Pagi itu pukul 07.00 WIB, diriku memakai sepatuku dan
bergegas ke luar rumah untuk lari pagi. Rumahku berada di daerah Tomang,
Jakarta. Tidak repot-repot, cukup membawa tas gendong kecil berisi dompet dan
alat pertahanan diri (maklum, hidup di Jakarta itu keras. Banyak tindak kriminal)
20 menit berlari, sudah mulai merasakan dahaga. Mata melirik
ke sana ke mari, mencari minum. Lalu, tatapanku mengarah ke sebuah tempat
perbelanjaan yang lokasinya tak jauh dari tempatku, sebut saja LAWSON. Tapi,
cukup kecewa juga. dikarenakan tempat itu belum buka saat itu. Tak tau mau
bagaimana, aku hanya duduk di depan LAWSON itu.. sambil meluruskan kaki.
“Mas jangan nongkrong dong.. emang sih LAWSON itu tempat
tongkrongan, tapi ngga gini juga. Lagian belom buka juga LAWSONnya” tiba-tiba
terdengar omelan seperti itu.. waduh aku diomeli sama seorang cewek. Siapa dia
? Cewek jutek dengan rambut cukup panjang.
“hush wel, jangan gitu. Siapa tau dia itu emg nunggu LAWSONnya buka. Maaf mas, ini teman saya emang rada judes sih. Hmm kalau emang nunggu toko kami buka. Sebentar yaa mas” ucap seorang cewe yang ternyata menyusul si cewe jutek itu. Senyum segarnya terasa cukup untuk menghilangkan dahaga ini.
“hush wel, jangan gitu. Siapa tau dia itu emg nunggu LAWSONnya buka. Maaf mas, ini teman saya emang rada judes sih. Hmm kalau emang nunggu toko kami buka. Sebentar yaa mas” ucap seorang cewe yang ternyata menyusul si cewe jutek itu. Senyum segarnya terasa cukup untuk menghilangkan dahaga ini.
Kedua gadis itu pun segera membuka toko mereka. Kulihat
mereka lgsg masuk ke ruang staff. Dan sekitar 5 menit kemudian, si cewek ramah
keluar dari ruang staff itu menggunakan seragam LAWSON. Lalu ia menghampiriku..
“silahkan masuk aja mas, ambil yang mas mau beli, tapi maaf kalau masih gelap.
Soalnya kami masih bersiap-siap”
“makasih banyak ya mbak, hmm mbak viny” kulihat dari nametag
yang tertera di dada kiri seragamnya.
“iya, sama-sama ya mas.” Jawabnya lagi disertai dengan
senyum segarnya.
Akupun segera mengambil sebotol air rasa mineral.
Membayarnya di kasir, dan duduk di kursi yang disediakan. Sambil melihat ke
arah viny yang masih sibuk berbenah.” Cakep banget nih cewek.. bodynya juga
yahud. Ya walau dadanya ngga gede sih. “
“apaan yang nggak gede? Yeee elu pagi-pagi gini udah mesum
aja. Jangan kurang ajar ya ke temen gue. Yaudah, permisi, mejanya mau gue lap
dulu.” Tiba-tiba si cewek jutek nyeletuk.
“yaelah mbak, namanya juga laki-laki. Pasti seneng lah kalau
liat cewek cakep. Mbak juga kan kalau liat cowok cakep pasti seneng.. ya kan
mbak Noella?” jawabku simpel. Ingin rasanya kubikin stuck nggak bisa ngejawab
omonganku lagi.
Noella pun sibuk ngelap meja yang ada di depanku itu.. lalu
badannya membungkuk. Tercetak jelas kedua payudara di balik seragam kerjanya
yang sepertinya memang ketat. Melihat itu, aku tak berkata apa-apa, biarkan
saja aku melihat pemandangan yang cukup indah itu. Selagi dia tidak
menyadarinya juga.
“ternyata cakep juga ya ini cewek, walaupun jutek.” Pikirku
dalam hati. Sesekali kulihat wajahnya tersenyum menikmati pekerjaannya itu.
Ternyata dibalik sifat juteknya, masih terlihat senyum manisnya. Efek terlalu
lama melihatnya,entah tiba-tiba aku jadi
memikirkan wajahnya yang penuh kenikmatan saat kugenjot tubuhnya. Dengan kedua
payudaranya yang tidak bisa diam saat kugenjot. Aah pasti sangat menggemaskan..
seketika aku bisa melupakan tentang viny si gadis yang satu lagi. Yang
sebenarnya lebih cantik. Tapi juju raja, noella ini lebih bikin nafsu.
Terfikir ide super nakal di otakku, ingin rasanya kusetubuhi
si noella itu. Aku pergi menuju ke toilet. Lalu aku memanggil mbak noella dengan
alasan ada kerusakan di toilet itu.
“mbak, mbak noella.. “ panggilku.
“ya? Kenapa?” jawabnya singkat, sedikit jutek.
“tolong periksa dong itu toilet kok rusak ya? masa iya
tempatnya populer, tapi toiletnya rusak?” jawabku lagi. Berharap dia mau ke
toilet untuk melihat keadaan.
Ternyata aku beruntung, dia segera meninggalkan pekerjaannya
untuk mengecek toilet. Aku mengikutinya dari belakang. Dan saat dia masuk ke
toilet, akupun ikut masuk juga dengan alasan ingin memberitahu kerusakannya
(yang aslinya, memang tak ada kerusakan). Lalu pada saat itu, pintu kututup dan
kukunci.
Dia pun menyadari aksiku itu, tapi sebelum dia protes
apa-apa. Aku sekap mulutnya, dan mengacungkan kepadanya alat pertahanan diri
yang memang ku bawa dari rumah. Alat itu adalah stuntgun.
“angkat kedua tangan lo.. ikuti perintah gue, atau ngga..
elu gue setrum pake ini. Mau yang mana?” tanyaku memaksa.
Diapun mengangkat kedua tangannya, wajahnya terlihat sangat
pias. Dari yang tadinya jutek, jadi terlihat melas.
“oke ternyata elu pinter. Lebih milih tubuh menggelinjang
keenakan, daripada menggelinjang karena distrum. Sekarang gue harap lu jangan
berontak. Ikuti aja semua yg gue perintah!”
Mukanya sudah terlihat sangat pias, terlihat dia sudah mulai
menahan isak tangis. Sepertinya dia tidak ingin aku melihatnya menangis. Karena
akan benar” merubah imej dia yang tadinya terlihat sangat judes, tapi sekarang
jadi lembek gini.
Kubuka pakaiannya satu per satu. Mulai dari seragam
kerjanya. Hingga cukup kusisakan bra dan celana dalamnya saja. sungguh
pemandangan yang indah. “body lu bagus ya. sayang kalau nggak dimanfaatin
baik-baik” kataku. Akupun langsung meremas remas kedua payudaranya. Sedangkan
dia hanya bisa menerima perlakuanku itu walaupun terpaksa, pada awalnya.
5 menit kugerayangi payudaranya tersebut. Terasa sudah tak
ada gerakan perlawanan dari dia. Mimik wajahnya pun terlihat mulai menikmati permainanku itu.
Sesekali ia menggigit bibir saat dadanya kuremas remas. Pada saat itu, kucoba
untuk mendekatkan kedua kepala kami, dan kucoba untuk meraih bibirnya
menggunakan bibirku. Ternyata aku mendapat respon positif darinya. Dia sudah
siap untuk berfrenchkiss denganku. Lidahnya yang mulai menerobos ke dalam
mulutku. Dan akhirnya lidahnya berhasil bertemu lidahku. Kami pun berfrenchkiss
ria. Dan akupun sepertinya tidak perlu tetap memegang stunt-gun yang kubawa
itu.
Sambil berciuman pun aku melepas tangan kananku dari
payudara kirinya itu. Tangan kananku mulai menyelusuri bagian bawah tubuhnya.
Saat menyentuh celana dalamnya. Terasa basah. Wah ternyata dia sudah benar” terangsang.
Kuselipkan tanganku ke balik celana dalam itu. Terasa bulu-bulu vaginanya yang
tidak terlalu lebat juga. Kuusap-usapkan tanganku itu di vaginanya. Saat
kulakukan itu, terasa mulutnya semakin menyedot nyedot lidahku. Hanya desahan
desahan kecil yang terdengar dari mulutnya..
Kulepas ciuman kami, kunaikkan salah 1 cup bhnya. Kuhisap
salah 1 puting susunya yang menggoda itu.. dia mendesah semakin menjadi-jadi.
Vaginanya pun jadi semakin basah.
Tiba-tiba..
“TOK TOK TOK!” bunyi pintu diketuk cukup kencang..
“wel… noella.. kamu di dalam kan?” Tanya seseorang di luar
toilet, aku yakin dia adalah viny.
Noella pun memberi kode kepadaku bahwa dia akan menjawab
pertanyaan viny..
“iyaa vin, gue di dalem. Sebentar ya, gue lagi bersihin
toilet nih.” Kata Noella mencoba berbohong.
“ooh oke deh wel.. ohiya, kamu lihat mas ganteng yang tadi
ngga wel? Kok tiba-tiba ilang ya?” Tanya viny lagi. Akupun kaget mendengar
pertanyaan itu.. ternyata pujian nggak terlontarkan 2 arah.
“diih, mana gue tau cowo ngeselin itu.. mungkin pulang… udah
ah vin, gue mau lanjutin bersihin toilet nih.”
Jawab Noella dengan nada jutek.
“yaah, sayang banget.. padahal aku masih mau liat dia. Yaa
semoga aja bisa liat dia di waktu lain. Yaudah aku balik ke depan ya wel.”
Jawab viny dengan nada sedikit memelas.
Viny pun pergi dari depan pintu toilet. Lega rasanya, takut
ketauan sih. Tapi untungnya Noella juga jago ngomong. Sehingga viny pun bisa
dikelabui dengan mudahnya.
“apelu senyum senyum sendiri? Kesenengan yah pas denger
omongan temen gue? Mungkin dia suka sama lu. Secara, gue pun mengakui kalau lu
emg cukup ganteng. Jadi wajar lah kalau viny suka sama lu. Tapi sebelumnya
maaf.. sekarang elu milik gue.” Kata-kata yang terucap oleh Noella, sungguh
merusak akal sehatku. Aku diperebutkan oleh 2 orang gadis cantik. Sungguh tidak
percaya.
Di tengah lamunanku itu. Noella kembali mencium bibirku
dengan penuh nafsu. Kali ini, sepertinya aku yang sepenuhnya dikendalikan
olehnya. Tangannya masuk ke balik celana trainingku, lalu masuk ke balik celana
dalamku sehingga kini tanggannya benar-benar sudah menyentuh penisku. Penisku
pun diremas-remasnya. Sesekali ia mengusap usap kepala penisku itu. Kali ini,
hanya aku yang meringis keenakan.
Aku mencoba kembali menggerayangi payudaranya. Namun
tanganku ditepis oleh tangan kirinya..
“tadi gue bilang kan kalau elu milik gue sekarang. Bukan
berarti gue milik elu” protesnya..
“sial, gue yang diperbudak gini jadinya” kesalku dalam hati.
Tangan kirinya mencoba untuk menurunkan celana trainingku.
Dan usaha itu berhasil. Sudah terlihat kerasnya penisku di balik celana
dalamku. Dia merasa gemas melihatnya. Dan langsung saja, ia menurunkan celana
dalamku sehingga penisku mencuat tegak perkasa.
“boleh juga punya lu.. sayang kalau nggak dimanfaatin
baik-baik” katanya. Sialan, kata-kata milikku dikembalikan..
Ia pun segera jongkok. Mengocok penisku. Dan tak lama, ia
langsung melahap penisku itu dengan mulutnya. “ahh gilaaa” hanya itu yang dapat
kukatakan saat itu..
Dengan sangat menikmati, ia mengulum dan menjilat penisku. Iramanya
kadang cepat kadang lambat. Tidak tertahankan sensasinya saat ini. Mataku
terpejam, bibirku tersenyum keenakan. Tidak kusangka jadinya seperti ini. Niat
perkosa, tapi ujung-ujungnya malah seperti diperkosa.
Cukup lama ia memberikan service blowjob kepadaku. Lalu
tiba-tiba ia melepas penisku itu dari mulutnya. “duduk di WC, sekarang”
pintanya. Dan aku pun hanya menuruti perintahnya saja.
Aku pun duduk di WC itu. Melihat aku duduk di situ dengan
penisku yang masih tegak. Noella pun segera melucuti seluruh pakaian yang
dikenakannya. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Melihat seorang gadis
cantik tak berbusana. Bukan lewat layar kaca. Tapi langsung di tempat. Di
ruangan yang hanya ada kami berdua. Dan aku sudah bisa menebak apa yang akan
dilakukannya. Ia duduk di pangkuanku. Menghadap kearahku, sehingga kini kepala
kami sejajar.
“siap yah, gue udah nggak tahan soalnya.” Ujarnya. Iapun
meraih penisku, dan mencoba untuk memasukkannya ke dalam vaginanya. Laju
penisku ke dalam vaginanya tak terlalu sulit, karena vaginanya memang sudah
sangat basah sedari tadi. Tak lama pun penisku berhasil masuk ke dalam
vaginanya.
“hey.. lu udah siap kan? Gue tau ini bakal nikmat. Tapi
jangan berisik, ntar temen gue denger. Oke?” Tanya dia kepadaku. Akupun hanya
mengangguk. Dan setelah itu, dia mulai menggoyangkan pinggulnya. Cuma desahan
desahan kecil yang keluar dari mulut kami berdua. Sesekali kami pun kembali
berciuman mesra. Kedua tanganku kembali bermain dengan payudaranya. Sesekali
kupilin pilin putting susunya. Hal itu membuat tubuhnya menggelinjang keenakan.
Sekitar 5 menit seperti itu. Tiba-tiba tubuh dia mengejang.
Ciumannya semakin kencang. Dan.. dia mengalami orgasme hebat. Badannya langsung
terkulai lemas di tubuhku. Ia melepas ciuman kami dan memelukku mesra sambil
berbisik “gue keluar, sekarang tinggal bikin lu keluar.” Aku hanya bisa
tersenyum untuk merespon perkataannya itu.
Setelah itu, kubimbing ia untuk berdiri, lalu bersandar pada
tembok. Kini giliranku untuk beraksi. Kusetubuhi dia dalam keadaan berdiri.
Dalam ritme semakin kencang. Kulihat wajahnya saat itu, sepertinya ia menahan
desah dengan cara menggigit bibirnya. Wajahnya sanggat menggemaskan. Semakin
naik saja nafsuku ini. Sehingga mengakibatkan genjotanku padanya semakin cepat.
Tak lama kemudian, terasa denyutan pada penisku. Segera
kulepas penisku dari vaginanya. Noella pun mengerti bahwa aku sudah hampir
orgasme. Ia langsung turun dan segera memasukkan penisku ke dalam mulutnya.
Dan.. entah berapa semburan sperma yang keluar dari penisku itu. Ia pun sempat
tersedak, tapi berusaha untuk tidak memuntahkan sperma-sperma hasil jerih
payahnya itu. Dan setelah menelan semua sperma yang berada di mulutnya. Noella
masih berusaha untuk mendapatkan sisa spermaku dengan cara menyedot kencang
penisku itu. “aw shit, gilaa lu mbak. Enak” sahutku.
“Thanks yah, gue nikmatin banget tadi. Hem, boleh liat ktp
lu nggak?” kata Noella kepadaku.
“yaa boleh aja sih, emang buat apa?” jawabku sambil
memperlihatkan ktpku.
“ooh jadi itu namalu.. dan rumahlu itu sih nggak jauh dari
sini. Gue tau persis kok yang mana.” Jawabnya lagi.
Lalu kamipun segera berpakaian lengkap kembali. Lalu keluar
dari bilik toilet tersebut diam-diam. Dan memang, toko pun masih terlihat sepi.
Ku coba melihat ke arah meja kasir, tapi tak kulihat viny berada di sana..
kemana dia?
“cklak” bunyi pintu bilik toilet yang 1 lagi. Terlihat viny
keluar dari toilet itu. Mukanya pucat, nafasnya terengah-engah. Noella yang
melihatnya pun segera menghampirinya .. “Vin, lu kenapa?” tanyanya.
“nggak tau nih wel, mendadak aku nggak enak badan. Aku
istirahat di ruang staff aja ya.” jawab Viny.
“yaudah lu istirahat dulu aja vin. Biar gue sendiri aja yg
jaga toko.” Jawab Noella.
“Gue balik dulu ya mbak. Gue capek habis lari pagi tadi. Mau
tidur dulu di rumah. Mbak Viny, cepat sembuh ya” Tiba-tiba aku memotong
pembicaraan mereka. Viny meresponnya
dengan senyuman, senyum yang kurang terlihat segar karena kondisi fisiknya saat
itu. Dan Noella hanya bisa tersenyum ke arahku sambil mengedipkan sebelah
matanya.
Pagi hari yang sangat fantastis. Menurutku..
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus