Aku seorang
pemuda yang kebetulan menjadi saksi atas skandal salah satu member JKT48 yaitu
Elaine Hartanto. Dimana saat malam itu ku sedang dalam perjalanan pulang
setelah hunting foto untuk tugas kampus dan ku melihatnya sedang bersetubuh
dengan seorang lelaki di beranda sebuah hotel. Dan akupun berhasil mendapatkan
beberapa foto dari kejadian itu.
Jujur ku iri
terhadap lelaki itu yang bisa menikmati indahnya tubuh salah satu gadis pujaan
banyak lelaki di Indonesia. Setelah berfikir cukup lama, ku nekat membuat
sebuah surat ancaman menggunakan foto-foto itu. Karena memang pada hakikatnya
seorang manusia memiliki hasrat seksual. Aku yakin melalui surat ancaman ini,
aku berhasil mencicipi tubuhnya itu. Ah? Hanya tubuhnya? Kenapa tidak sekalian
salah satu temannya. Satu dayung dua pulau terlampaui. Dan ku melalui surat itu
menyuruhnya untuk menghampiriku bersama dengan salah satu temannya. Terserah
siapa temannya itu.
Pada event HS
ku nekat memberikan surat ancaman itu. Dan ternyata rencanaku berhasil. Ku
berhasil memojokkan dirinya. Dan esoknya ku mendapatkan sms respon darinya.
Bahwa ia sudah siap untuk menemuiku bersama dengan salah satu temannya. Ku
menentukan meeting point di sevel senayan city. Dan ku melaju dengan mobilku
menuju lokasi itu tak lama kemudian.
Sesampainya di
sevel senayan city, ku segera meneleponnya. Menyuruh mereka masuk ke dalam
mobilku. Awalnya keduanya hendak duduk di kursi belakang. “Woi! Satu depan
sini!” bentakku akting. Ternyata ku bisa galak juga. Haha
Dan memang
elaine lah yang duduk di depan menemaniku, walau dalam keadaan terpaksa. Kulaju
mobilku menuju hunian milikku. Di perjalanan ku mencoba membuka suasana. Kali
ini ku tidak memakai bentakan-bentakan seperti di sms ataupun barusan saat
bertemu mereka tadi. “Ilen” panggilku.
“ehh.. iya?
Ke..kenapa?” jawabnya takut.
‘hemm.. santai
aja len. Gua nggak sekasar sebelumnya kok. Gua juga akting aja tadi. Gua mau
main damai aja sama lo” ucapku meyakinkan.
“huff.. lalu..
apa yang kau mau?” tanya-nya dengan mulai tenang.
“gak muluk.
Gua Cuma mau merasakan apa yang dirasakan oleh lelaki itu pada malam itu.
Jujur, Gua merasa iri.” Ucapku sedikit mellow..
“oooh begitu..
asalkan kamu janji nggak bakal nyebar foto-foto itu.. aku bersedia kok memenuhi
harapanmu itu. Lagian, kamu lucu yah. Sampai bikin skenario seperti ini untuk
mengatakan hal sepele seperti itu. Hahahaha” ucapnya. Wah semakin santai nih
bahasannya. Dan dia sudah benar-benar menyetujui permintaanku. Ku merasa sangat
tidak sabar, maka kupercepat laju mobilku ini.
“hemm ilen,
kamu setuju gitu aja?” tanya Andela kepada elaine.
“iyaa ndel..
aku setuju demi foto itu. Tapi yaa.. ternyata dia bukan orang jahat, dan dia
lumayan ganteng lah. Hehe... lagipula “gituan” enak kok ndel. Kamu harus coba
kapan-kapan.” Jawab elaine.
“ih.. nggak
ah. Nggak mau! Ngebayanginnya aja aku geli len. “ Andela menolak ucapan elaine
tadi. Sedikit kecewa timbul di benakku.
“yah ndel.
Kamu nonton dulu aja deh yaa.. nanti kalau mau tinggal bilang aja. Hehe” jawab
elaine lagi. Lalu tiba-tiba badannya menghampiriku yang sedang menyetir mobil.
Pipiku dikecup olehnya. Lalu turun ke arah leherku yang sedang penuh keringat
ini. Dijilatinya leherku dengan sungguh-sungguh. Penisku pun seketika ereksi
keras.
“hhh.. len
geli ah..” desahku di tengah permainan lidahnya itu. Mendengar responku seperti
itu. Dia semakin aktif lagi mengerayangi tubuhku. Kini tangan kirinya sudah
berada di depan jeans daerah selangkanganku. Tangannya mencoba menggenggam
penisku dari luar jeans. Dan dia berhasil menemukan bentuk dari penisku yang
tercetak pada jeans ini. astaga elaine agresif ternyata. Nggak nyangka ya..
"hemmm..
Gede juga ya. Padahal ini baru aku pegang dari luar jeans. Jadi mau tau ukuran
aslinya nih. Hehe" ucapnya. lalu
dengan tangan kanannya yang masih nganggur ia mencoba membuka kancing beserta
resleting jeansku. Setelah kedua benda tersebut bisa diatasi, tangan kirinya
melesat masuk ke dalam jeans dan berhadapan dengan menghalang berikutnya yaitu
boxer milikku. Kembali ia meraba raba ukuran penisku.
"hhh...
Ilen... Kamu nggak sabar banget ya? Jangan curang kayak gini dong."
protesku. Sebenarnya nggak protes. Justru cuma memancing dia agar bertindak
lebih jauh lagi.
"oh kamu
mau yang adil? Oke. Sini.." ia menjawab dan seketika tangan kiriku yang tadinya
memegang tuas gigi mobil ditariknya dan didaratkan di payudara kanannya.
"mainin dong. Biar adil kan kata kamu?" ucapnya cerdik.
Duh elaine ini
agresif banget. Bersyukur ku bisa mendapatkan service seperti ini. Namun ku
tidak lupa dengan kehadiran andela di bangku belakang. Kulihat melalui spion
tengah, andela menyaksikan adegan kami dengan penuh rasa penasaran. Terlihat
dari ekspresi wajahnya yang bertanya tanya seperti itu. Kembali lagi fokus
kepada elaine. Ku coba meremas dadanya yang tidak terlalu tumbuh itu.
"ahh.."
hanya itu yang terucap dari mulutnya saat kuremas remas dadanya.tak terasa
tangan kiri elaine sudah memegang penisku tanpa perantara. Bahkan dia mencoba
mengeluarkan penisku dari sesaknya ruang celanaku. Dan memang. Dalam beberapa
saat. Penisku berdiri tegak tanpa terhalang kain apapun.
"eh kamu
fokus nyetir aja daripada kenapa napa nanti." ucapnya lalu mencoba
menyingkirkan tanganku dari dadanya itu. Dan mengembalikan tanganku ke tuas
gigi mobil. Lalu ia mulai mengocok penisku yang sudah sangat tegang itu.
Sungguh nikmat. Menurutku inilah pengalaman ternikmat saya saat mengendarai
mobil.
"selamat
menikmati" ilen berkata demikian. Kata kata tersebut biasa kudengar di
dalam theater. Namun ini berbeda. lalu dia membungkukkan badannya, mendekatkan
wajahnya kepada penisku. Dan di saat kepalanya dan kepala penisku berjarak
tidak lebih dari 5cm. Ia menjulurkan lidahnya. Dan bertemulah kepala penisku
dengan lidahnya.. Lidahnya terasa kenyal, basah. Kembali kulihat andela. Dia
menunjukkan ekspresi kaget. Mulutnya menganga. ah peduli amat. Yang penting
elaine ini. Elaine kini menjilat jilat penisku. Lalu tak lama ia mencoba
melumat penisku dengan mulutnya. Saat penisku masuk ke balik bibirnya. Ia
kembali menjilat jilat. Namun temponya cepat. Mulutnya menghisap hisap.
Sesekali ia memaju mundurkan kepalanya untuk memberikan rasa lebih nikmat
kepadaku.
"ugh..
Len.. Nikmat.. Enaa.." ucapku meracau. Namun tetap saja ku lihat ke
belakang melalui spion. Terlihat andela yang masih menyaksikan kegiatan elaine
dan aku di depan. Namun.. Oh god.. andela terlihat menggigit bibir bawahnya dan
seringkali menjilat bibirnya sendiri. Sepertinya dia terangsang.
selang 7menit
seperti itu.. "emm.. ilen.. " andela tiba tiba memanggil ilen yang
sedang asyiknya menikmati penisku ini. Ilen meresponnya beberapa detik
kemudian. Ia melepas kulumannya pada penisku. Dan penisku ditinggalkannya dalam
keadaan basah belepotan air liurnya.
"iya
kenapa ndel. kamu juga mau?" tanya ilen kepada andela.
"eh?
eng.. Nggak ih. Nggak mauu.. " andela menjawab terbata bata. Wajahnya
memerah..
"ah ndel.
Kamu jangan bohong ah. Ekspresi kamu menunjukkan iya loh. Sini tangan
kamu" jawab elaine lagi.
"eh? Buat
apa len?" tanya andela keheranan.
"udaah..
Sini aja ndel tangan kamu" jawab elaine lagi. Andela mengulurkan tangannya ragu ragu. Dengan cepat elaine
meraih tangan andela dan mencoba membimbing tangan itu ke penisku. Beberapa
saat kemudian terasa kulit telapak tangan andela menyentuh batang penisku.
Diusapkannya tangan andela ke penisku. Dan elaine membimbing tangan andela
untuk menggenggam batang penisku itu. Tangan andela tidak kalah halus dengan
tangan elaine. Namun tangan andela terasa bergetar. Dia masih grogi ternyata.
"ilen.
Aku malu kayak gini ah" protes andela.
"udah
ndel. Rileks ya. kamu bakal terbiasa kok. Ngga usah malu. Cuma ada kita bertiga
kok di sini." elaine membujuk
andela agar bisa rileks. Elaine mengayunkan tangan andela naik turun. Terasa
berat gerakannya karena memang andela masih belum terbiasa. Namun perlahan
lahan genggamannya semakin rileks. Dan ayunannya semakin halus.
Tak butuh
waktu lama bagi Andela untuk beradaptasi pada hal yang baru dilakukannya itu.
Elaine merasa andela sudah tidak butuh bimbingan tangannya lagi. Dilepaskannya
tangan elaine dari tangan andela. Dia membiarkan andela berperan penuh dalam
aksi memuaskanku kali ini. Kini andela benar benar mengambil penuh kemudi
penisku ini. Kocokannya terasa nikmat sekali. Sesekali andela memainkan lubang
penisku yang sudah sedaritadi mengeluarkan pelumas. Dan tak jarang pula andela
menyusupkan tangannya lebih dalam, menggapai buah zakarku. Dan meremas remas
buah zakarku dengan halus, sungguh nikmat.
Penisku
dikuasai andela.sedangkan Elaine mencoba melumat bibirku. Kubiarkan hal itu
namun tidak berlangsung lama. Karena ku masih harus fokus dalam menyetir.
Diapun mengerti dan merubah haluan ke telingaku. Sumpah, nikmat nikmat geli
yang tak tertahankan di saat kupingku disapu oleh lidahnya itu. Setelah puas
menyapu telingaku, elaine kembali menjilat jilat leherku yang menjadi salah
satu titik kelemahanku.
Ternyata
andela semakin lama kocokannya semakin cepat. Dan elaine tak pernah melepas
lidahnya dari leherku. Aku yakin tidak lama lagi pertahananku akan jebol. Dan
ternyata benar, sekitar 3 menit kemudian. Setelah usaha kenikmatan yang
diberikan mereka berdua. Penisku terasa berdenyut denyut. "emmhh.. nggak
tahan lagi." dan seketika penisku menyemburkan spermanya.. Entah berapa semprotan
ku tidak menghitungnya karena saking nikmatnya. Semprotan spermaku mengenai
baju elaine, tangan andela, dan banyak yang luber di celana jeansku.
"duh...
Ilen.. Kok lengket gini? " tanya andela sedikit jijik.
"ya
namanya juga sperma ndel. Cobain deh. Enak loh asin asin gitu" ucap ilen
sambil mencoba membersihkan spermaku yang terkena di bajunya. Lalu ia juga
membersihkan sperma yang di jeansku. Dan ia menjilati jari jarinya yang dipakai
untuk membersihkan kedua benda barusan.
"ih..
Nggak ah len. Jijik aku.." ucap andela ragu dengan ucapan elaine.
Elaine mendengar hal itu lalu segera meraih
tangan andela dan menjilati tangan andela yang belepotan sperma milikku itu.
"yasudah aku yang nikmatin aja sisa sisanya ya. Hehe" ucapnya setelah
membersihkan tangan andela. Lalu ia kembali memberikan oral seks kepadaku.
Penisku disedotnya berharap masih ada sisa sperma yang tersisa.
"ahh
nikmatnya." ucap elaine lega.
"kalian
luar biasa.. Makasih ya ilen, kamu dahsyat, andela kamu juga walau masih baru
tapi bisa beradaptasi dengan baik kok. Hehe sekali lagi terimakasih ya"
ucapku lega. Andela hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.
Sedangkan
elaine.. "baru ronde satu kan ini? Rumah kamu dimana sih? Aku nggak sabar
ronde selanjutnya pasti lebih seru. Hehe" ucapnya.
"nggak
lama lagi kok len. Sabar yah sayang." jawabku lalu mencoba memeras gemas
dada kanannya dengan tangan kiriku.
"ihh
genit. Nanti aja ya. Kalau di mobil nggak enak kan ngeremesnya masih kena baju.
Nanti di rumah kamu aku nggak pake apa apa lagi kok. Anggap aku sepenuhnya
milikmu. " ucap elaine meyakinkanku. Kupacu terus mobilku hingga akhirnya
sekitar 10 menit kemudian kami bertiga tiba di hunian pribadiku itu.
Sebagai
tuan rumah yang baik sebaiknya harus bisa memperlakukan tamu dengan baik,
contohnya mempersilahkan masuk para tamu dan mempersilahkan tamu untuk duduk di
tempat yang sudah disediakan. “mau minum apa?” tanyaku kepada mereka. Ternyata
mereka hanya butuh air putih saja. Nggak mau ngerepotin katanya mah. Setelah
membawakan mereka minum, ku izin kepada mereka untuk mandi terlebih dahulu.
Mereka pun mengizinkannya.
(sudut pandang : Andela )
Aku dan elaine
sudah sampai di rumah lelaki itu. Dan kami berdua dipersilahkan masuk dan duduk
di sofa di ruang tamu, lalu kami ditawari untuk minum. Kami menjawab cukup air
putih saja. Karena kami pun tidak mau merepotkan orang ini. Kulihat dari
keadaan rumahnya sepi, sepertinya memang dia tinggal sendiri di rumah ini. Tak
lamapun orang tersebut datang membawakan minuman pesanan kami. Dan dia meminta
izin untuk mandi terlebih dahulu.
Saat dia sudah
pergi meninggalkan kami berdua. Aku mencoba untuk membuka pembicaraan dengan
elaine. “len.. aku lihat kamu tadi.. ada yang bikin aku penasaran.” Tanyaku
kepadanya.
“ehmm.. mau
naya apa ndel? Tentang yang tadi di mobil? Kamu suka kan?” tanyanya balik.
“hemm gimana
ya len? Aku baru pertama kali lihat penis secara langsung. Sebelumnya aku Cuma
lihat dari film aja. Kaget juga pas tadi lihatnya. Ternyata nggak jauh sama
yang kayak di film ya?” jawabku.
“hahahaa. Aduh
andela, andela.. ya jelas lah nggak jauh. Mau yang di film, ataupun yang tadi
kamu pegang juga sama sama penis kan? Ya seperti itulah penis. Aduh andela,
kamu polos banget sih.” Ucapnya.
“hemm yang ini
yang aku mau tanya ke kamu len.. tadi aku kan Cuma berani pegang aja sama kocok
kocok penis. Tapi kamu? Tanpa ragu kamu masukin penis itu ke mulut kamu. Dan
bahkan kamu meminum cairan yang keluar dari penis itu. kamupun terlihat seneng
banget tadi. Emangnya seenak itu ya len?”
“enak apa
nggaknya Cuma bisa tau kalau udah nyoba sih ndel. Awalnya aku juga takut,
bahkan aku dulu dipaksa sama cowo aku buat ngerasain. Tapi ternyata? Ya tadilah
yang kamu lihat itu jawabannya.. pokoknya, cobain aja dulu. Soalnya Cuma kamu
sendiri yang bisa menilai enak atau nggaknya setelah kamu coba sendiri.”
jelasnya.
“tapi aku
takut len, apalagi kan pasti kotor. Aku takut kenapa-kenapa nanti” jawabku
takut.
“takut kenapa
ndel? Ayolaah ndel.. lihat aku. Aku nggak kenapa-kenapa kan? Justru aku tadi
terlihat bahagia kan? Kenapa aku merekomendasiin kamu buat coba? Karena aku mau
membagi kebahagiaan tadi itu ke kamu ndel. Kamu layak untuk mendapatkan
kebahagiaan itu.” Jawab ilen berniat meyakinkanku bahwa hal itu tidak
kenapa-kenapa.
Aku terdiam,
termenung. Apakah aku sebaiknya mengikuti saran elaine? Apa aku harus tetap
menjaga kesucianku ini?
Tak lamapun
lelaki itu keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.
“siap
untuk ronde 2? Here we go!!” ucap elaine kegirangan. Lalu Elaine menghampiri
lelaki itu, menarik kain handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya sehingga
handuk itu terlepas. Dan dia tidak memakai kain apapun lagi di balik handuk
itu. Jadi, he’s totally naked in front of us. Penisnya belum mengeras. Namun
terlihat besar.
Aku
berfikir sejenak, lama kuperhatikan penisnya seolah menggodaku. Menggoda untuk
disayang olehku seperti apa yang kulakukan tadi di mobil atau bahkan lebih dari
itu. Hal yang belum bisa terbayangkan olehku.
“aku
duluan ya ndel. Kamu nonton dulu aja” ucap elaine. lalu ia menanggalkan seluruh
pakaian yang ia pakai. Terpampang kedua insan tak berbusana yang mungkin sudah
tidak sabar untuk segera bersenggama.
Tunggu
dulu, itu berarti Cuma diriku yang masih memakai pakaian lengkap di rumah ini?
Apa yang sebaiknya kulakukan?
(sudut pandang
: lelaki )
Walau tadi di
mobil dapet yang enak-enak. Tapi tetep aja suhu di Jakarta selalu nggak bisa
kompromi meski udah pakai AC. Alias, panas banget bos.. jadi.. sampai rumah,
layani tamu sewajarnya terlebih dahulu. Lalu.. mandi..
Karena memang
hidup sendiri di rumah ini, ku biasa keluar kamar mandi hanya berbalut handuk.
Dan ternyata teraplikasi saat ini, kebablasan lupa kalau ada 2 tamu cantik yang
datang ke rumahku. Yasudahlah mau bagaimana lagi? Pede aja keluar kamar mandi
hanya berbalut handuk. Karena pakaian yang tadi kupakai sudah kumasukkan ke
mesin cuci yang ada di dalam kamar mandi.
Begitu keluar
dari kamar mandi. Ku langsung dihampiri oleh salah satu gadis yang mampir ke
rumahku itu. Elaine. Dan tanpa basa-basi dia mengatakan “siap untuk ronde 2?
Here we go!!” lalu menarik handuk yang melilit di pinggangku itu sehingga
terlepas. Dan.. oke.. gue bener-bener terpampang bugil di depan mereka.
Elaine
terlihat sudah bernafsu tinggi, sedangkan Andela terlihat bengong. Tatapannya
tertuju kearah penisku ini. Dasar cewek lugu.. sedangkan Elaine saat ini
menanggalkan pakaiannya satu persatu, mulai dari ikat rambutnya, lalu kancing
kemejanya terlepas seutuhnya dalam hitungan detik. Terlihat Bhnya yang berwarna
pink muda di balik kemejanya itu. Lalu tanpa basa basi ia lepas kemejanya itu.
Dan juga melepas hotpants yang ia kenakan.
Penisku bangun
seutuhnya disaat melihat seorang gadis imut pujaan banyak lelaki di Indonesia
berada di depan mataku hanya mengenakan 1 set pakaian dalam berwarna pink muda.
Meski badannya tidak sexy. Namun ya namanya hasrat lelaki. Elaine melihat
penisku berdiri. Tak perlu berfikir lagi ia langsung melepas 1 set pakaian yang
masih menempel di tubuhnya. Dan tak lama kemudian. She’s totally naked. And i
like it. Fikirku lalu menelan ludah. Kulihat andela masih dalam keadaan
terbingung-bingung. Entah apa yang ada dalam fikirannya. Ku yakin, elaine pasti
kudapatkan. She’s not my target. Andela? She’s my challenger. Apakah aku bisa
mendapatkannya juga?
“eh kamuuu..
kok bengong? Terkesima ya liat tubuh aku?” tanya elaine kepadaku.
“ehmm.. gimana
ya? Daritadi Cuma kepikiran. Kamu yakin nih?” tanyaku balik.
“perlukah
keyakinan yang berlebih untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan? Nggak usah
basa-basi lagi kayaknya ya?” jawabnya. Lalu ia melompat ke arahku. Mengaitkan
kedua tangannya pada leherku. Tingginya yang tidak sesuai denganku membuat
tubuhnya tergantung. Maka kutopang pantatnya dengan kedua tanganku. Kedua
kepala kami berjarak tidak lebih dari satu jengkal tangan. tanpa menunggu waktu
lagi, elaine segera mendaratkan bibirnya pada bibirku. Dan lidahnya segera
menyeruak masuk ke dalam rongga mulutku. Kami bersilat lidah kemudian. Kadang
lidahnya di dalam mulutku. Atau bahkan bergantian lidahku yang menyeruak ke
dalam rongga mulutnya. Kedua mata kami terpejam menikmati permainan kami.
Masih dalam
keadaan berciuman, Kudaratkan tubuhnya pada sofa yang ada di dekat kami. Kini
tanganku beroperasi pada kedua payudaranya. Kupilin puting susunya yang mungil
menggemaskan itu. Tidak ada respon lain darinya kecuali melalui ciumannya yang
semakin ganas. Tangannya sudah tidak lagi mengait di leherku. Tangannya mulai
meraba raba tubuhku semakin ke bagian bawah. Dan sampailah salah satu tangannya
pada batang penisku yang berdiri total. "kok lebih gede ya? Hehe pasti
karena bener bener terbebas dari kandangnya" ucapnya.
"len.
Siap ya? Aku mau membalas apa yang kamu perbuat tadi di mobil" ucapku
setelsh ciuman pada bibirnya kulepaskan. Kini ku mengarahkan kepalaku ke
lehernya yang terbuka. Ku mulai menjilati dan menghisap hisap lidahnya.
"aaah..
Sayanghh.. Geli.. Hhh.. Geli.. " ucapnya kegelian.. Namun tidak
kuhiraukan. Biarlah ia menikmatinya. Selagi kumenjilati lehernya dengan penuh
nafsu. Tangan kiriku tetap memilin puting dada kanannya. Sedangkan tangan kanan
ku mulai menyelusuri tubuh bagian
bawahnya. Kuraba pahanya mengarah ke pangkalnya. Lalu ku mulai sentuh vaginanya
yang tidak berbulu itu. Kuelus elus bibir vaginanya yang sudah sangat basah
itu. Hal tersebut membuat elaine semakin mendesah nikmat. Denguhan denguhannya
semakin jelas terdengar. sementara itu sekilas-sekilas kulihat andela
menyaksikan pergelutan kami dengan seksama. Nafasnya sudah tersengal-sengal.
Dan terlihat ia jadi sering merubah posisi tubuhnya. Hmm. Kena deh..
Kuterus
pancing emosi andela dengan cara menunjukkan permainan yang cukup panas antara
aku dengan elaine. Kubuat elaine benar benar mengerang nikmat saat kucoba
mengorek lubang vaginanya menggunakan satu jariku. Dengan serviceku seperti
itu. Tidak lama kemudian pertahanan elaine jebol. "sayaaanghhh.. Aku
keluar.. Nngghhhhh...." lalu terasa aliran yang deras dari dalam vaginanya..
Vaginanya menyemprotkan cairannya sangat banyak. Ku tidak menyangka gadis imut
ini bisa mengalami squirting..
Setelah itu,
elaine terdiam mengatur nafasnya. Ku kembali melihat ke arah andela. Kulihat
ekspresinya terkejut karena kejadian yang barusan dialami elaine. Namun.. Oh
god.. Tangan kanannya berada di balik roknya.. Kuyakin ia telah meraba raba
vaginanya sendiri selagi ku memperlakukan elaine seperti tadi. Lalu ia
menyadari bahwa ku memperhatikannya, terutama pada tangannya. Dia segera
memindahkan posisi tangannya ke luar roknya. "ehhh.. Nggak kok.. Cuma
gatal" ucapnya mengelak.
"hhh...
Ndel.. Kamu mau kan?? Sinih aja ndelhh.. Giliran kamu tuhhh.." elaine
mengajak andela dengan ucapan yang disertai dengusan nafas lelah.
"ehhh?
Nggak ah.. Nggak.." jawab andela.. Namun terlihat ia menelan ludah.. Dasar
nggak bisa jujur. Udah jelas ia menginginkannya.
"sayang..
Jemput andela sana.. andela mau tuh.. Tapi pelan pelan ya ke dia.. Masih baru
soalnya.. " ucap elaine lagi. Melihat kondisi andela seperti itu, ku jadi prihatin.
Ku tau andela sangat menginginkan hal ini namun dia malu mengatakannya. Ku
menghampiri andela. Lalu meraih tangannya.. Gemetaran..
"andela..
easy.. Its gonna be okay. Im sure you gonna like it" ucapku. Pakai english
biar keren fikirku.. Agar ia terbiasa, kubimbing tangannya yang masih gemetaran
itu ke arah penisku.. Setelah penisku tersentuh tangannya. Ternyata ia tau apa
yang harus dilakukan setelahnya, yaitu menggenggamnya dan mulai mengocoknya
perlahan. Ternyata ia masih ingat yang di mobil tadi. Namun terlihat di
wajahnya kedua matanya yang tertutup. Andela belum berani melihatku secara
langsung.
"kenapa
ndel? Rileks aja. Nggak usah ditutup matanya. Sayang, tadi andela bilang mau
coba BJ tuh" ucap ilen. "Benarkah? Oke kalau gitu biarkan diriku yang
menghampiri andela" fikiranku berkata demikian. Aku semakin mempersempit
jarak tubuhku dengan andela. Terasa dari genggamannya pada penisku bahwa ia
semakin tegang.
“ilen, aku
takut..” ucap andela lirih, masih memejamkan matanya. Kini penisku sudah benar
benar dekat dengan kepalanya. Andela mengetahui hal tersebut karena memang
penisku masih dalam genggamannya.
“ndel. Kamu
inget kan aku tadi sebahagia apa? Ayolah. Masa kamu takut akan sebuah
kebahagiaan? Be brave ndel.” Ucap elaine mencoba meyakini andela. Dan setelah
dibujuk seperti itu, andela mulai berani membuka matanya secara perlahan. Ia
curi-curi lirik terhadap penisku. Namun setelah beberapa saat, ia akhirnya
benar-benar berani untuk melihat secara langsung. “glek”, ia menelan ludah.
“ndel, kamu
tau kan harus gimana lagi? Jangan Cuma diliatin aja. Anggap itu sebuah lolipop.
Nikmati lolipopmu ndel.” Ucap elaine lagi. Andela seperti mengerti apa yang
dimaksud elaine. ia mencoba mendekatkan kepalanya terhadap kepala penisku.
Wajahnya benar benar memerah. Akupun menjadi degdegan, tidak sabar ingin segera
diBJ oleh andela. Waktu berasa berjalan sangat lama di saat ku menunggu hal
itu. Dan.. bibir hangat andela berhasil menyentuh kepala penisku. Awalnya
Andela hanya berani mengecup penisku saja entah bagian mananya, mau di kepala
atau bahkan di pangkal.
“ndel, aku
baru tau kalau makan lolipop itu dicium cium aja. Jilat dong, terus emut.. enak
kok.. inget kan sebahagia apa aku tadi?” protes Elaine karena jengkel melihat
tindakan yang diambil Andela hanya sebatas cium penis. Andela berhenti sejenak,
“glek” dia menelan ludah. Lalu ia mencoba untuk mulai menyapu penisku ini
dengan lidahnya. Selayaknya sebuah lolipop, penisku menerima perlakuan spesial
dari sapuan sapuan lidahnya itu. Hingga peniskupun basah seutuhnya oleh air
liurnya. Namun ya tetap saja, nggak berasa nikmatnya. Tapi biarlah, kubiarkan
newbie satu ini menikmati mainan barunya dulu. Nanti gue ada gilirannya sendiri
kok hahaha.
“hmm.. aku
emut yah...” ucap Andela. Kuyakini dia bahwa aku sudah menunggu hal itu. Andela
mengangguk lalu mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Ughh.. anget coy..
nikmat banget. Meski penis gue nggak seutuhnya masuk. Tapi sensasinya berasa.
Apalagi di saat Andela mulai maju mundurin kepalanya.. gesekan antara bibir dia
dengan batang penisku itu berasa banget nikmatnya.. Andela sepertinya mulai
jago improvisasi, disamping dia mengemut-emut penisku ini, lidahnya pun tetap
menjilati kepala penisku ini.. shit.. gakuat.. lepas ajadeh daripada bucat
duluan..
“ndel... lepas
dulu yah.. ku takut jebol nih pertahanannya.. jujur, kamu mantep banget teknik
BJ nya. Padahal awalnya kamu ngeliat aja nggak berani. Tapi perkembangan kamu
pesat banget.” Pujian kuberikan kepada andela, bukan sekedar kata-kata
motivasi, tapi memang begitu keadaannya. Aku berdirikan Andela. Kucoba dekatkan
kepalaku ke kepalanya, lalu kusambar bibirnya. Tidak ada tanda penolakan
darinya, justru dia memberi respon positif berupa membalas pagutanku. Dan di
saat lidahku mencoba masuk liang mulutnya. Lidahkupun langsung disambut hangat
oleh lidahnya. Kalau orang lain merasakan hal serupa sepertiku, mereka nggak
akan percaya kalau Andela itu seorang Newbie.
Tanganku mulai
meraba-raba dadanya. Wah jauh lebih besar dari Elaine.. kuremas-remas dadanya
selagi kami tetap berpagutan mesra. Andela benar-benar menikmati permainan
kami, permainan lidahnya sungguh luar biasa. Matanya sedari tadi terpejam
menikmati permainan.. ku mulai mengangkat kaosnya itu. Justru tanda positif
yang diberikan, dia membantuku untuk segera melepas kaosnya itu. Selesai dari
kaosnya.. kulepas pengait jeansnya. Setelah pengait jeansnya kulepas. Ia yang
melepas celananya itu sendiri.. kini kondisi andela hanya berbalut 1 set BH CD
berwarna putih yang memiliki motif sama.. “Ndel. Dibuka semua yah” ucapku
membujuk..
“Buka aja
sayang, aku udah nggak peduli. Aku pengen coba itu” ucapnya terengah-engah... baiklah
kalau dia yang meminta... ku lepas semua pakaian yang tersisa menempel di
tubuhnya itu. Dalam hitungan detik.. Taraa... Andela benar-benar bugil..
dadanya sempurna.. putingnya kecoklatan menggoda.. dan memiawnya... ditumbuhi
bulu halus yang cukup tebal.. sepertinya andela ini kurang bisa merawat
memiawnya hahaha..
“Andela.. gue
tau, lu emang udah ngebet.. tapi sorry yah.. gantian.. gue duluan.. hehe
gakpapa kan ndel? Nonton aja dulu” Elaine tiba-tiba berkata demikian..
“Sayang..
kamar kamu di mana? Lanjut di kamar aja ya.. aku mau lebih leluasa geraknya.”
Tanya Elaine kepadaku. Kubawa Elaine bersama Andela ke kamarku. Dalam keadaan
semuanya bugil tentunya.. Kubiarkan Andela duduk di sofa yang berada di sisi
kamarku. Sedangkan aku dan Elaine langsung berbaring di kasur pribadiku itu.
“ciyee itu
poster.. kamu wotanya shani ya ternyata.. coba aku bawa dia sekalian tadi..”
celetuk elaine sebelum ku mulai take action.
“ih apaansih..
aku udah ada kamu sama andela.. udah cukup kok.. untuk saat ini... yuk mulai”
ucapku mengalihkan pembicaraan.
“kapan-kapan
aku bawa deh. Dia setipe kok sama aku” ucapnya lalu mulai mencumbuku dengan
nafsu. Posisiku dibawah dia di atas. Dia
mulai menghujam mulutku dengan lidahnya. Sudah terasa banget kalau Elaine ini
udah gatel minta diexe langsung..
“yang.. main
cepet aja ya.. Andela juga udah nggak sabar tuh.” Kulihat andela sepertinya
benar-benar sudah tidak sabar. Dia saat ini menggosok gosok vaginanya sendiri..
“hmm oke..
yaudah kamu mau main kayak gimana? Tanyaku ke Elaine. dia tidak menjawab dengan
kata-kata. Namun dengan cepat ia mengambil posisi jongkok. Mengarahkan
Vaginanya di atas Penisku. Lalu mulai memasukkan penisku ke dalam vaginanya itu
dengan cara memompa tubuhnya naik turun. Pada awalnya pelan. Namun makin lama
pergerakannya semakin kencang. Aku tidak melakukan aksi apapun. Ini benar benar
elaine yang mengambil alih. Dipercepat goyangan pinggulnya. Terdengar erangan
erangan nikmat dari mulutnya.
Lalu ia
berhenti sejenak. Mengatur nafas.. “sayang, giliran kamu doggy aku sekarang.
Aku sebentar lagi break the limit” ucapannya membuatku terpacu. Ku balikkan
tubuhnya. Kuarahkan penisku ke vaginanya dari belakang. Lalu ku mulai
memasukkan penisku itu dengan tempo pelan. Kubiarkan tempo pelan hingga berapa
kali tusukan. Setelah itu ku mulai percepat gerakanku. Elaine pun mulai
mengerang keenakan lagi. Semakin kupercepat gerakan tubuhku sambil tanganku
memilin puting susunya, sedangkan tangan yang satu lagi sibuk diemut dijilat
oleh Elaine sambil ia mengerang kenikmatan.
“Sayaaaaangh...
im.... enough....” ucapnya.. “serrrrrrrrrr” terasa semburan air cinta yang
sangat deras dari dalam vaginanya.. membasahi seluruh penisku.. kulepas penisku
dari vaginanya, namun vaginanya masih tetap mengeluarkan cairan.. ternyata dia
squirting... dia squirting cukup lama sampai sampai ini sprei tempat tidur
benar-benar basah. Yah harus laundry lagi inimah.
“sayanghh..
makasihh... aku senanghh hari ini...” ucapnya lalu kembali mengecup bibirku
mesra. Namun kali ini cukup berpagutan, tidak sampai french kissing. Sepertinya
dia benar-benar kelelahan.. oke saat ini giliran Andela.. kulihat Andela pun
masih sibuk bermasturbasi dengan caranya sendiri.
“Andela..
yuk.. giliran kamu sekarang..” ucapku.. Elaine kubiarkan tidur di ranjangku
itu.. toh double bed ini.. Andela datang menghampiriku ragu-ragu. Ia sepertinya
masih takut akan hal ini.
“kenapa
Andela? Kamu rileks aja.. kayak tadi pas kamu coba pegang dan blowjob penis
aku. Sekarang kamu rileks aja. Aku yakin nggak kenapa-kenapa kok.
“bukan itu..
aku takut kehilangan kesucian aku” jelas Andela.
“aku tau pasti
ada keraguan mengenai kesucian itu. Tapi coba lihat Elaine. dia udah melepas
kesuciannya sejak lama, dia juga bahkan berani bugil di balkon hotel. Tapi
lihat dia sekarang? Nggak kenapa-kenapa kan? Dia tetap bahagia. Justru di
ranjanglah dia benar-benar terlihat bahagia. Aku yakin kamu juga perlu hal itu.
Karena sungguh, memadu kasih itu benar-benar suatu hal yang luar biasa. Hmm
gini deh, untuk urusan bersenggama, kamu jujur aja sama diri kamu sendiri.
kalau kamu mau, tiduran di ranjang aku. Kalau nggak mau, kamu duduk di sofa
aja. Nanti kita petting aja kayak tadi. Gimana?” ucapku menjelaskan lalu
memberikan sebuah penawaran.
Andela
berfikir sejenak. Dia mencoba memahami dirinya sendiri. Dan beberapa saat
kemudian. Andela menghampiri ranjangku. Dia naik ke ranjangku dan mulai merebahkan
tubuhnya di ranjang, rebahan persis di sebelah Elaine. kutindih tubuhnya,
kumulai menciumi bibirnya itu. Tanganku juga tidak lupa untuk beroperasi di
bagian vitalnya, tangan kananku memilin putingnya sedangkan tangan kiriku mulai
mengobok vaginanya. Terasa Nafsu naik dari ciuman Andela. Permainan lidahnya
semakin liar. Nafasnya semakin tersengal sengal. Putingnyapun menjadi lebih
tegang. Dan tentunya, vaginanya bener bener udah becek..
“sayang.. udah
mau masukin?.. aku udah nggak tahan pengen ngerasain” ucap Andela.. ucapannya benar
benar membuatku hilang akal sehat. Dengan kata-kata “oke sayang aku masukin
ya”, aku mulai mengarahkan penisku ini ke lubang vaginanya. Dan kucoba masukkan
secara perlahan. Kulihat Andela hanya bisa menggigit bibirnya. Sepertinya dia
gugup.. tapi dia mencoba meyakinkanku bahwa ia tak apa-apa melalui anggukan
kepalanya. Aku dengan dia seolah-olah sudah memahami bahasa non verbal milik
kita..
Kini kepala
penisku sudah masuk ke liang vaginanya.. terasa hangat dan sangat becek. Namun
tidak sampai di situ saja, kumulai lagi memasukkan penisku secara perlahan..
Andela kembali hanya bisa nafas tersengal dan menggigit bibir. Tetap mencoba
memasukkan lebih dalam, namun di saat penisku baru setengahnya masuk. Terasa
ada sebuah selaput yang menghalangi. Sudah pasti itu tembok kesucian dia.
“Andela.. kamu yakin nih?” tanyaku, Andela hanya menjawab dengan senyuman
manisnya beserta dengan anggukan kepala.
Kudorong lagi
penisku dan, bless.. terasa penisku telah merobek selaput kesuciannya itu..
maafkan aku Andela.. kubiarkan terlebih dahulu.. kucabut lagi penisku, penisku
berlumuran darah. Dan dari liang vagina Andela pun masih mengalir cairan darah
kesuciannya itu.. kulihat Andela sedikit mengeluarkan Air mata.. “sedikit
sakit.. tapi aku yakin ke depannya pasti
akan menjadi nikmat. Jadi nggak apa – apa kok.. ayo sayang lanjutin” ucap
Andela kepadaku.. kubiarkan sebentar karena nafasnya masih belum seimbang..
setelah 2 menit akhirnya nafasnya pun kembali stabil. Tentu sebelumnya ku telah
membersihkan noda darah di penisku, dan juga di sprei secara seadanya.
“Andela. Aku
mulai lagi yaa” ucapku. Andela kembali menjawab lewat senyuman dan anggukkan.
Ku kembali memasukkan penisku. Kali ini temponya lebih cepat dari yang tadi.
Andela yang tadinya hanya bisa menggigit bibir. Kini mulai mengeluarkan
denguhan nafasnya..
Kumasukkan
terus penisku ke liang vaginanya yang masih seret ini.. namun akhirnya
peniskupun bisa masuk sepenuhnya.. Andela terlihat gelagapan namun ia tampak
bahagia.. “aaah... enaa” ucapnya.. kumulai untuk memaju mundurkan penisku itu..
dengan tempo pelan.. namun makin lama temponya kusengaja percepat agar
kenikmatan yang tak ada duanya itu tercapai.. akupun mencapai pada tempo
tercepatku.. kusodok sodok vagina Andela dengan kecepatan tinggi. Ia hanya bisa
mendesah “ahh.. ahh.. ahh” di saat ku perlakukan seperti itu. Namun dadanya
yang menggemaskan itu berguncang guncang naik turun.. masih dalam keadaan
penetrasi cepat seperti itu, aku mulai menjilati lehernya yang jenjang itu. Itu
memberikan sensasi geli yang berlebih untuk andela.. ditambah lagi tanganku
beroperasi pada puting dadanya. Kupilin pilin putingnya bagaikan sedang tune
radio.
Andela meminta
ganti posisi.. “aku mau coba posisi yang kayak ilen tadi. Yang dia duduk di
atas”.. ucapnya.. ku mengerti maksud dia kalau dia ingin coba WOT. Baiklah
kulayani saja newbie yang menuju expert ini.. kubaringkan tubuhku. Ku
persilahkan Andela untuk mendudukiku. Andelapun langsung mengambil posisinya.
Ia bimbing penisku ke arah liang vaginanya. Lalu ia mulai memompa tubuhnya naik
turun langsung dengan tempo cepat.. gilaaa enak banget.. kali ini kami berdua
yang mendesah “Ahhh.. ahhh.. ahhh” karena ya emang nikmat banget.. diapun
mendesah seperti itu dengan menganga penuh kenikmatan. Dadanya berguncang naik
turun efek cepatnya pergerakan tubuh Andela.
Kali ini
Andela sudah mulai kelelahan. Ia tidak lagi memompa seluruh tubuhnya keatas
bawah. Kali ini badannya mendekap badanku, sedangkan pinggulnya tetap aktif
bergerak.. Andela tetap mendesah nikmat seperti tadi. Tapi kali ini ia
melakukannya sambil menjilati puting dadaku yang terpampang bebas dan tepat di
hadapannya apabila posisi dia menungging seperti itu.. di tengah-tengah
permainan kami.. “ahhh... sayang... aku... jeboll...aaaaahhhhhh...” andela
mendenguh kencang... terasa vaginanya berdenyut hebat lalu menyemburkan cairan
hangat yang meluber keluar dari vaginanya mebasahi sebagian tubuhku, dan
tentunya penisku sudah dibanjiri terlebih dahulu...
“makasih
sayang... ini enak banget... aku masih pengen.. tapi capek... kamu tuntasin
yaa” ucapnya dengan nafas terengah-engah. Akupun mengambil langkah cepat..
kembali kubaringkan tubuh Andela.. kini tubuhnya terlentang di kasurku..
kuposisikan kedua kaki andela mengangkang.. kumasukkan kembali penisku ke
vaginanya.. langsung dengan tempo cepat karena akupun tidak tega melihat kedua
gadis ini kelelahan.. apalagi Elaine yang sudah terditur pulas.. Andela
menerima penetrasi cepat dariku itu dengan gelagapan sambil mengerang-ngerang
“aahhhh sayangghh.. enaa... ahhhh”. Kubiakan saja dan tetap fokus mengejar
ejakulasiku ini.. jujur denyutan pada dinding vagina Andela terasa sangat
dahsyat.. sebenarnya aku sudah bisa ejakulasi.. namun terasa tanggung.. biarkan
penisku ini merasakan nikmatnya vagina 2 orang idol dalam sehari.. ku tetap
lajukan hujaman penisku ini dengan cepat.. lalu terasa ada denyutan hebat dari
penisku.. “sayaang... akuu udah di batesnya nih... hhhh.. keluarin di manaa?”
tanyaku ke andela.. Andela justru menggunakan tangannya untuk menahan tubuhku..
“aku mauuuu ituuu sayang.. jangan dibuang.. aku mau.. tubuhku mau... vaginaku
yang paling mau... sembur aku sayaang.. ahhhh”
“ahhhh...
sayang... aku... keluar...” denguhku kencang.. CROT CROT CROT CROT CROT CROT
CROT... terasa 7x semburan sperma yang keluar mengisi vagina Andela.. ini
karena memang tubuhku ditahan olehnya sehingga tidak bisa mencabut penisku dari
vaginanya.. yaudahlah dia yang mau ini..
”ahhh...
akhirnya... gimana ndel rasanya?” tanyaku ke Andela.
“hhh... luar
biasa... aku nikmatin banget.. jadi gini toh rasanya.. eh.. sebentar..” ia
meraih penisku.. memijatnya sedikit. Dan benar spermaku sedikit keluar lagi..
spermaku dilap oleh tangannya.. lalu tangannya itu ia jilati.. “hmm asin toh
rasanya. Tapi enak” ternyata... dia hanya ingin tau rasanya hahhaa
Setelah itu
Aku dan Andela menyusul Elaine ke dunia mimpi.. kami terbangun dari tidur pukul
7 malam.. Elaine dan Andela merasa santai aja karena memang hari itu mereka
libur kegiatan JKT48. Setelah itu kami bertiga kembali besenggama.. tapi tidak
selama tadi. Karena Elaine sudah ditelfon bapaknya. Oleh karena itu aku kembali
mengantar mereka ke sevel senayan city tempat kami bertemu tadi siang. Dan
selama perjalanan kami tidak hanya menikmati perjalanan. Ya kembali penisku
menjadi target.. tapi kali ini Andela yang duduk di kursi depan. Dan dia dengan
cuek melakukan blowjob dengan keadaan underless.. sehingga akupun bisa dengan
mudah sesekali mengobok vaginanya..
Tak selama
perjalanan siang. Kamipun tiba di sevel sency.. aku berpamitan dengan mereka
berdua. Tentu setelah saling bertukar kontak. Karena kita yakin akan
melakukannya lagi suatu hari nanti.
Xxxxxxx
(sudut pandang
= Andela)
Aku baru
menyadari kenikmatan dari bercinta. Aku benar-benar menikmatinya. Meskipun aku
kehilangan sesuatu yang tak mungkin kembali lagi yaitu selaput dara. Tapi aku
tidak menyesalinya sama sekali. Justru dengan kehilangan hal tersebut, aku bisa
merasakan suatu hal baru.. suatu hal yang benar benar memanjakan hasrat. Hasrat
untuk memadu kasih dengan seseorang.
Setelah
kejadian itu. Aku masih sering berhubungan dengannya.. namun akhir akhir ini
dia sibuk dengan pekerjaannya.. maka aku sering mencari lelaki lain.. aku
pernah melakukannya dengan salah satu fansku.. saat itu fansku datang
memberikanku hadiah.. sebuah hadiah yang simple sih.. sebuah kaos.. tapi aku
menghargai pemberiannya itu.. dengan cara memberikan tubuhku kepadanya..
Yang lebih
gila lagi.. saking nggak ada cowo yang bisa aku tunggangi.. aku pernah
ngegodain tukang tahu yang sering isengin okta.. aku godain dan berujung ke
ranjang.. tapi aku menikmati hal itu semua... pernah aku sedang main dengan
tukang tahu itu, lalu aku ketauan oleh bapak pemilik kos.. jadi ya gitu..
tukang tahunya diusir.. tapi giliran bapak kosnya yang main sama aku. Aku fine
fine aja. Toh ibu kos juga lagi keluar. Setelah itu.. aku sering main
kuda-kudaan sama bapak kos, di saat ibu kos udah tidur.. terkesannya hyper
banget ya aku?? Tapi ya inilah aku.. aku yang sudah jadi budak seks setelah
pertama kali dikenalkan oleh Elaine.. terimakasih Elaine, kamu mengenaliku pada dunia bahagia ini..
Saat itu gen 3
sedang ada latihan.. dan akupun seperti biasa ikut latihan.. namun Elaine
melihatku dan mengatakan.. “ndel kamu sakit? Pucat gitu”.. aku heran.. karena
jujur aku merasa biasa aja. Maka aku tetap mengikuti latihan... namun di tengah
latihan aku pingsan.. bangun bangun aku di ruang ganti.. Elaine menyarankan
besok aku checkup ke dokter, malam ini aku langsung istirahat aja.
Esoknya aku ke
dokter. Mengecek penyakitku ini. Dan apa yang dikatakan dokter? “Selamat...
Janin anda sudah berumur 3 bulan” sungguh shock diriku. Dan aku memutuskan
untuk cuti dari JKT48 dengan alasan kesehatan yang tidak baik. Akupun pulang ke
solo.. terpaksa menceritakan semuanya ke keluarga aku.. keluarga akupun kaget..
tapi mau gimana lagi? Nasi udah jadi bubur. Dan papa aku nggak mau aku
ngegugurin.. aku harus tanggung jawab sendiri atas apa yang telah aku lakukan.
Dan sejak saat itu aku memutuskan untuk menjaga janin ini hingga lahir dan
merawatnya. Tapi aku tidak bisa melanjutkan karirku di JKT48. Jadi.. aku
memutuskan untuk graduate dari JKT48. Maaf ya Fansku.. jika kalian tau apa yang
sebenarnya terjadi. Kalian pasti kecewa. Maka kuberikan informasi kepada JOT
bahwa aku mundur dari JKT48 karena efek kesehatan. Sekali lagi maafkan aku. :’)
-Andela
Yuwono-

