Kamis, 17 Oktober 2013

No...ella




Pagi itu pukul 07.00 WIB, diriku memakai sepatuku dan bergegas ke luar rumah untuk lari pagi. Rumahku berada di daerah Tomang, Jakarta. Tidak repot-repot, cukup membawa tas gendong kecil berisi dompet dan alat pertahanan diri (maklum, hidup di Jakarta itu keras. Banyak tindak kriminal)
20 menit berlari, sudah mulai merasakan dahaga. Mata melirik ke sana ke mari, mencari minum. Lalu, tatapanku mengarah ke sebuah tempat perbelanjaan yang lokasinya tak jauh dari tempatku, sebut saja LAWSON. Tapi, cukup kecewa juga. dikarenakan tempat itu belum buka saat itu. Tak tau mau bagaimana, aku hanya duduk di depan LAWSON itu.. sambil meluruskan kaki.
“Mas jangan nongkrong dong.. emang sih LAWSON itu tempat tongkrongan, tapi ngga gini juga. Lagian belom buka juga LAWSONnya” tiba-tiba terdengar omelan seperti itu.. waduh aku diomeli sama seorang cewek. Siapa dia ? Cewek jutek dengan rambut cukup panjang.
“hush wel, jangan gitu. Siapa tau dia itu emg nunggu LAWSONnya buka. Maaf mas, ini teman saya emang rada judes sih. Hmm kalau emang nunggu toko kami buka. Sebentar yaa mas” ucap seorang cewe yang ternyata menyusul si cewe jutek itu. Senyum segarnya terasa cukup untuk menghilangkan dahaga ini.
Kedua gadis itu pun segera membuka toko mereka. Kulihat mereka lgsg masuk ke ruang staff. Dan sekitar 5 menit kemudian, si cewek ramah keluar dari ruang staff itu menggunakan seragam LAWSON. Lalu ia menghampiriku.. “silahkan masuk aja mas, ambil yang mas mau beli, tapi maaf kalau masih gelap. Soalnya kami masih bersiap-siap”
“makasih banyak ya mbak, hmm mbak viny” kulihat dari nametag yang tertera di dada kiri seragamnya.
“iya, sama-sama ya mas.” Jawabnya lagi disertai dengan senyum segarnya.
Akupun segera mengambil sebotol air rasa mineral. Membayarnya di kasir, dan duduk di kursi yang disediakan. Sambil melihat ke arah viny yang masih sibuk berbenah.” Cakep banget nih cewek.. bodynya juga yahud. Ya walau dadanya ngga gede sih. “
“apaan yang nggak gede? Yeee elu pagi-pagi gini udah mesum aja. Jangan kurang ajar ya ke temen gue. Yaudah, permisi, mejanya mau gue lap dulu.” Tiba-tiba si cewek jutek nyeletuk.
“yaelah mbak, namanya juga laki-laki. Pasti seneng lah kalau liat cewek cakep. Mbak juga kan kalau liat cowok cakep pasti seneng.. ya kan mbak Noella?” jawabku simpel. Ingin rasanya kubikin stuck nggak bisa ngejawab omonganku lagi.
Noella pun sibuk ngelap meja yang ada di depanku itu.. lalu badannya membungkuk. Tercetak jelas kedua payudara di balik seragam kerjanya yang sepertinya memang ketat. Melihat itu, aku tak berkata apa-apa, biarkan saja aku melihat pemandangan yang cukup indah itu. Selagi dia tidak menyadarinya juga.
“ternyata cakep juga ya ini cewek, walaupun jutek.” Pikirku dalam hati. Sesekali kulihat wajahnya tersenyum menikmati pekerjaannya itu. Ternyata dibalik sifat juteknya, masih terlihat senyum manisnya. Efek terlalu lama melihatnya,entah tiba-tiba  aku jadi memikirkan wajahnya yang penuh kenikmatan saat kugenjot tubuhnya. Dengan kedua payudaranya yang tidak bisa diam saat kugenjot. Aah pasti sangat menggemaskan.. seketika aku bisa melupakan tentang viny si gadis yang satu lagi. Yang sebenarnya lebih cantik. Tapi juju raja, noella ini lebih bikin nafsu.
Terfikir ide super nakal di otakku, ingin rasanya kusetubuhi si noella itu. Aku pergi menuju ke toilet. Lalu aku memanggil mbak noella dengan alasan ada kerusakan di toilet itu.
“mbak, mbak noella.. “ panggilku.
“ya? Kenapa?” jawabnya singkat, sedikit jutek.
“tolong periksa dong itu toilet kok rusak ya? masa iya tempatnya populer, tapi toiletnya rusak?” jawabku lagi. Berharap dia mau ke toilet untuk melihat keadaan.
Ternyata aku beruntung, dia segera meninggalkan pekerjaannya untuk mengecek toilet. Aku mengikutinya dari belakang. Dan saat dia masuk ke toilet, akupun ikut masuk juga dengan alasan ingin memberitahu kerusakannya (yang aslinya, memang tak ada kerusakan). Lalu pada saat itu, pintu kututup dan kukunci.
Dia pun menyadari aksiku itu, tapi sebelum dia protes apa-apa. Aku sekap mulutnya, dan mengacungkan kepadanya alat pertahanan diri yang memang ku bawa dari rumah. Alat itu adalah stuntgun.
“angkat kedua tangan lo.. ikuti perintah gue, atau ngga.. elu gue setrum pake ini. Mau yang mana?” tanyaku memaksa.
Diapun mengangkat kedua tangannya, wajahnya terlihat sangat pias. Dari yang tadinya jutek, jadi terlihat melas.
“oke ternyata elu pinter. Lebih milih tubuh menggelinjang keenakan, daripada menggelinjang karena distrum. Sekarang gue harap lu jangan berontak. Ikuti aja semua yg gue perintah!”
Mukanya sudah terlihat sangat pias, terlihat dia sudah mulai menahan isak tangis. Sepertinya dia tidak ingin aku melihatnya menangis. Karena akan benar” merubah imej dia yang tadinya terlihat sangat judes, tapi sekarang jadi lembek gini.
Kubuka pakaiannya satu per satu. Mulai dari seragam kerjanya. Hingga cukup kusisakan bra dan celana dalamnya saja. sungguh pemandangan yang indah. “body lu bagus ya. sayang kalau nggak dimanfaatin baik-baik” kataku. Akupun langsung meremas remas kedua payudaranya. Sedangkan dia hanya bisa menerima perlakuanku itu walaupun terpaksa, pada awalnya.
5 menit kugerayangi payudaranya tersebut. Terasa sudah tak ada gerakan perlawanan dari dia. Mimik wajahnya pun  terlihat mulai menikmati permainanku itu. Sesekali ia menggigit bibir saat dadanya kuremas remas. Pada saat itu, kucoba untuk mendekatkan kedua kepala kami, dan kucoba untuk meraih bibirnya menggunakan bibirku. Ternyata aku mendapat respon positif darinya. Dia sudah siap untuk berfrenchkiss denganku. Lidahnya yang mulai menerobos ke dalam mulutku. Dan akhirnya lidahnya berhasil bertemu lidahku. Kami pun berfrenchkiss ria. Dan akupun sepertinya tidak perlu tetap memegang stunt-gun yang kubawa itu.
Sambil berciuman pun aku melepas tangan kananku dari payudara kirinya itu. Tangan kananku mulai menyelusuri bagian bawah tubuhnya. Saat menyentuh celana dalamnya. Terasa basah. Wah ternyata dia sudah benar” terangsang. Kuselipkan tanganku ke balik celana dalam itu. Terasa bulu-bulu vaginanya yang tidak terlalu lebat juga. Kuusap-usapkan tanganku itu di vaginanya. Saat kulakukan itu, terasa mulutnya semakin menyedot nyedot lidahku. Hanya desahan desahan kecil yang terdengar dari mulutnya..  
Kulepas ciuman kami, kunaikkan salah 1 cup bhnya. Kuhisap salah 1 puting susunya yang menggoda itu.. dia mendesah semakin menjadi-jadi. Vaginanya pun jadi semakin basah.
Tiba-tiba..
“TOK TOK TOK!” bunyi pintu diketuk cukup kencang..
“wel… noella.. kamu di dalam kan?” Tanya seseorang di luar toilet, aku yakin dia adalah viny.
Noella pun memberi kode kepadaku bahwa dia akan menjawab pertanyaan viny..
“iyaa vin, gue di dalem. Sebentar ya, gue lagi bersihin toilet nih.” Kata Noella mencoba berbohong.
“ooh oke deh wel.. ohiya, kamu lihat mas ganteng yang tadi ngga wel? Kok tiba-tiba ilang ya?” Tanya viny lagi. Akupun kaget mendengar pertanyaan itu.. ternyata pujian nggak terlontarkan 2 arah.
“diih, mana gue tau cowo ngeselin itu.. mungkin pulang… udah ah vin, gue mau lanjutin bersihin toilet nih.”  Jawab Noella dengan nada jutek.
“yaah, sayang banget.. padahal aku masih mau liat dia. Yaa semoga aja bisa liat dia di waktu lain. Yaudah aku balik ke depan ya wel.” Jawab viny dengan nada sedikit memelas.
Viny pun pergi dari depan pintu toilet. Lega rasanya, takut ketauan sih. Tapi untungnya Noella juga jago ngomong. Sehingga viny pun bisa dikelabui dengan mudahnya.
“apelu senyum senyum sendiri? Kesenengan yah pas denger omongan temen gue? Mungkin dia suka sama lu. Secara, gue pun mengakui kalau lu emg cukup ganteng. Jadi wajar lah kalau viny suka sama lu. Tapi sebelumnya maaf.. sekarang elu milik gue.” Kata-kata yang terucap oleh Noella, sungguh merusak akal sehatku. Aku diperebutkan oleh 2 orang gadis cantik. Sungguh tidak percaya.
Di tengah lamunanku itu. Noella kembali mencium bibirku dengan penuh nafsu. Kali ini, sepertinya aku yang sepenuhnya dikendalikan olehnya. Tangannya masuk ke balik celana trainingku, lalu masuk ke balik celana dalamku sehingga kini tanggannya benar-benar sudah menyentuh penisku. Penisku pun diremas-remasnya. Sesekali ia mengusap usap kepala penisku itu. Kali ini, hanya aku yang meringis keenakan.
Aku mencoba kembali menggerayangi payudaranya. Namun tanganku ditepis oleh tangan kirinya..
“tadi gue bilang kan kalau elu milik gue sekarang. Bukan berarti gue milik elu” protesnya..
“sial, gue yang diperbudak gini jadinya” kesalku dalam hati.
Tangan kirinya mencoba untuk menurunkan celana trainingku. Dan usaha itu berhasil. Sudah terlihat kerasnya penisku di balik celana dalamku. Dia merasa gemas melihatnya. Dan langsung saja, ia menurunkan celana dalamku sehingga penisku mencuat tegak perkasa.
“boleh juga punya lu.. sayang kalau nggak dimanfaatin baik-baik” katanya. Sialan, kata-kata milikku dikembalikan..
Ia pun segera jongkok. Mengocok penisku. Dan tak lama, ia langsung melahap penisku itu dengan mulutnya. “ahh gilaaa” hanya itu yang dapat kukatakan saat itu..
Dengan sangat menikmati, ia mengulum dan menjilat penisku. Iramanya kadang cepat kadang lambat. Tidak tertahankan sensasinya saat ini. Mataku terpejam, bibirku tersenyum keenakan. Tidak kusangka jadinya seperti ini. Niat perkosa, tapi ujung-ujungnya malah seperti diperkosa.
Cukup lama ia memberikan service blowjob kepadaku. Lalu tiba-tiba ia melepas penisku itu dari mulutnya. “duduk di WC, sekarang” pintanya. Dan aku pun hanya menuruti perintahnya saja.
Aku pun duduk di WC itu. Melihat aku duduk di situ dengan penisku yang masih tegak. Noella pun segera melucuti seluruh pakaian yang dikenakannya. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Melihat seorang gadis cantik tak berbusana. Bukan lewat layar kaca. Tapi langsung di tempat. Di ruangan yang hanya ada kami berdua. Dan aku sudah bisa menebak apa yang akan dilakukannya. Ia duduk di pangkuanku. Menghadap kearahku, sehingga kini kepala kami sejajar.
“siap yah, gue udah nggak tahan soalnya.” Ujarnya. Iapun meraih penisku, dan mencoba untuk memasukkannya ke dalam vaginanya. Laju penisku ke dalam vaginanya tak terlalu sulit, karena vaginanya memang sudah sangat basah sedari tadi. Tak lama pun penisku berhasil masuk ke dalam vaginanya.
“hey.. lu udah siap kan? Gue tau ini bakal nikmat. Tapi jangan berisik, ntar temen gue denger. Oke?” Tanya dia kepadaku. Akupun hanya mengangguk. Dan setelah itu, dia mulai menggoyangkan pinggulnya. Cuma desahan desahan kecil yang keluar dari mulut kami berdua. Sesekali kami pun kembali berciuman mesra. Kedua tanganku kembali bermain dengan payudaranya. Sesekali kupilin pilin putting susunya. Hal itu membuat tubuhnya menggelinjang keenakan.

Sekitar 5 menit seperti itu. Tiba-tiba tubuh dia mengejang. Ciumannya semakin kencang. Dan.. dia mengalami orgasme hebat. Badannya langsung terkulai lemas di tubuhku. Ia melepas ciuman kami dan memelukku mesra sambil berbisik “gue keluar, sekarang tinggal bikin lu keluar.” Aku hanya bisa tersenyum untuk merespon perkataannya itu.
Setelah itu, kubimbing ia untuk berdiri, lalu bersandar pada tembok. Kini giliranku untuk beraksi. Kusetubuhi dia dalam keadaan berdiri. Dalam ritme semakin kencang. Kulihat wajahnya saat itu, sepertinya ia menahan desah dengan cara menggigit bibirnya. Wajahnya sanggat menggemaskan. Semakin naik saja nafsuku ini. Sehingga mengakibatkan genjotanku padanya semakin cepat.
Tak lama kemudian, terasa denyutan pada penisku. Segera kulepas penisku dari vaginanya. Noella pun mengerti bahwa aku sudah hampir orgasme. Ia langsung turun dan segera memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Dan.. entah berapa semburan sperma yang keluar dari penisku itu. Ia pun sempat tersedak, tapi berusaha untuk tidak memuntahkan sperma-sperma hasil jerih payahnya itu. Dan setelah menelan semua sperma yang berada di mulutnya. Noella masih berusaha untuk mendapatkan sisa spermaku dengan cara menyedot kencang penisku itu. “aw shit, gilaa lu mbak. Enak” sahutku.
“Thanks yah, gue nikmatin banget tadi. Hem, boleh liat ktp lu nggak?” kata Noella kepadaku.
“yaa boleh aja sih, emang buat apa?” jawabku sambil memperlihatkan ktpku.
“ooh jadi itu namalu.. dan rumahlu itu sih nggak jauh dari sini. Gue tau persis kok yang mana.” Jawabnya lagi.
Lalu kamipun segera berpakaian lengkap kembali. Lalu keluar dari bilik toilet tersebut diam-diam. Dan memang, toko pun masih terlihat sepi. Ku coba melihat ke arah meja kasir, tapi tak kulihat viny berada di sana.. kemana dia?
“cklak” bunyi pintu bilik toilet yang 1 lagi. Terlihat viny keluar dari toilet itu. Mukanya pucat, nafasnya terengah-engah. Noella yang melihatnya pun segera menghampirinya .. “Vin, lu kenapa?” tanyanya.
“nggak tau nih wel, mendadak aku nggak enak badan. Aku istirahat di ruang staff aja ya.” jawab Viny.
“yaudah lu istirahat dulu aja vin. Biar gue sendiri aja yg jaga toko.” Jawab Noella.
“Gue balik dulu ya mbak. Gue capek habis lari pagi tadi. Mau tidur dulu di rumah. Mbak Viny, cepat sembuh ya” Tiba-tiba aku memotong pembicaraan mereka.  Viny meresponnya dengan senyuman, senyum yang kurang terlihat segar karena kondisi fisiknya saat itu. Dan Noella hanya bisa tersenyum ke arahku sambil mengedipkan sebelah matanya.
Pagi hari yang sangat fantastis. Menurutku..

Minggu, 16 Juni 2013

Veranda.. oh Veranda



Tidak pernah kusangka malam itu dapat terjadi. Hanya karena iseng masuk ke wc wanita, aku dapat menikmati tubuh indah dari seorang Jessica Veranda, member dari Idol Grup JKT48.
Kejadian ini terjadi di toilet lantai 7 fX center setelah selesai jadwal theater JKT48, kira kira pukul setengah 11 malam. Kenapa aku belum pulang dari tempat itu? Karena seperti biasa, setelah theater selesai aku selalu makan malam dan nongkrong bersama teman-temanku terlebih dahulu di trotoar depan mall itu.
“eh gue ke dalem dulu ya, biasa.. ke toilet dulu, kencing eui kebelet ini” aku berkata demikian seraya pergi meninggalkan teman-temanku.
“yaudah, jangan lama-lama ya.. bentar lagi mau cabut nih” jawab temanku dan hanya kurespon dengan mengacungkan kedua jempol tanganku.
Aku pun kembali masuk ke mall tersebut, dan bergegas ke WC, ah kupikir asik kalau aku ke WC lantai 4 aja. Yaa siapa tau ketemu member JKT48 selagi menuju ke sana. Kan lumayan, bonus..
Ketika sampai di WC lantai 4, aku dilarang masuk oleh petugas kebersihan, “mas jangan pakai WC sini mas, lagi dibersihin. Lantai 5 juga lagi dibersihin sama teman saya. Jadi, mas pakai WC di lantai 7 aja ya”.
No problem sih. Walau lumayan capek juga dari lantai 4 ke lantai 7. Mungkin itu sedikit pengorbanan untuk semua hal yang akan kudapatkan nanti secara beruntung. Aku pun naik ke lantai 7, pakai eskalator yang udah di-off-kan. Capek juga eui.
“flush” aku mengguyur toilet yang telah kupakai itu. Lalu cuci tangan dan keluar dari WC pria di lantai 7 itu. Lalu aku melihat pintu WC wanita. Entah kenapa ada sedikit rasa penasaran. Cuma penasaran sama interiornya aja sih. Ngga ada niat macem macem. Toh siapa juga cewek yang pake toilet di lantai 7 jam segini? Aku pun menyelinap masuk ke WC wanita itu.
“ooh seperti ini toh WC cewek, ngga ada yg beda kecuali tidak adanya tempat kencing berdiri(yaiyalah)” batinku. Lalu aku dikagetkan dengan suara langkah menuju WC itu. Aku pun bersembunyi di salah 1 bilik toilet.
Suara langkah itu makin terdengar, semakin mendekat. “duuh dimana sih si kinal? Katanya di toilet? Kok ngga ada? Apa jangan-jangan aku salah toilet ya? Yaudalahya aku buang air dulu sebentar, terus janjian sama kinal di depan fX aja” kata cewek yang baru masuk ruang WC itu.
Bunyi langkahnya semakin mendekat. “Oh damn, dia berhenti di depan bilik toilet yang kudiami saat ini”
“cklak” bunyi pintu bilik toilet terbuka, sebelum pintu terbuka, aku sembunyi di belakang pintu itu. Sehingga dia tidak melihatku di dalam.
Lalu dia masuk ke bilik yang sama denganku, menutup  dan mengunci pintu tanpa melihatku karena posisi badannya menghadap ke toilet. Lalu.. ia menurunkan roknya. “oh god, mimpi apa gue tadi?”
Dia membalikkan badan untuk menggantung roknya ke hanger yang berada di pintu, dan diapun terkejut melihatku ada di bilik yang sama dengannya. Aku kaget, bahwa cewek itu adalah Ve. Member yang kusukai . dan aku melihatnya dalam keadaan tidak pakai rok. Entah mengapa aku hanya bisa diam melihatnya.
“ka.. kamu kok bisa ada di sini?” Tanya ve terbata-bata. Masih shock dia sambil mengambil kembali roknya dan menutupi bagian bawah tubuhnya.
Aku tidak percaya atas apa yang kulakukan setelah itu. Aku mengacungkan jari telunjuk-ku di depan bibirnya sambil melangkah mendekatinya. Dia hanya diam saat aku melakukannya.
“kamu ngga lupa kan sama aku? Aku fans kamu dari awal karirmu di JKT48. Tapi entah selama ini aku merasa belum mendapatkan fanservice yang baik dari kamu. Aku ingin, mendapatkan fanservice itu.. sekarang” ucapku. Jujur akupun ngga percaya bahwa aku mengatakan hal tersebut, mungkin inilah yang namanya dibajak perasaan.
Ia kaget mendengar perkataanku barusan, diam lalu menundukkan kepala. Mulai terdengar isak tangis, tak lama pun ia mengucap “maaf aku belom jadi idol yang baik bagimu.”
Kudongakkan kepalanya sehingga ia menatapku. Kuseka air matanya yang mengalir. Lalu kucium bibirnya. Tidak ada reaksi apapun darinya.
Sekitar 5 detik telah berlalu, dan belum ada respon apapun darinya. Kucoba menyelipkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Dan saling bertemulah lidah kami. Baru di saat itu, dia member rekasi. Lidahnya ikut bergerak mengikuti gerakan lidahku. Ia mulai memejamkan matanya. Sepertinya ia menikmatinya.
Tak lama kemudian, kulepas ciumanku dari mulutnya. Kugerayangi lehernya dengan mulutku. Sedangkan jari telunjuk tangan kiriku yang menggantikan lidahku untuk bermain bersama lidahnya.. dia hanya bisa merespon dengan desahan kecil sambil terus mengemut jari telunjukku.
Lalu ku coba menyentuh payudaranya yang kenyal itu. Ku tak bisa taksir ukurannya, karena itu pertama kalinya aku menyentuh payudara wanita, selain payudara ibuku di saat aku kecil dulu. Lagipula aku tidak peduli juga dengan ukuran payudaranya, toh sekarang udah digenggamanku. Kupijat dadanya, lalu ku remas remas.. hisapannya pada jariku semakin kencang. Sambil mengeluarkan suara “emmph” tanda bahwa ia menikmatinya..
Ku lepas jari telunjuk kiri ku dari mulutnya, lalu ku angkat kaos yang dikenakannya. Dia tidak menolak, justru ikut membantu membuka kaosnya. Dan melepas kaitan BH nya sekalian. Aku tidak percaya, di depan mataku saat ini, terlihat payudara yang benar-benar menggoda dari seorang idolaku. Bentuknya bagus, lalu pentilnya sangat menggoda, berwarna pink. Tak kuat nafsu melihatnya. Aku pun dengan nafsu langsung menyusu pada pentil kanannya. Dan tangan kiriku memilin pentil kirinya. Dia hanya merocos keenakan. Sepertinya dia sudah tidak peduli dimana kami melakukan hal ini. Dan secara logika juga, siapa yang bakal ke toilet yang berada di lantai paling atas mall tersebut pada jam segini?
Kini tangannya sudah mulai aktif meraba-raba celanaku. Aku tau apa yang sudah diincar oleh nafsunya itu. Apalagi kalau bukan penisku? Yah kalau udah begini, ku biarkan saja tangannya menggerayangi daerah selangkanganku, dibuka pengait jeansku, dan dibuka pula resletingnya. Lalu dilanjutkan dengan sedikit menurunkan celana jeansku. Kini hanya ada kain celana dalam yang memisahkan antara penisku dengan tangannya. Tak lama kemudian, dia turunkan juga itu kain penghalang. Sehingga mencuatlah menara penisku yang sudah tegang daritadi.
“hmm punyamu bagus juga, bolehkah ku mencicipinya?” Tanya dia kepadaku. Pertanyaan itu langsung bikin aku kaget. Dan aku pun berbalik nanya. “kok kamu bisa menilai punyaku bagus atau tidak?”
“hehe, meskipun aku pemalu, tapi aku tetap fashionable kan?” Tanya dia balik.
“loh apa hubungannya?” jawabku bingung.
“hmm dulu kan aku model ya, nah selama jadi model itu. Aku udah ngga asing lagi sama alat kelamin pria. Toh pas audisi model juga, aku disuruh puasin nafsu managernya,keperawananku juga diambil sebagai modal awal karir aku di dunia modelling. Aku juga udah beberapa kali ikut nude photosession.” Jelasnya.
Sumpah, aku ngga percaya dengan apa yang dijelaskannya barusan. Benar-benar ngga disangka, gadis pendiam sepertinya, ternyata telah melalui karir seperti itu.
“hei kok diem? kamu kecewa ya sama aku?” Tanya dia kepadaku. Sambil mendudukkanku di toilet.
“hmm semoga ini ngga bikin kamu kecewa deh” katanya. Lalu dia mulai mengocok penisku. “maaak, nggak kuat ini gue bener-bener dilayanin sama idola gue” batinku..
Dia mendekatkan bibirnya ke penisku, dan mulai menciuminya, menjilatinya, dan mengulumnya. Aku hanya bisa meracau keenakan menikmati permainannya. Kulihat jam tanganku, sudah jam 11. Sebentar lagi fX ditutup. Aku berkata kepadanya , “ve, udah jam 11, sebentar lagi tutup nih”
“wah iya sebentar lagi, yaudah kita main cepat aja ya” jawabnya sambil melepas celana dalamnya dan segera menancapkan penisku ke dalam memeknya. “astaga seberapa beruntungnya gue saat ini, dilayani idola gue dalam urusan sexual” batinku bangga.
Tak lama kemudian, serasa ada yang membanjur penisku. Gerakan ve pun langsung lemas. “aku keluar, sekarang giliranmu” katanya. Mendengar perkataannya, aku langsung terkontrol emosi. Kubalikkan posisiku dengannya, sekarang dia yang duduk di toilet.. kuhujamkan terus penisku ke memeknya. Kami berdua sama sama meracau tidak karuan di bilik toilet itu.
Sekitar 5 menit. Aku merasa tidak tahan lagi. Aku meracau lebih heboh dari sebelumnya. Ve menyadari bahwa aku sudah mencapai limit. Aku benar-benar tidak percaya, dia justru menahan badanku agar tidak mencabut penisku. Alhasil dalam hitungan detik.. “crot crot crot”, mungkin sekitar 9 semburan sperma dari penisku. Banyak yang luber keluar memeknya.
“tenang aja sayang, aku lagi ngga di masa subur kok.” Ucapnya lalu mencium bibirku kembali.
Setelah itu kami kembali berpakaian. Tapi ada yang janggal. Dia tidak memakai celana dalam di balik roknya. Aku bingung, apa yang dia rencanakan. Mungkin dia takut ketauan karena celana dalamnya basah.. Tiba tiba dia mengambil sesuatu di tasnya.
Dia mengambil benda yang ngga ada hubungannya sama sekali dengan apa yang kami lakukan tadi. Dia mengambil spidol. Untuk apa? Dia menuliskan kata-kata di celana dalamnya. Lalu memberikan celana dalamnya kepadaku dan langsung pergi meninggalkanku di bilik toilet ini.
“I love you and your dick” itulah kata-kata yang dituliskan di celana dalamnya yang kini berada di genggamanku.
Gileee, hoki amat gue. Udah dapet fanservice plus plus. Dapet Rare SWAG pula.. kalau gue jual dapet berapa yah? Haha becanda, ngga bakal dijual juga sih. Yakali gue post #WTS Celana dalam + message dari Veranda.. haha LOL..
Ku keluar dari fX. Udah lumayan sepi. Terlihat temanku masih setia menunggu.
“Gile lu, lama amat kencingnya. Gue nungguin dari tadi nih” cetusnya.
“maaflah, gue tadi kencingnya 2x eui. Jadi maklumin aja yah” jawabku dengan santai. Tidak mungkin juga aku cerita tentang apa yang kulakukan barusan dengan seorang idol.           
Beberapa hari kemudian, aku terkaget-kaget saat melihat di twitter bahwa ve follow akun twitterku. Dan tak lama kemudian ada sebuah direct message darinya. Saat kubaca, dia memberitahu akun LINE-nya. Setelah ku save contact dan coba chat dia di LINE. Dia menghapus Direct messagenya di twitter itu, dan unfollow akun ku kembali.
Udah kontak lewat LINE? Apa yang bisa anda pikirkan setelah itu? Ya.. kami biasa melakukan chatsex di sana, sesekali phonesex lewat LINE call. Kadang kami membuat janji bertemu setelah ia theater untuk melakukan fast sex. Atau sesekali kami  janjian di suatu motel untuk melakukan hal gila itu semalaman…
Seorang idol juga punya cinta~ jadi jangan salahkan saya ya . kami hanya melakukan apa yang biasa dilakukan oleh sepasang manusia yang saling mencintai.

Minggu, 03 Maret 2013

Get Well Soon Onya


 
Di suatu sore.. Sonya dirawat dirumah sakit
Mendengar kabar itu. Jeje dkk langsung menuju rumah sakit itu
“sonya kamu knapa? Kamu sakit apa?” kata jeje
“aku hanya kelelahan saja, karena sangat drop jadi harus dirawat sebentar hehe”
“yaampun kita kan khawatir banget.. nya…” kata ve
“ngga aku ga papa kok,, oh iya kak ve bisa gak temenin aku di rumah sakit?”
“wahh maaf sonya, aku besok ada jadwal parktikum,, maaf ya ga bisa nemenin kamu..”
Sonya terlihat agak sedih
“udah nyaa ada gue kok yang nemenin, kebetulan besok gue masih libur”
“wahh makasih ya je… soalnya ga ada yang nemenin gue disini”
Singkat cerita yang lain sudah pulang hanya tinggal jeje yang masih menemani sonya..
Beberapa detik berlalu,, tiba2 sonya berkata
“je….”
“Kenapa?”
“gw boleh minta tolong ngga? Gw butuh sesuatu biar gw agak baikan”
“minta tolong apa? Mau dibikinin teh hangat?”
“ngga je”
“terus?”
“tolong cium gue”
Jeje sedikit terkejut tetapi jeje langsung melakukannya, dia segera mencium kening sonya. Tiba2 sonya menahannya, lalu sonya menunjuk bibirnya dengan telunjuknya.
Jeje terdiam sesaat, lalu sonya berkata: “please…” jeje menggeleng. “sekali saja…” ujar sonya.  Jeje masih terdiam.       
“please je……. lo mau gue baikan kan………”
Sonya menarik jeje perlahan dengan memeluknya, lalu  akhirnya bibir jeje menyentuh bibir nya
Sonya mulai merasa nyaman,, ia tak melepaskan ciumannya. Beberapa saat kemudian sonya mendorong lidahnya agar masuk ke mulut jeje.
Jeje langsung melepaskan ciumannya
“maaf nyya.. gue ga bisa lebih jauh dari ini” kata jeje..
“je… maaf dah bikin lo ngelakuin ini, tapi please ngertiin gue kali ini aja je, disaat sakit begini gue butuh kehangatan itu”
Tidak lama setelah itu sonya menarik tangan jeje untuk menyentuh ke dada nya
“je… rasakan detak jantung gue je..”
Jeje masih terdiam. Lalu sonya menggeser tangan jeje lebih ke kanan sehingga jeje benar2 menyentuh payudara sonya.
“please je, walau lo terpaksa dan lakuin setengah-setengah, setidaknya itu udah cukup bahagiakan gue saat ini..”
Jeje yang kasihan melihat wajah sonya akhirnya mendengarkan perkataan sonya. “oke fine. Tapi Cuma kali ini ya nya” kata jeje.
Jeje tersenyum meletakkan tangan sonya di payudaranya sehingga sonya dapat meremasnya..
lalu jeje justru mencium sonya
“French kiss is OK, do it as much you want onya, just for today..”
Sonya pun langsung mencium jeje dengan memasukkan lidahnya ke mulut jeje…. Dia menciumnya dengan perasaan penuh, menggigit lidahnya, menggigit bibirnya.. sambil tetap meremas payudara jeje
Jeje pun membuka piyama yang dikenakan sonya,, jelas sonya tidak memakai BH… jeje mulai menyentuh payudara sonya dengan lembut..

Jeje melakukannya dengan baik,, melihat punting sonya yang mulai mengeras, dia langsung membuka celana yang dikenakan sonya,, tetapi sebelum itu dia ikut membuka kaos nya.. dia naik ke atas kasur dan mendekatkan tubuhnya ke sonya agar sonya dapat melepas Bra yang masih dikenakan jeje sambil tetap berciuman..
Jeje membuka celana dalam yang masih dikenakan sonya. Dan mulai meraba vagina sonya..
Sonya mencium leher jeje dengan penuh perasaan lalu mengigit kuping jeje dengan tetap mendesah merasakan kenikmatan jangan jeje yang sedang berada di vaginanya..
Sonya semakin menjadi, dia melepaskan kancing celana jeans pendek yang dikenakan jeje,, dan dengan agak kasar langsung memasukkan tangnanya ke dalam celana dalam jeje dan langsung meraba vaginanya.. jeje tiba2 mendessah..
“ahh nyaa.. gile ya lu. Kan lu yg pengen dipuasin. Knp sekarang gue yang kena?”
“hehe sorry je, kagak fair soalnya kalau Cuma gue yg keenakan. Kita kan sahabat, gue mau berbagi kenikmatan ini sama lo” onya pun menjawab demikian sambil mulai untuk mencium bibir sahabatnya itu. Mereka pun kembali ber franch kissing dengan mesra.
“je, udah basah aja dah ini meki lo.” Ucap onya sambil menjilati jarinya.
“aah udahlah nya jangan dibahas, malu gue wei” protes jeje. Wajahnya pun terlihat memerah
“tapi enak kaan je? Kalau enak mah bilang ajaa. Mau yg lebih enak ngga je? Sekarang lo duduk di pinggir kasur”
Jeje pun melakukan apa yang diperintah onya. Lalu onya turun dari kasur, menghadap jeje yang sedang duduk itu lalu melepaskan semua kain yang melekat di tubuh mereka berdua. Sehingga saat ini kedua wanita tersebut benar-benar telanjang bulat di ruang perawatan vip itu.
“nya lo yakin gpp kyk gini? Apa ngga terlalu frontal? Bisa kan kita gini di lain waktu? Di tempat yg lebih memungkinkan” Tanya jeje.
Onya tidak mendengarkan kata-kata jeje. Ia mendekati tubuh jeje. Memeluknya. Dan mulai menjilati payudara jeje. Kemudian menyusu pada puting susu jeje yang sudah mengeras. Jeje hanya bisa mendesah sambil mengelus-elus rambut onya.
Setelah beberapa saat, jilatan onya mulai turun menyusuri tubuh jeje, bawah payudara, lalu ke pusar, dan pada akhirnya tepat di depan bibir vagina jeje.
“yak it’s show time baby” onya berkata dengan sangat menggoda.
Jeje saat ini hanya bisa terengah-engah. Mencoba siap untuk menghadapi perasaan apa yang akan dialaminya beberapa waktu ke depan.
“ahhh.” Desah nikmat jeje terucap secara spontan saat lidah onya sudah menyentuh bibir vagina-nya.
Onya tidak menghiraukan desahan jeje tersebut. Ia mulai memainkan lidahnya di bibir vagina jeje. Menelusuri ke dalam liang vagina jeje. Menghisap hisap, dan tidak lupa lidahnya menari-nari di klitorisnya jeje. Yang membuat vagina jeje semakin becek.
Jeje sangat menikmati permainan cinta nya onya. Kepalanya mengadah ke atas sambil terus mendesah nikmat. Kedua tangannya menekan-nekan kepala onya agar sahabatnya itu lebih bisa menikmati vaginanya.
“aaah nyaaa gue ngga tahan lagiii” jeje pun mengalami orgasmenya yang pertama malam ini. Onya gelagapan menerima serangan orgasmenya jeje. Cairan cinta jeje tertelan hingga onya pun tersedak. Namun ada juga cairan cinta jeje yg meluber keluar dari sela-sela bibir onya.
“gile lo je, banyak amat keluarnya. Tp enak sih asin-asin gitu. Lo mau ngerasain juga kan ya walau Cuma sisa-sisa sih yg ngga ketelen”
Lalu onya kembali mencium bibir jeje. Lidah mereka kembali berpagutan, dan ternyata memang ada sisa-sisa cairan cinta jeje yang belum tertelan oleh onya. Dan secara tidak langsung, jeje mencicipi yang namanya cairan cinta. Walau itu cairan cintanya sendiri.
“oh gini toh rasanya, iya sih asin. Tapi nyaa.. boleh ngga? Sekarang giliran gue?” kata jeje malu-malu. Mungkin dia ngga enak sama onya, karena dari tadi kesannya dia jual mahal.
“hmm apa sih yang nggak buat lo je? Lo kan bestfriend gue. Lagipula emang gue mau berbagi kenikmatan sama lo. Oke sekarang gue yang duduk. Terserah lo mau gimana. Now, im yours je”
“oh iya nya, sebelumnya. Tolong lupain kata-kata gue yg tadi ya, yang ‘just for now’. Yaa karena gua siap kok muasin lo kapanpun. Anggep aja gue cowo lo sekarang. Walau emang kita ngga boleh punya cowo selama di JKT48”
“hmm gue udah tau kok kalau bakal kyk gini. Jadi, saat ini kita udah ngga bersahabat lagi. Tapi berpacaran gitu? Boleh aja sih asal jangan ada yang tau hubungan kotor kita ini. “
“tenang aja nyaa, ngga bakal ada yang tau hubungan kotor kita kok. I love you Sonya Pandarmawan” ucap Jeje yang seketika bikin onya melting. Lalu mereka kembali berciuman mesra dan jemari jeje mulai mengelus vagina milik onya yang saat ini telah menjadi pacarnya itu.
Malam itu, menjadi awal dari hubungan kotor mereka. Beberapa hari kemudian, sonya sembuh total dari penyakitnya itu. Dan ia bisa kembali perform di theater.

Di kamar mandi wanita, fX centre lantai 3.
“je, setelah dijenguk sama lo, keadaan gue lgsg membaik. Dan sekarang gue udah siap untuk perform lagi.”
“welcome back onyaa.. semangat yaa buat comeback lo di theater hari ini”
Mereka pun berciuman mesra di salah satu bilik toilet. Dan mulai saling memuaskan nafsu birahi mereka. Setidaknya hingga keduanya mengalami orgasme.
Kegiatan itu pun biasa dilakukan mereka saat akan perform. Di salah satu bilik toilet di lantai 3 fX centre.

Senin, 18 Februari 2013

Teman Karirku



“Kebebasan kan jadi kekuatan” yap ini potongan lirik dari satu lagu yang dibawakan oleh JKT48, dan potongan lirik itu pun aku yg menyanyikannya. Ya, potongan lirik tersebut pun telah memberikan efek tersendiri bagi kehidupanku. Yap aku resign dari JKT48 karena beberapa hal. Sehingga aku terbebas dari semua “beban” yang harus ditumpu oleh semua member  JKT48.
                Oh iya, perkenalkan, namaku Neneng Rosdiana, biasa dipanggil Ochi. Sudah 2 bulan semenjak aku resign dari Idol Grup tersebut.  Karirku justru melonjak naik, dikarenakan begitu aku resign, aku diajak untuk berduet dengan Gavin, salah satu kerabat lama-ku. Gavin dan aku hingga saat ini berduet, single kami yang berjudul “Suka Kamu” pun mendapat sambutan hangat dari penikmat musik di Indonesia. Yaa special thanks juga buat para ochilovers yang tetap mendukungku walaupun aku sudah bukan bagian dari JKT48 lagi. Terharu :’)
                jujur saja, memang saat ini banyak fansku yang menganggap bahwa aku  berpacaran dengan Gavin, hmm  kami hanya teman karir kok. Yaa walau emg kadang kami memang saling mendekatkan diri, aduh gimana jelasinnya ya? Bisa dikatakan kami berpacaran tapi diluar sepengetahuan publik. It’s just  a little dirty secret about me and him.
Pada awal berkarir dengannya, aku pun sempat kewalahan juga dalam latihannya. Karena , tipikal dance kali ini sama sekali berbeda dari yang biasa kupelajari  di JKT48 . jadi bisa dikatakan, aku memulai karirku dari 0 lagi. Setiap hari aku latihan demi mendapatkan performa yang baik di awal karirku ini. Tidak jarang aku terjatuh saat latihan, tapi partnerku selalu membantuku untuk berdiri lagi. Thanks to him, berkat bantuan dan support darinya, debut duet kami sukses besar. Memang “usaha keras itu tak akan mengkhianati”