guncang walau ukurannya tidak besar. Ku gemas melihatnya, kucoba bangkit duduk, lalu ku mulai menyerang payudara mungilnya itu menggunakan bibirku. Kulumat puting susunya, kujilat jilat. Hanya ada desahan nikmat dari mulutnya. Kedua tangannya mendekap erat tubuhku seolah tidak ingin kehilangan momen sedetikpun.

Keringat kami berdua sudah bercucuran sangat deras. Dinginnya AC pun sudah tidak terasa sama sekali. “sayang, panas.. keluar lagi yuk.” Entah ku tidak protes sama sekali. Kuikuti dirinya, kembali ke beranda kamar hotel. Kembali bertelanjang ria sambil diterangi sinar rembulan.

Ku benar-benar sudah lepas kontrol. Kuserang vaginanya dengan penisku dalam posisi doggy style. sedangkan Dia hanya berpegangan pada pagar beranda. Kuhujamkan penisku dalam tempo cepat. Kuremas remas payudaranya yang menggantung itu. Kembali ia mengalami orgasme setelah beberapa menit kuperlakukan seperti itu.

Mungkin saatnya kuakhiri permainan ini, ku segera mengambil posisi akhir. Kusenderkan badannya pada pagar beranda. Kuhujam kembali vaginanya dengan penisku yang sudah terasa berada di tahap akhir ini. Dengan tempo yang cukup cepat, yang membuat dia hanya bisa mendesah “ahh.. ahh.. ahh” keenakan dengan kepala mendongak ke atas saking menikmatinya. Kuangkat kedua kakinya itu. Kini badannya hanya ditopang oleh pagar beranda. memang ekstrim sekali, tapi ini terjadi oleh diriku yang sudah seperti kerasukan, yang tidak sabar untuk segera mencapai klimaks dari permainan kami ini.

“ahh.. ilen... aku nggak tahan lagi.. “ ucapku melenguh.. 

“keluarin di dalam aja sayaanghhh.. aku ingin itu, rahimku menginginkan cairan ituhh..” jawabnya tanpa didasari logika. Akupun sudah tidak bisa berfikir sehat, kukabulkan saja permintaan dia. Kuhujamkan penisku lebih dalam lagi dan..”AAAAH ILEN AKU SAYANG KAMU!!!” “crot, crot crot” sekitar 7 semburan spermaku mengisi rahimnya itu.. dia menerima semburan spermaku itu dengan mendongakkan kepalanya ke atas dengan nafas yang tersengal-sengal..

Kulepas penisku dari vaginanya.. terlihat cairan spermaku luber sebagian keluar vaginanya.. diapun mengusap vaginanya dengan tangannya, dan membersihkan tangannya dengan lidahnya.. “hmm enak” ucapnya setelah menelan sperma-sperma sisa itu..

“sayang, makasih banyak yah.. kamu hebat.. aku belum pernah kayak gini. Tadi kamu bilang kalau kamu sayang aku? Aku juga sayang kamu” ucapnya sambil memeluk diriku ini dengan mesra.

“maaf aku benar-benar keluarin di dalam” ucapku menyesal.

“nggak ada yang perlu disesalkan kok, biarkan ini mengalir saja. Kalau aku nggak hamil ya bagus, tapi kalau hamil...” ucapnya terputus.

“kalau kamu hamil gimana len?” tanyaku lagi gugup.

“aku mau kok hidup sama kamu dengan keterbatasan kamu, aku udah tau konsekuensi dari kegiatan malam ini, dan aku udah bertekad untuk siap menghadapinya.” Ucapnya cukup dewasa. Diriku terkagum dengan pernyataannya barusan. Kupeluk ia lebih erat lagi. Lalu kugendong ia ke kamar, kubaringkan ke tempat tidur. “sudah saatnya tidur, kita bahas ini nanti pagi aja ya. Oyasumikwek” ucapku lalu kususul dengan mencium keningnya. Tidak ada kata-kata yang terucap lagi darinya, memang dia sudah sangat kelelahan. Tak lamapun aku tertidur pulas.

Esok paginya.. aku terbangun dari tidurku, tak terlihat sosok ilen di sebelahku. Ternyata ia terbangun lebih dulu, dan dia sedang mandi saat ini. Tak lamapun ia keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk di rambutny, Selebihnya tidak. “eh kamu udah bangun. Mandi yuk. Aku udah mandi sih, tapi pengen mandi lagi setelah ngeliat kamu. Hehe” ucapnya nakal.

                Akupun menyetujuinya, dan kamipun masuk ke kamar mandi bersama-sama. Tidak perlu dijelaskan proses mandinya seperti apa, pastinya kami bersenang-senang di ruangan sempit itu. Selesai mandi, kami sarapan terlebih dahulu di hotel kami. Lalu sekitar jam 10 pagi, kami check out dari hotel. Dan kamipun berpisah. Namun tidak lupa untuk saling bertukar contact person. Karena kami tau bahwa kami akan melakukannya lagi suatu hari nanti. Terimakasih Ilen

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
-Event Handshake-

Aku Elaine Hartanto, sedang berada di meja bilik HandShake milikku. Terlihat dia di antrian HandShake ku. ku merasa senang sekali walau sebenarnya sudah biasa kontakan lewat handphone, entah chatsex,phonesex ataupun video call sex. Namun memang beda rasanya apabila bertemu langsung.

“hai, gimana kabar kamu? Sehat kan? Makasih udah dateng ke handshake ya” ucapku formalitas.

“baik-baik aja kok. Ya bisa lihat sendiri lah kalau aku sehat. Kamu sendiri gimana len? Emmm.. kamu nggak hamil kan?” Ucapnya pelan namun terdengar olehku..

“hehe nggak kok. Nggak kenapa-kenapa akunya.”  Jawabku meyakinkan dia.
Lalu HandShake dengannya pun selesai, dilanjutkan dengan orang selanjutnya. Dia memakai pakaian serba tertutup, memakai topi, kacamata hitam. Dan saat handshake dengannya pun dia tidak mengeluarkan kata-kata lain kecuali “aku tau siapa dia”.

                “eh? Maksudnya apa kak?” tanyaku , panggilan “kak” memang sudah menjadi panggilan andalanku kepada siapapun.

“nggak usah pura-pura nggak tau, aku punya ini” jawabnya sambil memberikan sebuah amplop coklat kepadaku. Handshake dengan orang tersebut pun terlewatkan, lalu disusul  handshake dengan orang lain yang terasa biasa-biasa saja.

Sesi Handshake pun selesai. Aku segera melihat isi amplop coklat tersebut. Ku tersontak kaget, di dalamnya terdapat foto-foto aku dan “dia” saat kami bercinta di beranda hotel. Ku panik, segera ku lari ke arah toilet untuk menenangkan diri.

“hubungi gue di 08xxxxxxxxxx, kalau lu mau hiduplu aman” tercetak pesan di salah satu foto yang berada di amplop tersebut. Segera kuhubungi dia via text message. Ku memohon kepadanya untuk tidak menyebarkannya.

Tak lamapun ada balasan sms darinya. Ku sangat kaget dengan isi pesannya.

“dear Elaine Hartanto, lo mau gw nggak nyebarin aib lu kan? Oke gw kabulin permintaan lo itu asalkan... lo besedia bugil di depan fans-fans lo nanti di panggung.”
Gila.. ku benar-benar tidak bisa melakukannya. Ku menangis panik di dalam toilet itu. Lalu tak lama Hpku bergetar lagi, kulihat ternyata ada sms lagi dari orang tersebut.

“hahahaha. Gua yakin lo gabakal mau. Kalau gitu. gua minta lo bawa seorang temen lo di JKT48 untuk menghadap gua bareng lo. gua gak mau tau lo harus bawa seseorang ke alamat X , 2 hari dari sekarang. Kalau lo nggak sanggup dalam 2 hari? Siap-siap kubur harga diri lo”

Aku semakin panik, nggak tau harus bagaimana. Apakah aku harus mengorbankan temanku? Atau aku sebaiknya tanggung jawab sendiri?